“Jika engkau adalah Clownfish maka aku akan menjadi Anemon.

Tak satupun boleh menyakitimu, hanya aku yang bisa melindungimu dari taring-taring predator.

Cerah warnamu menghiasi hati yang telah lama membeku. Saat pasir mulai membenamkan, engkau selalu hadir membuatku berdiri tegak.

Jika engkau menjadi ikan badut, akulah tempat persinggahanmu.”

Penggalan kata di atas merupakan salah satu bentuk isi hati yang diluapkan dengan pengandaian ikan badut dan anemon.

Hampir semua orang pasti mengenal Clownfish–ikan berwarna orange dengan garis putih melingkari tubuhnya yang berisi. Ikan omnivora yang tak bisa berpisah dengan anemon. Binatang inventebrata yang memiliki sengatan beracun.

Clownfish dan Anemon memiliki sistem kerja solid yang saling menguntungkan. Saat Ikan badut takut kepada pemangsa maka anemon yang akan menjadi panglima melindungi–menyembunyikan keberadaannya. Begitupun saat ikan butterfly mau menghabisi si anemon. Clownfish serta merta mengusir–si kupu-kupu laut yang suka makan bunga cantik kepunyaan clownfish.

Anemon bisa mengeluarkan sengatan, tapi kenapa Clownfish tidak merasa tersengat? Karena tubuh si badut kecil mempunyai lapisan glukosa. Sehingga Anemon tidak mengganggap clownfish musuh dan mereka bersama.

Clowfish memiliki alat kelamin ganda (transgender). Semua clownfish terlahir menjadi jantan.Betina clownfish dihasilkan oleh clownfish jantan yang dominan(lebih unggul). Individu yang paling besar akan menjadi betina dan akan menjadi pemimpin utama di wilayah mereka.

Clownfish sendiri hidup dalam kelompok kecil dalam satu anemon, terdiri dari pasangan induk, beberapa ikan jantan muda, dan beberapa anakan ikan yang juga bekelamin jantan. Saat si betina mati, jantan yang paling dominan akan mengganti posisi. Si jantan akan berubah menjadi betina dan akan mencari pasangan jantan. Proses ini dikenal sebagai hermaphroditism (perubahan kelamin secara berurutan).

Karena si badut bertelur, telur itu diletakan di atas dasar anemon. Hingga menetas menjadi bayi badut. Bayi mungil itu naik ke permukaan mencari plankton. Setelah cukup besar, bayi-bayi badut kembali ke dasar mencari inang anemon yang cocok. Di sana beradaptasi dengan membersihkan tubuh anemon yang didekati binatang parasit atau tertimbun pasir. Kotoran si badut menjadi nutrisi bagi anemon.

Oh iya si predator seperti Belut, Barakuda dan Ikan Grouper.

Sedangkan Anemon mampu menghasilkan keturunan secara aseksual maupun seksual. Aseksual dengan membelah potongan kakinya dan tumbuh anakan baru. Sedangkan seksual dengan menghasilkan sel telur dan sel sperma.

Uniknya si badut setia, gak bisa jauh-jauh dengan anemon. Maksimal batas jarak terjauhnya hanya 30 cm.

Ah … so sweet…. Jika kamu jadi Clownfish selalu berada di dekatku. Kita saling mengisi di sela keterbatasan ini.

Itu hanya pengandaian saja. Tetapi … aku bakalan jatuh cinta jika bisa selalu bersama clownfish.
Situbondo, 26 September 2016

Iklan