Cinta adalah anugerah, banyak yang mengatakan seperti itu. Tanpa cinta kita tak akan bisa bersama orang lain. Cinta di sini tidak terbatas cinta antara lelaki dan perempuan. Makna cinta itu luas. 

Saat kamu merasa desiran kecil mengalun pada dadamu, itu bisa jadi cinta. Ketika kamu merasakan debaran hebat melihat sesuatu yang selama ini kamu tunggu, kemudian engkau mendapatkannya. Itu juga cinta. Kamu tak ingin saudaramu terluka, berjuang demi dia. Itu juga cinta. Kamu pernah marah kepada sahabatmu, sikap sahabatmu melenceng dari biasanya itu namanya cinta. Kamu selalu tepat waktu memberi makan hewan peliharaan, juga bisa dikatakan cinta. 

Well. Cinta itu luas. Banyak sekali maknanya. 

Kalau dalam KBBI cin·ta 1) suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup – kpd kami semua; — kpd sesama makhluk; 2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak — kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; 3) ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa — nya akan kemerdekaan; 4) susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi — nya ditinggalkan ayahnya itu;

Jelimet! Saya malah tambah bingung. Jadi cinta itu sebuah kata sifat yang mewakili perasaan manusia, berupa rasa suka, terpikat kepada lawan jenis, tertarik kepada hal unik, merasa takut kehilangan sesuatu, berbakti kepada orangtua, menyayangi sesama, dan melakukan apapun karena cinta. 

Ini yang bahaya, sebab kalau udah cinta. Otak ada di dengkul. Kenapa saya katakan berbahaya? Banyak orang jatuh cinta, tetapi tidak mengerti dengan maknanya. Terutama ABG (Anak Baru Gede), biasanya kalau cinta sama pacarnya sampai lupa waktu. Lupa sama segalanya. Seperti dunia hanya miliknya saja. 

Cinta bisa merubah logika menjadi fantasi. Menghayal, yang mustahil menjadi mungkin. Kalau udah cinta apa saja bisa diterobos. Gak mikir dah, mau itu dari kalangan bawah, menengah atau atas. Cinta tidak pandang bulu. Ada banyak pernikahan dengan modal cinta, tapi gak lihat Sikon (situasi dan kondisi). 

Jadi, ada kejadian. Dua pasangan kekasih sama-sama jatuh cinta. Tetapi, kedua orangtuanya gak setuju. Dipaksain. Yang satu kaya, yang satu melarat. Yang kaya cowoknya. Tetapi, harta itu warisan dari orangtuanya. Bukan hasil sendiri. Si cewek ngebet banget pengin nikah. Udah deh jadi, pas udah setahun. Berantem. Gara-gara ekonomi, perseteruan suami-istri mirip perang dunia. Piring bisa terbang. Aishh. Lah, iya! Mereka nikah gak dengerin kata orangtua. Cuma modal nafsu aja. Giliran si lelaki gak nafkahi. Ruwet. 

Itu salah satu cinta yang kadang bikin logika jadi fantasi. Cinta mah indah awalnya saja. Kalau udah lama pudar. 

Beda lagi kalau cintanya dilandasi dengan akal dan budi pekerti. Pasutri (Pasangan suami-istri) yang menikah dengan menggunakan banyak prinsip. Gak hanya modal cinta. Rata-rata rasa cintanya semakin lama semakin lengket. Seperi perangko sama surat. 

Yang jomloh dilarang baper. Biasanya cinta yang ini lebih mempertimbangkan banyak aspek. Daripada sisi ego yang tinggi. Mereka sadar cinta mereka demi mempersatukan kedua keluarga. Jadi, cari jalan aman.

Kok melebar, jadi bahas pernikahan. Ya! Cinta lebih identik dengan nikah. Tetapi, tidak sedikit yang menikah tidak dilandasi rasa cinta. Misalnya menikah karena dijodohkan. Atau karena terpaksa. 

Ngomongin soal cinta, banyak jenisnya. Cinta diri-sendiri, cinta pada orang lain, cinta pada binatang & tumbuhan, cinta pada benda (harta), cinta pada Allah, cinta pada anak, kalau sekarang zaman ya cinta pada gadget

Repot kalau udah cinta sama gadget, bangun tidur langsung cari Handphone. Hehehe … 99% orang ternyata melakukan ini. 

Ada lagi macam cinta, seperti cinta monyet, cinta murni, cinta keranjang, cinta uang, cinta keturunan, cinta hakiki, cinta-cinta lainnya. 

