#KampusFiksi10DaysWritingChallenge

Holla selamat pagi! Lebih tepatnya dini hari. Eh, enggak. Entar lagi udah Subuh. Dapat tantangan menulis nih yang diadakan oleh #KampusFiksi di twitter. Checki-cheki saja hastag #10DaysKF

Rule-nya disuruh menulis sesuai dengan draft yang disediakan selama 10 hari berlangsung. Jika tulisan istiqomah dan membuat momon bahagia dapat buku. Ngarep sih. Tapi, saya suka menulis ya udin nulis aja. Daripada gatal tangan gak nulis. Bisa posting di Wattpad, Note FB, Blog, dsg. Cuma saya pilih blog. Di sini paling aman. Eh! Iya, jarang yang mau mampir ke sini. Kan aman. Siapa tahu ada penguntit. EGP. 

Cuss, kebanyakan cincong dari tadi. Pertanyaan di hari pertama. Haha. Apa ya? Elu lupa mulu sih. Dasar Ambivert.

*Plak. Nyotek dulu, lihat kertas. Taraaa. 

1. Jelaskan Bagaimana Tipe Kekasih yang Kamu dambakan? 



Kalau ditanya kekasih, kok sepertinya dunia gelap ya? Tapi, berhubungan dengan masa depan kemerdekaan kaum jomlo jadi ya sudah saya jelaskan.

Pasal 1, wajib laki-laki. Boleh pria boleh kaum adam. Nah itu kan sejenis? Eh, iya. Iya. Pokoknya lelaki sejati. Asyik. Gak nerima selain itu. Eyke masih normal chin. *xixixi

Ngomongin soal lelaki saya lebih tertarik sama sifat dan kepribadian. Meskipun kadang mata kedap-kedip kayak lampu hampir mati voltasenya. Sama yang wajah oreantalis, hidung mancung, mata bulat, bibir tipis, brewok, mirip arabian atau indian gitu. Terus dada datar, berotot dan tinggi. Ah! Kayak suami Ishita. :’v Di mana dapat ya? Ah, mimpi mulu. Don’t look a man from the cover.

Pasti kaum pria bakalan ngomong gitu. Secara sejak bayi sudah tercipta seperti itu, misalnya bibir dower, mata sipit, tubuh gempal, rambut keriting, kulit hitam dan perut buncit. 😯
Bagi yang merasa angkat tangan, goyangkan badan. Senam SKJ. *Eh. Jangan tersinggung mending tersungging. Gak ada maksud kok. Biar slim kan kudu olahraga? Back to the topic. Jadi, fisik mah dari orok gak bisa diganti. Kalaupun bisa, mirip artis Korea. Butuh biaya yang gak sedikit. Belum lagi efek jangka panjang. Oh No! Wanita baik-baik akan menerima bagaimana pun keadaan pasangannya. Ciee. 

Kan benar? Kalau mau yang tipe gitu mesti berapa abad lagi mau menjomlo. Entar kalau udah jadi mumi baru mau nikah gitu? Kagak dah. Aku gak mau yang hadir cuma bangsa Firaun. *Apaan sih.

Ya intinya tipe lelaki yang aku ingin dari segi fisik itu pastinya gagah, mental cerdas, tahan banting, lebih tinggi/ lebih gemuk dari saya. Lebih tua dari saya. Lebih tahu dari saya. Maksudnya lebih berpengalaman. Lebih dewasa. (Karena ada yang usia tua belum dewasa, emang ada? Ada.) Rentang umur gak melebihi 12 tahun saja.

Dari sisi yang lain saya suka tipe yang humoris, bisa bikin nyaman, membantu banyak orang lain, menyayangi orangtuanya, suka anak kecil, hobi travelling, bisa diajak ngomong ngalur-ngidur. Suka nonton films atau main games. Suka sekali makan. Dan bisa nyetir banyak kendaraan. :v

Kenapa harus humoris? Karena saya tipe ambivert yang suka berubah moodnya. Tidak selalu ceria, kadang murung. Saya butuh hal yang fresh dan lucu. Kaum adam yang merasa humoris, ngacung! 

Eh, gak ada ya? Ya udah deh bisa bikin nyaman dan membantu banyak orang. Jujur, banyak orang humoris tapi tak semuanya bikin saya merasa safety dan nyaman. Malah merasa terganggu terkadang. Kalau dia suka bantu orang lain. Point plus. Kenapa? Manusia kan makhluk sosial. Siapa tahu saya butuh bantuan dia selalu ada untuk saya. So sweet. *Lagi-lagi gak ada yang ngacung.

Ya udah yang sayang ortu atau budak kecil. Kata kak Rose di serial Upin-Ipin. “Jadilah budak kecil yang pandai, suka bantu orang dan sayang akak dan Opha.” :v Budak kecil = Anak kecil. Percaya deh, mereka yang sayang ortu dan anak kecil akan menyayangi ortu kamu dan anak kamu kelak. Aamiin. 

(+) Emang mbak Ambivert tahu dari mana? 

(-) Dapat Ilham semalam. 

