Masaan – Fly Away Solo 2015

Kisah sepasang manusia yang mencari arti cinta. Cinta?

Devi seseorang yang rela menyerahkan kehormatannya demi pemuda yang dicintainya.

Deepak lelaki yang mengejar cintanya, meski kulitnya rela tersengat oleh garangnya api ritual pembakaran mayat. Ya, profesi keluarganya membantu membakar mayat-mayat. Tinggal di desa terpencil dekat sungai Gangga. Pemuda yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang gadis keturunan kasta tertinggi.

Devi? Setelah kelakuan buruk yang dilakukan di sebuah kamar penginapan. Polisi mencium jejak kelakuan liar kedua muda-mudi yang melakukan tindakan amoral. Intimasi polisi kepada pasangan seks bebas itu membuat pacar Devi kalut. Takut acaman polisi yang akan menelpon ayahnya. Hingga pecahan beling lebih dulu menyayat urat nadinya.

~*~

Kehidupan Devi selalu dihantui rasa bersalah. Kematian pacarnya 3 hari setelah peristiwa memalukan yang menggelontorkan kehormatan ayahnya. Devi hanya tinggal bersama ayahnya. Kebencian Devi dilampiaskan dengan nafsu birahi itu. Ibunya meninggal di tangan ayahnya.

Kisah cinta Deepak tidak hanya tentang chat di Facebook, ketemu di Festival tahunan. Walaupun uang untuk nge’date’ mengemis kepada ayahnya. Ayahnya hanya seorang pemabuk yang tiap hari suka bersenandung kehidupan bersama warga sekitar.

Devi sudah bosan, setiap mendapatkan tempat kerja baru. Banyak gosip yang membuat dirinya seperti makhluk paling hina. Akhirnya Devi melamar kerja di salah satu perusahaan milik negara. Stasiun kereta api.

Dibalik bilik tiket, setidaknya. Devi bisa aman dari ragam bisikan orang. Meski dibalik bilik tiket harus melihat kemesraan calon penumpang Kereta Api. Membuat Devi geram.

Sikap dingin dan keras kepala Devi hanya membuat pengabaian terhadap cinta rekan kerjanya. Pria yang dewasa dan humoris juga tinggal bersama ayahnya.

Deepak, sudah menggebu-gebu meluluskan kuliahnya di salah satu Politeknik jurusan Sipil. Demi kekasihnya yang keturunan darah biru.

Kekasihnya berjanji akan ikut bersama Deepak, jika dia sudah mampu meyakinkan keluarganya dengan perkerjaan yang mapan. Kekasihnya suka puisi dan musik. Deepak memberikan hadiah spesial ulang tahunnya berupa belanja buku dan rekaman percakapan menelpon di dalam mp3.

Devi kalap, sejak 2 bulan lalu polisi yang mengusut skandal seks meminta ganti rugi 3 Laks. Harus lunas dalam 3 bulan. Jika tidak maka video mesum yang sempat diambil akan dibeberkan di Youtube. Ayahnya hanya pedagang buku yang memiliki seorang anak buah. Anak laki-laki yang yatim piatu. Hobinya berenang di sungai mencari koin.
Hingga ada lomba mencari koin dengan taruhan uang. Awalnya ayah Devi tidak setuju. Itu mirip judi. Tetapi, tekad anak itu membuat dirinya tergerak melakukannya. Hingga candu. Menyuruh anak kecil tanpa dosa berenang ke dasar sungai demi koin.

Deepak tak mengira ternyata maut menjemput kekasihnya yang rencananya akan dinikahi setelah sukses. Kecelakaan bus tour yang ditumpanginya bersama keluarga besar. Membuat seisi bus tewas. Polisi tidak bisa mengembalikan kepada keluarganya. Jumlah penumpang terlalu banyak. Hingga mengevakuasi ke tempat pembakaran mayat.

Yah! Rumah Deepak. Kakak Deepak lewalahan hingga meminta Deepak membantu. Alangkah terkejutnya saat tangan salah satu penumpang menampakkan sesuatu. Cincin berbatu merah yang melingkar di jari manis kekasihnya. Benar saja saat tabir disingkap. Wajah mayat kekasihnya yang tak lagi cantik. Mengguncang batin lelaki bodoh yang tak bisa puisi.

“Maafkan Aku, Terlalu bodoh dan tak menjaga sopan santun,” ujar Deepak kepada perempuan yang dicintainya. Saat tengah emosi, diungkit di mana rumahnya oleh pacarnya. Ingatan tentang wanita penyair membuat Deepak hanya seperti mati dalam hidup.
Devi menyadari bahwa ayahnya sudah banyak berkorban untuknya. Termasuk beralih profesi dari Dosen menjadi penjual buku. Juga mencari tebusan, di saat penghasilan hanya 8-10.000 rupee. Butuh 30 kali lipat uang dalam waktu yang sempit.

Anak yatim piatu yang kadang dimaki bapak Devi, mengalami tenggelam. Lebih dari 2 menit tidak muncul di permukaan. Lelaki tua itu merasa bersalah. Berjanji tak akan menyuruh anak ingusan untuk ikut lomba lagi.

