Di era abad 21 ini, sudah banyak orang yang berpendidikan. Rata-rata, orang sudah paham konsep keberlanusngan hidup saat ini. Anak-anak di era-20 an berbeda dengan anak-anak di era 90-an. Pola pikir mereka kini mengikui trendi. Dan sebagian besar anak-anak yang hidup di tahun-tahun ini. Memiliki kecendrungan manja, tidak jarang mereka tidak bisa memainkan permainan tradisional. Karena tergeserkan oleh games-games elektronik yang menjamur sejak IT semakin maju. Ruang gerak mereka menjadi sempit.

Dahulu, anak usia 6-12 tahun masih bergerak lincah dengan teman sebayanya. Memainkan beragam permainan tradisional, seperti kelereng, layang-layang, congklak, petak umpat, sodor, dan lain sebagainya. Kini, mereka hanya bisa berdiam di kamarnya masing-masing, berkecimpung dengan gadget. Mulai dari tab, komputer, PS2, dan lainnya.

Anak-anak dulu yang lebih suka berkumpul dan saling bersosialisasi, namun anak-anak di zaman sekarang cenderung memilih individualism. Padahal, pertumbuhan dan perkembangan otak akan berkembang dengan banyaknya teman bermain, dan relasi. Akibatnya, ruang lingkup tempat mainan anak semakin sempit. Sehingga muncullh karakter egoisme, acuh-tak acuh dengan sekitar.

Games yang rata-rata dahulu dimainkan secara energik, sehingga berpengaruh kepada kesehatan pertumbuhan tulang anak yang baik. Namun, games di zaman sekarang cukup dimainkan dengan cara duduk dan santai. Tak jarang banyak anak usia dini, yang mendapatkan obesitas, maupun mata yang minus. Akibat terlalu sering menatap layar desktop maupun screen.

Sungguh ironi, masyarakat Indonesia pun ikut andil di situ. Karena tak ingin ketinggalan budaya barat. Kecanggian seluruh perangkat kerja, hingga properti permainan untuk anak. Perubahan yang sanga signifikan terjadi di era ini. Semoga, para orang tua sadar akan terjadinya penggeseran teknologi games. Dan mau mengajari permainan tradisional walaupun tetap memainkan permainan yang sering disebut “keren” saat ini.  Agar anak-anak generasi muda bisa memiliki kemampuan yang handal dan pola pikir yang luas efek dari permainan tradisional yang sangat bermanfaat bagi anak-anak sekarang ini.

Walaupun games semakin canggih, Upayakan untuk tidak meninggalkan aset bangsa. 🙂

 

Iklan