​Duh gusti kang moho agung 

Pundhutono tresno iki

Kang agawe cideroning jiwo lan rogo

Ya Tuhan

Ambillah cinta ini

Yang membuat sakit jiwa dan raga.

(Halaman 101)
Cinta dan Tragedi. Mengingatkan pada kisah Qais dan Layla maupun kisah fenomenal Romeo dan Juliet. 

Namun, kisah Sinila lebih tragedi dari keduanya. Lebih tepatnya versi Indonesianya. Bagaimana mungkin kedua insan yang saling mencintai harus melewati dera tangis, darah dan cacian. 

Kisah yang unik penuh dengan elegi, hempasan tangis, canda, ujian dan penuh duri tajam. 


Jika cinta hanya secawan racun. Maka, aku pun siap meminumnya. Terasa ada nikmatnya. 

Cinta terkadang membutakan. Buta harta, jiwa dan segalanya. Karena cinta membuat dunia ada.

Tulisan karya bang El sungguh menginspirasi. Penuh dengan situasi baru yang saya belum pernah menjamahnya. Seperti winter. Kopi khas Italia. Juga kisah roman yang membuat sebuah cahaya pusara. 

Terlepas dari typo, secara teknik wajar. Tak ada gading yang tak retak. Tetapi untaian katanya seperti pujangga. Sarat dengan seseorang merindu keabadian. 

Mungkin hanya ini segelintir review tentang novel besutan Elex Media Komputindo.

Novel yang tebalnya kurang lebih 180 lembar, membuatku betah duduk memangku harapan pada Sinila. Rekomended pecinta roman bernuansa Religi. Banyak hikmah yang bisa dipetik dan membuat kita merenung akan tujuan cinta. 

Selamat membaca. 
Salam dari Baiq yang ingin menulis. 😊

Iklan