Catatan Imut, Perjalanan Gadis Gendut. 

​Akhirnya tamat juga membaca buku yang tebalnya tidak begitu tebal. Eh, maksud saya buku ini memuat banyak kisah. Saking banyaknya saya tidak hafal berapa bab saya habiskan untuk tertawa, tersenyum, terkekeh, terharu, salut. Semuanya. 

“Go Internasional.” Sebuah buku yang langsung saya dapatkan dari penulis kece yang baik hati. Sebuah kenang-kenangan pernah berjumpa. Pertemuan yang tak di sangka. 

Sebelumnya, tak pernah terbetik dalam hati menentukan hari bertemu dengan Mbak Hayyu. Mengingat saya tinggal di Situbondo. Tidak di Malang lagi. Yang udah janjian malah gak bisa hadir. Itulah hidup. Seperti kisah-kisah ciamik yang sarat makna. 

Buku berbalut cover pink yang bersimbol melankolis-feminim di terbitkan oleh Stiletto. Saya suka sekali dengan layoutnya. Simple elegan gitu. 

Kita bisa saja pergi ke Luar Negeri. Tak harus karena prestasi. Tetapi karena mimpi yang kuat. Begitu yang bisa dapat dari kisah ini. Penulis imut ini mengajak saya travelling keliling Indonesia. Malang, Yogyakarta, Bali, Bandung, Ibu kota Indonesia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong. 

Gaya penulisan asyik, dijamin ngakak terus. Cerita yang tragis dirubah menjadi comedi. Hebat banget dan Penulis yang doyan banget berburu kuliner. 

Ada satu kutipan yang benar-benar terkadang membuat nadi berhenti berdetak 0,01 detik. 

Beranilah bermimpi, entah mimpi kecil atau mimpi besar. Yakinlah Tuhan akan mendengarkan mimpi-mimpi kita. Di waktu tepat yang tak terduga Dia akan mengabulkan segalanya dengan cara yang tak terduga pula dan membuatmu menjadi manusia hebat. Halaman 91.

Sebuah catatan perjalanan meraih mimpi. Meski mimpi terbesar ternyata ada di sekitar. Mimpi tak harus tentang glamor. Bagi penulis mimpi adalah bagaimana orang bisa percaya kepada kita. Kita bisa memberikan uluran kepada orang lain. 

Tak ada gading yang tak retak. Terlepas dari kesalahan tulisan. Maupun tanda baca. Saya merasa terlalu banyak brand yang dipaparkan. Namun, dibalik demikian saya yakin penulis hanya ingin give and share. 

Melepas buku ini hanya ingin memeluknya. Percayalah, kamu akan merindukan buku ini. Saat ada tugas yang lebih penting. Wajib bagi kamu yang ingin pergi meninggalkan Nusantara. Membaca catatan Go Internasional. 

*)Terima kasih saya haturkan kepada penulis yang berbaik hati memberikan pengalaman besar lewat buku ini. Ditunggu buku selanjutnya. Semoga bisa bertemu dengan impian terakhir yang belum mengajaknya ‘terbang’.

Situbondo, 19 Maret 2017

Baiq Cynthia

Iklan