Lama-lama saya jadi pakar cinta. Cinta ada yang di dunia nyata, juga di maya, semoga gak ada cinta di dunia ghaib. 

Udah banyak kasus cinta di dunia maya, berakhir pada hal memilukan. Cinta kok disalahkan. Sebenarnya bukan cinta yang salah, nafsu itu loh. Cinta kalau ketemu nafsu = gila. 

Ada banyak penyimpangan remaja, karena mengikuti hawa nafsu. Bukan cinta. Seperti terlibat pada obat-obatan terlarang, tawuran, hingga seks bebas. Semoga dihindarkan. 

Karena cinta bisa melukai. Terkadang seperti itu, banyak yang jatuh cinta malah patah hati. Mereka yang notabene gagal menjalin sebuah relasi dengan kekasih. Sering melakukan hal yang fatal Misalnya, gak mau makan. Ngambek, sampai ada yang nge-fly,  menyayat tangannya dengan benda tajam. Itu mah, namanya bunuh diri secara perlahan. 

Tapi, biasanya yang melakukan hal itu para remaja labil. Yang baru tahu sama cinta.Tetapi, bagi mereka yang udah mengerti pasti bijak untuk move-on. Banyak hal yang positif yang lebih bermanfaat daripada hal rendahan yang tak ada gunanya. Misalnya, menulis. Terserah mau nulis, diary, puisi, cerpen atau novel. Asalkan tidak curhat di medsos. Bahaya … Bahayanya itu hanya membongkar aib. Nah, mending ikutan Writing Challenge yang selalu diadakan Kampus Fiksi. Lumayan dapat buku, jika beruntung. 

Bagiku cinta itu indah, walaupun aku pernah terluka karena cinta. Cinta yang membuatku mengerti bahwa tidak semua harus bersatu. Cinta itu … 

  • Cinta adalah pengorbanan yang tak meminta upah. Cinta sebuah harapan untuk hidup bersama. 
  • Cinta itu menghargai. Menumbuhkan rasa saling peduli. 
  • Cinta itu memiliki, walau banyak cinta tanpa memiliki. 
  • Cinta laksana mahkota bunga, menarik perhatian lebah. 
  • Cinta terlalu suci. Cinta yang hakiki saat seorang lelaki hadir untuk menyatakan cinta di hadapan keluarga pasangan. 
  • Cinta tidak membuatmu menanti, cinta itu pasti. Jika tidak pasti itu bukan cinta.
  • Cinta tidak sekedar SMS atau telepon, cinta diwujudkan dengan pengorbanan yang nyata. 
  • Cinta bukan hanya ucapan “I love you“, cinta diwujudkan dengan membawa rombongan keluarga untuk melamar. 
  • Cinta tidak selalu manis, cinta terkadang getir. Saat seseorang yang engkau cintai lebih memilih pergi, dengan alasan atau tanpa alasan.
  • Cinta tidak selamanya, terkadang cinta hanya sesaat. Datang untuk mengisi hati, kemudian lenyap dari sanubari. 
  • Cinta kadang sampai kepada seseorang yang dicintai, terkadang cinta juga tak sampai. Ada rasa ingin memilih, apa daya bagai pungguk merindukan bulan. Cinta yang bertepuk sebelah tangan. 
  • Cinta itu hanya sebuah ilusi, kadang tak sesuai ekspektasi. Kadang telah mengejar dengan banyak pengorbanan, malah mendapat sebuah penghianatan. 
  • Cinta itu bisu, terkadang hanya hati yang mendengar. Tanpa bisa mengungkapkan, tetapi kata bang Tere Liye “Dikatakan atau tidak itu tetap cinta”.
  • Cinta bagaikan sembilu, menusuk kalbu. Saat sosok yang kita miliki beralih pada orang lain, atau memilih pergi.

Cinta–bagaikan fatamorgana yang hilang oleh bias cahaya. Jua tak dapat dicekal oleh masa. (Baiq Cynthia). 

Sejatinya cinta sebuah kepastian, cinta itu murni. Bukan angan atau harapan, cinta hadir mempersatukan dua insan yang terkena virus jamu merah. Cinta memang tak ada yang abadi. Namun, cinta yang sejati, hanyalah cinta yang selalu bersama sampai maut memisahkan. 

#BaiqCynthia 

#KampusFiksiWritingChallenge

#KampusFiksi

#BasabasiStore

#HariKeempat

Iklan