Travelling, nonton, ngomong ngalor-ngidul. Duh, tipe saya banget. Soalnya selama ini ambivert mendekam dalam menara Rapunzell tanpa pintu. Siapa tahu saya diajak melancong ke Jatim Park atau Kebun binatang. :v

(Eh jeda dulu ya. Di sini sudah Adzan Subuh.)

~*~

(Balik lagi deh, sudah tenang deh rasanya.)

Nah, sampai di mana dah? Oh iya, sekarang bahas tipe selanjutnya.

Pasal 2, Ngomongin soal laki-laki saya sih bebas gak muluk-muluk. Dalam kategori profesi dia. Boleh yang tukang fotografer, pemain sepak bola, artis papan atas, bawah, asal gak dibalik papan. 😣 Bisa guru, dosen, dokter. Asalkan bukan nelayan dan pengemis. Kenapa? Lowongan kerja banyak. Saya gak mau suami saya nanti dilalap sama Paus atau Princess Duyung. Pun menurut saya lelaki yang tekadnya kurang keras saja yang memiliki profesi *maaf pengemis. Saya bukan menjelekkan mereka yang tidak mendapatkan kesempatan kerja. Mereka kurang kreatif saja. Bisa toh dagang, bikin kerajinan, menjahit, tukang bakso, jual ikan dsg. Asalkan usaha teguh Insyaallah akan dimudahkan. Saya lebih suka lelaki yang mandiri. Punya inisiatif dan etos kerja tinggi. Katakanlah jual kulit sapi. Itu lebih baik. Siapa tahu suatu saat jadi pemasok kulit sapi atau dikenal leather. Atau bidang kuliner, siapa tahu jika tekun menjadi chef handal. Banyak lagi profesi lainnya. Asal baik dan halal. Supaya bawa berkah ke keluarga. Saya siap membantu dari bawah. Dari nol. Seperti pak SPBU. 

Pasal 3, Lebih memprioritaskan lelaki yang rajin. Kenapa? Banyak yang humoris, penyayang, bekerja tapi kalau malas. Sumpek rasanya. Apa-apa meski di suruh. Harus teriak-teriak. Yang ada pita suara saya putus.Bermilyar-milyar usaha seseorang saat dia malas. Maka akan bangkrut. Rajin pangkal kaya. Bukan begitu pepatah yang sering didengungkan oleh guru? 


Pasal 4
, Religius. Walaupun dia itu perfect dan rajin bekerja tapi kalau gak ingat sama yang Maha Menciptakan. Sama saja dia merasa pongah. Seolah semuanya berasal dari usaha dia sendiri. Saya lebih mengutamakan lelaki yang rajin sholat ke masjid tepat waktu. Yang sedikit bacaan ngajinya tapi rajin. Kalau dapat yang lebih alim lagi. Alhamdulillah. Toh jodoh itu cermin diri. Bismillah saya akan mencoba menjadi pribadi yang baik dan elegan untuk mewujudkan kebaikan dan kesejahteraan jangka panjang.Tujuan hidup di dunia kan mencari ladang amal untuk akhirat juga. Seimbang dua masalah itu. Hidup akan tentram dan damai. 


Pasal 5
, mengontol emosi dan diri. Penting. Hiruk-pikuk rumah tangga akan berlaku hingga maut memisahkan. Akan banyak badai dan ombak besar menerjang. Akan banyak duri-duri dan paku bertebaran. Akan banyak ujian dan cobaan menghadang. Rintangan demi rintangan akan terasa ringan. Saat situasi batin lebih berdamai dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Saya sudah bosan mendengar kata cekcok dan berdebat. Penting saling mengerti dan mengisi satu sama lain.


Pasal 6
, Romantis. Dambaan semua pasangan di muka bumi ini, kan? Romantis bukan tentang hal yang klise. Sering terjadi seperti biasanya. Tidak selalu itu. Bahkan hal kecil bisa jadi romantis. Misalnya. Saat bangun pagi menyediakan air putih di samping ranjang. *Ini kalau udah nikah. So sweet rasanya minum air putih pemberiannya ada manis-manisnya. Romantis itu banyak wujudnya. Tidak melulu soal kiss dan hug. Atau *sensor* 


Pasal 7
, konsisten pada janji. Ini yang sulit dicari Bung. Lelaki itu makhluk yang hobi ngasih janji. Tapi, dia merasa amnesia kalau ditagih. Bisanya ngeles deh. Semoga calon suami saya enggak. Aamiin. Lebih baik gak usah janji. Mendingan tidak ngasih harapan. Harapan wanita itu lelaki jujur dan menepati janji. Bukan harta yang bergelimang. Untuk apa wajah tampan dan harta berkilauan. Jika hanya makan hati tiap hari dan hobi ingkar janji.

Itulah 7 pasal tipe pria yang saya idamkan. Semoga saya bisa mendapatkan. Pasti bisa, setidaknya dia berniat menjadi 7 pasal itu. Memang sulit. Itu mendekati kata sempurna. Tapi, apa susahnya mencoba setiap hari. Menjadi pribadi baik dan elegan yang selalu tersenyum. 
Salam dari Baiq Cynthia untuk lelaki impian masa depan. ❤

#10DaysKF

#Haripertama

Iklan