​Tulisan yang membuatku merasa kuat. Ketika aku rapuh aku ingat masih ada orang yang menyayangi. Membuatku bangkit dari kegagalan, kesedihan yang berkepanjangan. Kepiluan tanpa keringanan.

Saat tak ada seorang pun yang membantu. Aku pun merasa dunia sudah akan benar-benar berakhir. Aku tak memiliki, apa yang mereka miliki. Tak sebahagia seperti tawa yang mereka buat. 

Aku sadar aku sudah rapuh. Aku butuh sosok pelindung yang selalu menghibur. Selalu hadir saat kesedihan datang. Mengajak bercanda dengan angin. Menggapai impian yang tak pasti.

Mungkin saja aku lemah dalam bidang mencintai. Hingga tak satu pun orang benar-benar sayang seperti kasih sayang Umi dan Babe.

Apalah arti mencintai jika masih menyakiti? Apakah aku tak pantas dicintai? Apa kurangnya? Aku selalu mencoba menjadi bagianmu. Tetapi, selalu diabaikan. 

Memang aku tak secantik barbie, aku tak sesholeha Fatimah binti Az-Zahra. Aku juga tak sepandai wanita karier lainnya.

Sesungguhnya aku lemah karena tak ada dukungan dari wanita yang membuatku hadir di muka bumi yang ganas ini.

Apakah kamu takut hanya karena itu? Hingga abaikanku? Aku minta maaf jika selama ini engkau merasa lemah. Namun, aku tak mensupport. 

Aku tahu, aku wanita lemah. Bukan berarti aku lemah dalam segalanya. Aku masih kuat berjalan kilo-an meter. Mengayuh sepeda puluhan kilometer. Berteriak memanggil masa depan. Agar turut menemani.

Aku tahu aku bukan kekasih yang baik. Selalu membuatmu khawatir. Aku tahu. Tapi aku sama sekali tak bermaksud. Selamat jalan.

Semoga di jalanmu yang baru engkau menemukan kepingan hati yang merindu tentangmu.

Tulisan yang membuatku kuat 

1. Setiap masalah akan menemukan titik temu akhir.

2. Saat engkau merasa lelah dengan perjuangan yang tak pernah berhasil. Tuhan selalu hadir. Mengusap kepalamu. “Jangan bersedih.”

3. Ketika waktu membuatmu lupa. Pernah melewati bersama kekuatan. Kini berganti lemah. Tak masalah. Bahkan semakin tinggi pohon semakin kencang angin berembus.

4. Pejamkan mata saat kamu merasa lemah. Bangunlah dengan kekuatan yang lebih menguatkan.

5. Ketika kamu tahu kamu naif, tak adakah upaya untuk tegar?


Itulah salah satu mengapa aku lebih sering menulis kalimat inspirasi daripada mengeluh. Aku ingin menjadi orang yang kuat dan selalu tahan banting oleh zaman yang berputar.

Iklan