Jika memiliki buah hati, namun tak sesuai dengan yang diharapkan. Tentu harus tetap bersyukur. 

Anak adalah titipan Allah, bagaimana pun rupanya. Jika sudah lahir dari rahim sendiri tetaplah menjadi buah hati. 

Seekor induk kucing pun, saat anaknya berbeda dari induknya. Masih tetap dirawat, disusui, dengan penuh kasih sayang. Tanpa ada rasa membedakan satu dengan lainnya. 

Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memiliki anak. Sebagai penerus generasi. Pewaris harta, ilmu dan genetik. Anak sebagai pelita hati, yang sejatinya akan menjadi teman hidup. Tanpa anak, dunia akan terasa sepi. 

Jika dalam artian anak sudah dirawat dan diberi pendidikan yang baik. Namun, justru tidak sesuai dengan yang diharapkan. Orangtua hanya bisa mengelus dada. Perasaan seorang Ayah yang telah bersusah payah menafkahi keluarga. Terkhusus untuk anak, jelas akan terluka. 

Perasaan ibu, selama 9 bulan mengandung pun akan lebih pedih. Sebagaimana anak tumpuan keluarga. Harapan orang tua. Hampir semua orang tua berharap anak menjadi sukses. 

Tak heran, membanting tulang siang-malam. Hanya demi anak. Tak ingin anak berkelakuan buruk. Terkadang banyak orang tua berkorban tangis, keringat demi pemenuhan kebahagiaan si buah hati. 

Ibu khususnya, lebih sering berkata “iya”meski berbohong. Demi melihat senyum tipis putra maupun putrinya. Mereka lebih sering mengalah, demi terwujudnya impian anaknya. Lebih sering menahan keinginan memenuhi kebutuhan sendiri, demi sang buah hati. 

Walaupun anak sudah berkeluarga, hakikatnya masih tetap anak. Walau beda tanggung jawab. Ironis, pepatah tua itu benar sekali. “Jika orang tua kaya, anak jadi Ratu. Jika anak kaya, orang tua jadi babu.” 

Kecewa rasanya jika memiliki anak yang tidak diharapkan. Tidak sesuai keinginan. Sejatinya, itu seperti hukuman. Jika semasa kita menjadi anak sering kali melawan orang tua. Maka balasannya saat kita menjadi orang tua. Akan memiliki anak yang bersikap kurang baik.

Banyak kisah klasik anak yang durhaka kepada orangtua seperti Maling Kundang. Doa orangtua sangat manjur. Jangan coba-coba menyakiti Ayah-Bunda. Jika ingin hidup beruntung. 
#Hari3

#BasabasiStore

#KampusFiksi

Iklan