Di saat bersamaan Devi sudah memutuskan untuk pergi dari desa kecil yang hanya membuat hidupnya tak tenang. Devi sudah berusaha mencari alamat pacarnya. Dia ingin mengembalikan hadiah yang belum dibuka itu.

Impian Devi pindah kuliah dan mencari kerja paruh waktu sudah bulat. Meski linangan airmata Ayahnya yang bertahun-tahun merawat Devi seorang diri. Devi hanya tak mau aibnya terbongkar di kampung kecilnya.

Deepak tak bisa belama-lama, saat menekur di atas perahu. Dilempar cincin batu merah itu. Meski semenit kemudian ikut loncat. Tapi, sia-sia. Dia tak berniat mengakhiri hidup. Ayahnya ingin keluarganya hidup lebih layak. Tak hanya sebagai tukang bakar mayat.

Semangat berkobar Deepak menyesal kepada ayahnya. Sebagai anak bungsu yang hanya diam dan terkadang meminta uang seenaknya demi pujaan hati, waktu silam. Tekadnya membuat belajar lebih tekun, hingga lulus lebih awal dari mahasiswa lainnya. Deepak pun akan melamar di sebuah universitas yang sama dengan Devi.
Anak yatim yang tergolek lemah, membuat hati lelaki tua remuk. Janjinya untuk tidak menyuruh menyelam demi uang. Sudah bulat. Ternyata laki-laki kecil memeberikan sebuah cincin batu merah yang ditemukan waktu menyelam. Hingga nyawanya menjadi taruhan.

Ayah Devi bersyukur bisa melunasi hutan kepada polisi. Berkat anak yatim yang sering dihardik. Kini laki-laki tua itu sadar, dan mengganggap menjadi bagian keluarganya.

Deepak sudah sampai di gerbang menuju kesuksesan. Duduk di tepi sungai Gangga dengan tatapan kosong.

Seseorang wanita yang berjalan lemas setelah beradu mulut dengan orang yang paling ditakutinya. Tangannya mengeluarkan bingkisan kecil. Berniat membuka. Tak jadi, membiarkan hanyut di sapu sungai Gangga.

Di sanalah mereka bertemu, dengan nasib yang sama. Separuh belahan jiwa hilang. Di sanalah senja mengantarkan perahu. Entah ke mana. Yang pasti jodoh akan bertemu. ❤
Taraaaa! Itu sinopsis singkat yang bisa aku tulis. Btw aku suka dengan Sutradaranya. Apik banget. Cerita Bollywood tak hanya tentang glamor dan tarian. Cerita ini masuk kategori romantis juga. Ending twist membuat saya sebagai penonton kecewa. Cerita berakhir menggantung. Meski di awalan saya merasa terganggu dengan adegan sensor. Tetapi, saya betah duduk selama durasi selama 01.45.  Alur maju sangat apik. Penjelasan masa lampau melalui dialog.

Pemilihan Aktor dan aktris yang tepat. Jiwa mereka seperti mengalami kejadian tersebut. Devi yang sangat, kaku, tertutup dan dingin. Deepak pribadi yang jujur, baik dan penurut. Juga polisi yang sangat keras, angkuh dan tidak peduli. Sungguh seperti drama. Tapi, pengambilan kamera yang tepat dengan sudut pandang orang ketiga.
Bravo! Kalau boleh saya mengambil nilai 4.5 untuk film ini. 🌟

Selamat menonton. Siapkan tisu jika perlu. :*

~*~

Info film sumber Wikipedia

Disutradarai oleh Neeraj Ghaywan

Diproduksi oleh Drishyam Film, phantom Film, Macassar Productions, Sikhya Hiburan

Ditulis oleh Varun Grover

Dibintangi Richa Chadda, Vicky Kaushal, Sanjay Mishra, Shweta Tripathi

Musik oleh Samudra Hindia

Sinematografi Avinash Arun Dhaware

Disunting oleh Nitin Baid

produksi

perusahaan

Drishyam Film

phantom Film

Macassar Productions

Sikhya Hiburan

Pathe

Arte Prancis Cinéma

Didistribusikan oleh Pathe (Prancis)

tanggal rilis

19 Mei 2015 (Cannes)

24 Juni 2015 (France)

24 Juli 2015 (India)

lamanya perjalanan

109 menit

negara India

Prancis

bahasa Hindi

Masaan (Krematorium) adalah sebuah film drama 2015 India Hindi-bahasa yang disutradarai oleh Neeraj Ghaywan. [1] Film debut penyutradaraan adalah Indo-Perancis co-produksi yang dihasilkan oleh Drishyam Films, Makasar Productions, phantom Film, Sikhya Entertainment, Arte Prancis Cinema dan Pathe Productions. [2] Hal itu diputar di Un bagian Certain Regard di Festival Film Cannes 2015 memenangkan dua penghargaan. [3] [4] [5] Ghaywan sebelumnya dibantu Anurag Kashyap pada Gangs Of Wasseypur. [6] [7 ]

Iklan