Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi selalu dengan alasan. Tidak ada sebuah kebetulan yang beruntun. Pasti ada makna yang tersirat pada kejadian yang telah terjadi. 

Faktanya hidup tidak selalu tentang kebahagiaan, hura-hura, kesedihan, kesuksesan, kegagalan, dan pernak-pernik lainnya. Hidup adalah proses panjang yang masih harus ditempuh. Sekalipun jiwa sudah berpisah dengan raga. Masih ada kehidupan, dalam dimensi yang lain. 

Life is an adventure. Banyak orang yang sukses, mereka ditempah pada proses yang sangat lama. Seperti intan di dalam lapisan bumi. Dengan suhu yang tinggi, juga waktu yang lama. Sebuah karbon bisa berubah menjadi intan. Berbeda dengan arang. Dia hanya ditempah dengan suhu biasa, waktu relatif singkat. Hasilnya juga hanya arang. Padahal dibentuk pada unsur yang sama. Karbon. 

Alasan aku masih bertahan hidup hanyalah satu. Aku pantang putus asa. Menyerah. Itu bukan tipikal yang cocok bagi calon entrepreneur. 

Ada banyak buah yang manis, dan tak sedikit yang getir. Nikmati hidup, meski sepahit buah pare. Khasiatnya pun banyak. Gula memang manis, tetapi terlalu banyak akan menimbulkan penyakit. Jamu itu pahit, cukup dikonsumsi akan membuat sehat. 

Sebenarnya tak ada alasan untuk frustasi. Rangkaian kehidupan akan terus mengitari jalan. Kita tidak tahu, kesakitan, kesusahan, yang dialami saat ini. Barangkali akan berbalik menjadi kemudahan, kecemerlangan di hari nanti. Setiap usaha tidak pernah menghianati hasil. Pasti ada feedback. 

Walau bagaimana pun. Setiap ada rasa kesungguhan untuk menyambung hidup. Penuh liku-liku, terjal, aral melintang. Pasti ada masanya hidup nyaman. Jika pun tak berkesempatan untuk menikmati hidup yang diimpikan. Kelak, percayalah. Ada hidup yang kekal pada keabadian. 

Hakikatnya hidup akan berlanjut, boleh saja tempat tinggal berubah. Namun, jiwa harusnya sama. Pantang menyetah. Punya jiwa optimistik. Daya juang tinggi.

Ingatlah, Presiden B.J Habibie pernah merasakan ditolak rancangan pesawatnya. Tetapi Beliau sukses di negara lain. Barangkali kita bisa, meneladani sikap pantang menyerah yang dimilikinya. 

Cobalah simak sebuah kisah lama yang mungkin sebelumnya pernah mendengar. Kisah Kijang dan Harimau. Kijang memiliki kecepatan berlari yang luar biasa daripada Harimau. Kecepatannya setara 98,1 km/jam sedangkan sang predator 60-65km/ jam. Jauh ya, rentang kecepatannya. 

Tapi, mengapa sang pemangsa mampu menangkap Kijang? 

Sangat benar Kijang mampu berlari cepat, seperti angin. Tetapi, setiap berlari Kijang terlalu sering menoleh ke arah belakang. Menatap sang lawan yang ingin memangsanya. Setiap menoleh ke arah berlawanan. Kijang menghabiskan sepersekian detik untuk menoleh. 

Kecepatan berangsur berkurang, saat proses menoleh. Kijang tidak percaya diri. Dia takut Harimau bisa menyusulnya. Itu sebabnya, mengapa Raja Hutan bisa menangkapnya dengan mudah. 

Pelajaran ini bisa kita petik, bahwa dalam hidup pun sama. Tidak perlu terlalu lama menyesali yang telah terjadi. Melihat masa lalu hanya membuat kita semakin rapuh. 

Percayalah, hidup tak mudah ditebak. Namun, bisa diupayakan. Sesulit apa pun hidupmu saat ini. Kelak akan berbuah kemudahan.

Jika ada kemarau panjang, akan ada masanya musim hujan. Air yang menumbuhkan benih harapan. Percayalah dan jangan menyerah. 

Hidup bukan untuk mencari alasan, tetapi alasan untuk hidup hanyalah hidup. 

#BaiqCynthia

#KampusFiksi

#HariKeTujuh 

#BasabasiStore 

#WritingChallenge7Days 

Iklan