Selamat tanggal 3 November 2016.

Baiq kali ini akan membagikan sebuah cerpen.

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
Jika ditanya untuk apa kita hidup?Jawabanya jawaban memenuhi kebutuhan.Tidak sesimple itu.sejak kecil kita ditanamkan rasa percaya diri, pintar, baik, rajin, dan hemat. Rata-rata kebaikan yang diajarkan oleh orangtua. Mereka hanya sebagian kecil yang mencontohkan hal kurang baik. 

Berbicara pintar, ada banyak faktor. Seperti IQ, keturunan, dan faktor rajin. Tapi aku tak akan menjelaskan bagaimana menjadi pintar. Pintar itu relatif. Bagaimana cara kita menyikapi anugerah itu. Banyak orang pintar justru korupsi. Banyak yang memanipulasi.

Itu pintar namun tak memiliki jiwa Pancasila. Duh! Ngomongin pancasila jadi ingat sama guru PKN waktu SMP. Jika kita ingin dikenal banyak orang dan orang menghargai kita. Tak perlu harus banyak follower di akun virtual. 

Hanya kerendahan hati, bersikap lemah lembut dan senantiasa membantu sesama. Menabur benih-benih kebaikan untuk banyak orang. 

Salah satu hal paling mudah untuk berbagi kepada sesama adalah menulis. Dengan menulis kamu akan menciptakan duniamu. Diiringi dengan membaca

Membaca pun membuatmu melihat cakrawala dunia.

Nah, kali ini saya suguhkan sebuah kisah inspirasi. Semoga memberikan dorongan kuat untuk selalu menebar manfaat. 

 Cerpen : Resiko Orang Pintar

Iklan