Detik ini, engkau deklarasikan tentang sebuah rasa. Rasa fatamorgana yang seolah ada. 


Ribuan detik lalu, engkau membawa pergi potongan hatiku. Engkau terbangkan. Menyusup di garis langit 

Kini terhenti pada satu titik, yang bernama semu. 

Terima kasih telah pernah hadir, dalam bingkai cinta yang bernama fana. 

Aku tidak menyesal pernah bertemu denganmu. Sejatinya, tidak ada yang hadir dalam hidup kita tanpa skenario-Nya. 

Terima kasih kau pernah membebat luka di hati. 

Meski kini tanpa engkau sadari, darah segar sudah mengalir meski semu. Itu yang disebut luka tak berdarah. 
Aku bersyukur, jarak yang memisahkan. Setidaknya membekap relung tuk berjumpa. Tentang harapan itu (?)

Masukkan dalam makam abadi. Biarlah dia sampai lebih dulu membelah angkasa. 

Tentang anganku, biarkan tenggelam dalam rantai waktu yang melesat cepat. 

Aku menyadari. 

Seindah-indahnya mutiara, akan sulit tuk digenggam. Harus menyelam ke dasar lautan. 

Engkau mutiara hitam yang jarang kutemukan. Tapi, aku sadar. Aku tidak bisa menyelam hingga palung samudera. 

Biarkan kutitipkan rindu pada riak gelombang laut.

Biarkan kuhanyutkan rangkaian yang tak pernah hadir pada buih ombak. 

Biarkan aku menekur bersama sepi. 

Biarkan aku menatap jauh dalam mimpi.

Biarkan saja. 

Dituturkan atau tanpa diutarakan, rindu itu masih tersemat. 

Bergumul dalam berkas cahaya yang pelahan redup.

Kupanggil … Senja. 

Ikut tenggelam bersamamu. 
#Situbondo24417

#BaiqCynthia 

Iklan