​Setiap orang yang berani jatuh cinta akan merasakan patah hati. Hati yang patah terkadang susah diobati. Namun, aku sudah banyak riset dari teman yang sering patah hati. Mereka biasanya pergi ke karaoke, hang out, makan bareng, nonton film dan ada yang menyendiri. Tapi, setelah selesai bukannya lebih tenang. Biasanya masih murung sampai hari yang tak ditentukan. 

Patah hati? 😭😭😭 Hari ke-enam aku lewati. Rasanya ya begitulah. Namun, usiaku sudah bukan ABG lagi. Jadi, patah hati dengan cara elegan. Aku sedikit share, jika suka bisa diterima atau diterapkan. Kalau gak suka boleh di-skip. Mudah-mudahan bisa membantu. 😊 *Hanya cocok untuk kaum hawa. 😂😂

  1. Pertama kali yang aku lakukan. Aku mencubit tangan, merasakan kulit yang sedikit ngilu–ternyata sakit. Ini bukan mimpi! Aku merasakan itu nyata, sakitnya tak seberapa dengan sakit di hati.
  2. Siapkan tisu yang banyak, tumpahi ingus dan airmata. Hati luka terasa plong abis nangis. Percaya deh, setegar-tegarnya manusia pasti akan menangis. Entah menangis bahagia atau malah patah hati. Rata-rata perempuan lebih sering menangis daripada laki-laki.
  3.  Matikan sosmed. Takutnya malah curhat Gak Jelas. Hingga maki-maki orang bikin masalah baru deh! Suasana yang buruk tidak diharuskan membuka sosial media. Apalagi kalau melihat foto mantan yang numpang lewat di beranda. Sakit! *Yang jelas aku nangis sambil ngaca. Busyett jelek amat wajah di cermin. Semoga Jin Iprit kabur.
  4. Kabur ke kamar mandi, mengusir setan dengan guyur air.Emosi yang meluap merupakan jalan masuk setan. Pasti dia bakalan ngomporin terus. Setan itu panas karena api, maka jinakkan dengan air. Bagi muslim bisa berwudhu.* Mau tengah malam pun, aku pasti lakukan. Gak perlu kembang 7 rupa. 🌸🌹🌼 
  5. Jika tak ada bahu untuk bersandar, masih ada sajadah yang siap menjadi tempat bersyujud. Sembari intropeksi diri, kesalahan yang membuat hubungan berakhir. Memang tak ada istilahnya pacaran. Mungkin dipisahkan untuk menjadikan pribadi yang lebih tangguh. Mungkin patah hati karena terlalu banyak berharap dengan si-Dia. Hoby stalking yang ternyata si dia malah gak tahu. Eh, ujung-ujungnya nikah sama orang lain. Doakan saja semoga langgeng. Namun, patah hatiku kali ini karena (rahasia). Dosaku mungkin banyak, jadi ditunda deh acara akad nikahnya. 😿 Berbicara dengan-Nya melalui Al-Quran bisa membuat hati sejuk. Entah rasanya adem kalau dekat sama Pemberi Jodoh. (Mungkin) dia bukan jodoh terbaik. Berpositif thinking.
  6. Istirahat sejenak, membiarkan otot yang menegang melentur. Biarkan memori otak menguapkan tentang dia yang tak bersama kita lagi. Tidur salah satu sarana refleksi pikiran dan jiwa. Aku akan tidur, berharap esok pagi aku lupa kejadian ini. 
  7. Energi untuk nangis, untuk berpikir terkuras. Memang tidak berselera untuk makan. Paksakan! Daripada lambung luka. *Cari makanan di dapur. Entah apa pun aku makan. Asal bukan makan kecoak yang mirip kurma.
  8. Luapkan rasa itu, jangan disimpan bisa menorehkan pada hobi masing-masing. Boleh olahraga, jogging, berenang, menulis, membaca, nonton, piknik, mendaki, traveling, main sama anak kecil atau shopping. *Aku curhat panjang lebar, lebih panjang dari rel kereta api. Tapi aku curhat sama buku diary.
  9. Menjalin hubungan baik dengan semua orang termasuk orang yang membuatmu patah hati. Jika beresiko, lebih baik jaga jarak. Hilangkan sifat benci, lebih baik memaafkan. Ikhlaskan, hati yang menerima akan lebih cepat kembali baik.
  10. Think positive! Setiap manusia sudah diciptakan berpasang-pasangan. Bahkan jodoh kita ditulis sebelum kita lahir. Perbaiki diri dan pengrangai kita. Pasangan yang baik akan hadir suatu saat. Scenario paling indah adalah rencana Allah. Kita bahkan tak tahu rencana satu detik lagi.

 Itu salah satu tutorial mengobati hati yang luka. Bisa diambil beberapa poin. Boleh dipakai semua, boleh didaur ulang. Semoga hati yang patah bisa kembali utuh. 💔👉💖 …. 😊 
Salam Baiq Cynthia

Iklan