Alhamdulillah, Puji syukur Allah. Saya bisa menuntaskan membaca buku karangan Doktor Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani yang diterjemahkan oleh Abu Sabiq ‘Aly. 


Buku yang berjudul asli, ” Afatul Lisan Fi Dhau’il Kitab Was Sunnah”. Benar-benar menjadi penyejuk kalbu. Sebagai pengingat, betapa banyak tergelincir dalam ucapan. Padahal ucapan akan selalu dalam pengawasan Malaikat, dipertanggungjawabkan kelak. 

Buku ini menjelaskan tentang bahaya Ghibah, membicarakan keburukan orang lain. Namimah, mengadu domba. Berkata dusta, Mencela, serta perkataan ringan yang ternyata bisa menyulut api neraka. Naudzubillah.

Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba. (Hadis Al Bukhari & Muslim)- halaman 66.

Buku yang tipis ini penuh dengan sumber yang konkrit dan terpercaya. Di mana setiap sub bab judul akan selalu berpedoman pada Al-Quran dan Hadits Shahih. 

Meskipun minim penjelasan, tidak ada contoh. Namun, uraian singkatnya mudah dipahami. Termasuk hal-hal yang berhubungan. Maupun penyebab munculnya sifat buruk tersebut. 

Pembahasan pengobatan sifat marah misalnya, pada halaman 142 menjelaskan cara dan alternatifnya. Caranya menjaga untuk tidak mencari akar marah. Menghindari sombong, bangga terhadap diri sendiri, merasa tinggi, menyesatkan orang, semangat yang tercela, dan gurauan yang tidak sesuai, bercanda atau yang semisalnya.

Alternatifnya, meminta pertolongan Allah, memperbanyak isti’adzah. Kemudian berwuduh. Yang ketiga mengubah keadaan ketika dia marah, dengan cara duduk, berbaring, keluar, menahan diri bicara ataukah yang lainnya. Yang terakhir mengingat dalil ini. 

“Barang siapa yang menahan marah dan dia mampu menuruti keinginannya, maka Allah SWT akan mendo’akan baginya di hadapan pembesar para malaikat pada hari kiamat sampai dipilihkan baginya bidadari yang dia inginkan.” (Abu Dawud, At-Tirmidzi,dan Ibnu Majah)

Meskipun terdapat beberapa redaksi yang kurang dipahami, saya membaca sampai tamat. Buku ini tidak hanya membahas tentang ucapan. Namun, kejadian yang kini sudah merebak. Yang harusnya tabu menjadi fenomenal. Salah satu tanda-tanda akhir zaman. 

Wallahu’alam. 

Semoga review mini ini membuat rekomendasi baru koleksi bacaan. 

#Reviewer

Baiq Cynthia
Seorang muslim tidak terlepas dalam kesehariannya untuk berucap. Begitu banyak ucapan yang mendatangkan ridha Allah, dan sebaliknya begitu banyak pula ucapan yang bisa mendatangkan murka Allah Seorang tidak bisa selamat dalam ucapannya, kecuali dia telah memiliki ilmu tentang masalah ini.

Buku ini adalah karya DR. Said bin Wahf Al-Qahthani yang berjudul “Afatul Lisan Fi Dhau’il Kitab Was Sunnah”, yang membahas ucapan-ucapan yang wajib untuk tidak dikeluarkan oleh seorang muslim dengan lisannya. Semua itu berdasarkan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah yang shahih. Dengan tujuan agar kaum muslimin memberikan perhatian terhadap perkara lisan, boleh jadi mereka belum mengetahui hukum dari ucapan-ucapan yang mereka keluarkan. Ternyata di antara ucapan-ucapan ringan yang sering diucapkan tersebut tingkatannya bukan hanya sebatas dosa biasa, tetapi itu merupakan dosa besar yang sangat dimurkai Allah. Walaupun apa yang dibawakan oleh penulis tidak semuanya masuk dalam kategori dosa besar, tetapi sebagian besar apa yang beliau sebutkan itu merupakan dosa besar. 
Judul: Ucapan-Ucapan Ringan Yang Termasuk Dosa Besar Dalam Tinjuan Al Quran dan Sunnah

Penerbit: DR. Said bin Ali bin Wahf al Qahthani

Isi: 220 halaman

Berat: 200 gram
Daftar isi:

Bab Pertama: 

GHIBAH DAN NAMIMAH

Pasal yang pertama: Ghibah (Mencakup 9 Pembahasan)

