​5 Fakta tentangku yang berlawanan dengan opini orang lain.

1. Ramah itu adalah sikap asliku, sama sekali tak ada niatan menjadi orang jahat. Bagi beberapa orang yang masih belum kenal denganku. Aku adalah tipe yang jutek dan selalu cuek. Karena mereka belum mengenal. Kalau sudah mengenal pasti dia bakalan malu sendiri dan berkata, “Wah, kamu ramah ya! Tidak seperti yang saya pikir. Sebelumnya saya pikir kamu orangnya jutek dan sedikit cuek.”

2. Aku masih muda, usiaku 20 menuju ke-21 tahun. Banyak yang menduga saya masih sekolah SMP dan SMA. Karena postur tubuh yang tinggi dan wajah baby face. Jika bertemu secara langsung anggapan anak sekolah sering kali dilontarkan kepada saya. “Kamu kok gak sekolah, ini kan hari Rabu?” Dalam hati aku mulai kesal. Wong aku sudah kerja. Masih sering dianggap bolos. “Maaf bu, saya mau beli pulsa dan kembali bekerja.” 

Tetapi, jika di kampus saya akan terlihat lebih tua. Mungkin dari penampilan yang sering saya gunakan. Juga di dunia maya. Seringkali sebutan mbak dan kakak itu dilontarkan. Padahal saya masih muda dan gak muda-muda amat. Mereka pikir saya berusia 27 tahun. Oh My God.

3. Jika jalan bareng sama adikku, mereka berpikir aku adalah adiknya. Padahal aku anak sulung. Loh ini kakaknya? Kok lebih besar adiknya. Sejak kecil hampir semua orang menduga saya adalah adik saudara saya. Padahal saya ya begini. Gak bisa gemuk. Kurus kayak tiang listrik. Terkadang juga saya sering dianggap saudara kembarnya adik saya. Padahal kami lahir selisih 1 tahun 7 bulan. Usia kami terpaut 2 tahun. Sering orang salah sebut nama. 

4. Ambivert. Beberapa orang beropini saya orangnya pendiam dan tidak asyik diajak berbicara. Padahal kalau sudah bisa ngomong. Boro-boro diam. Kereta api yang gak punya titik dan koma. Ya itu saya. Dalam satu sisi saya diam. Lebih suka sendiri walaupun di keramaian. Saat sudah punya kesempatan, saya mulai aktif. 

5. Hemat. Sering sekali saya berantem dengan adik saya. Dia pikir saya tidak memberi itu karena pelit. Padahal saya sedang hemat. Guna masa depan dia juga. Selain itu, saat ujian saya akan menjadi individualis. Biarkan saja mereka memanggil. Jawaban saya adalah ‘tidak tahu’ memang kenyataannya tidak tahu. Karena saya menjawab soal dengan nalar yang dimiliki.
Jangan melihat sesuatu hanya dari covernya. Ada lagi yang tidak tahu mengenai saya sok-sokan dekat dan sampai mengecap saya sombong lah. Apa lah. Mereka yang begitu tuh. Sok tahu. Biasanya yang mengecap orang sombong, karena keseringan berbuat demikian. Makanya dia tahu mana yang sombong dan enggak. Hahaha

Iklan