1. Pengertian Ghibah

2. Perbedaan Antara Ghibah dan Namimah

3. Hukum Ghibah

4. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Ghibah

5. Apa yang Seharusnya Dilakukan Apabila Seorang Muslim Mendengarkan Saudaranya Dighibahi

6. Sebab-sebab yang Akan Mendorong Perbuatan Ghibah

7. Pengobatan Ghibah

8. Jalan Untuk Bertaubat dari Perbuatan Ghibah 

9. Apa Saja yang Diperbolehkan dari Ghibah 

Pasal yang kedua: Namimah (Mencakup 8 pembahasan)

1. Pengertian Namimah 

2. Hukum Namimah

3. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Perbuatan Namimah 

4. Apa yang Hendaknya Dilakukan Bagi Siapa yang Dibawa Kepadanya Namimah 

5. Berwajah Dua 

6. Perkara yang Mendorong Untuk Terjatuh dalam Perbuatan Namimah 

7. Pengobatan Namimah 

8. Perkara yang Diperbolehkan dari Namimah 

BERBICARA ATAS ALLAH TANPA ILMU

Pasal yang pertama: Dusta Atas Allah dan Rasul-Nya (Mencakup 3 Pembahasan)

1. Pengertian Dusta 

2. Ancaman dari Dusta Atas Rasulullah 

3. Perbedaan Ancaman Terhadap Seorang yang Berdusta Atas Rasulullah dan Seorang yang Berdusta Atas Selain Beliau Serta Hukum Dusta Atas Beliau 

Pasal yang kedua: Dusta Secara Umum (Mencakup 4 Pembahasan)

1. Hukum Berdusta 

2. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Dusta Secara Umum 

3. Dusta Pada Mimpi Baik atau Mimpi Buruk 

4. Dusta yang Diperbolehkan 

Pasal yang ketiga: Persaksian Palsu (Mencakup 3 Pembahasan)

1. Pengertian Az-Zur 

2. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Persaksian Palsu 

3. Kejahatan yang Muncul Akibat Persaksian Palsu 

TUDUHAN, PERDEBATAN DAN LISAN YANG KOTOR

Pasal yang pertama: Tuduhan (Mencakup 2 Pembahasan)

1. Pengertian Tuduhan 

2. Ancaman Untuk Melakukan Tuduhan 

Pasal yang kedua: Pertengkaran dan Perdebatan (Mencakup 3 Pembahasan)

1. Perdebatan dengan Perkara Batil 

2. Pertengkaran dan Perselisihan 

3. Pengobatan dari Bertikai dan Marah 

Pasal yang ketiga: Lisan yang Kotor (Mencakup 25 Pembahasan)

1. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Ucapan yang Ielek 

2. Meminta Hujan dengan Bintang 

3. Bersumpah dengan Selain Allah 

4. Bersumpah Palsu dan Mengungkit-ungkit Pemberian 

5. Memberi Nama dengan Raja dari Seluruh Raja 

6. Mencela Masa 

7. Meratapi Mayat 

8. Bersaing dalam Penawaran dengan Tujuan Memberikan Madharat

9. Pujian yang Tercela yang Akan Memitnah Orang yang Dipuji atau Ada Padanya Perkara yang Berlebihan 

10. Apa Saja yang Diperbolehkan dari Bentuk Pujian

11. Seseorang yang Membuka Aibnya Sendiri 

12. Mencela, Mencerca dan Mengolok-olok Kaum Mukmin 

13. Cercaan Seseorang Kepada Kedua Orang Tuanya Termasuk Dosa Besar 

14. Laknat 

15. Bolehnya Melaknat Pelaku Maksiat dan Orang Kafir Secara Umum, Tidak Secara Langsung Individu Mereka

16. Ucapan: “Karena Kehendak Allah dan Kehendak Fulan” atau “Kalau Bukan Allah dan Fulan” 

17. Ucapan: “Andaikata” dan Tidak Menyerahkan Taqdir Kepada Allah

18. Ucapan Seseorang: “Manusia Telah Celaka” 

19. Nyanyian dan Sya` ir yang Haram 

20. Janji Dusta 

21. Orang yang Memerintahkan ke Dalam Kebaikan Namun Dia Tidak Melaksanakannya dan Dia Melarang Dari Kejelekan Namun Dia Melakukannya 

22. Menyebarkan Rahasia Suami Istri 

23. Seseorang yang Bersumpah dengan Selain Agama Islam 

24. Menjadikan Orang Fasiq Sebagai Pemimpin

26. Murtad dengan Ucapan 

Pasal yang keempat: Wajibnya menjaga lisan
Info detail 

Iklan