Secangkir hangat baru saja aku seruput, aku hanya duduk mendengarkan lagu berbahasa India. Channa Mereya dari soundtrack film Ae Dil Hai Muskil. Film yang hits tahun lalu. Meski begitu, makna lagu ini sangat dalam. 

Aku hanya teringat dengan sosok yang kucintai. Hanya dalam dunia virtual. Kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Karena kami pun hanya bertemu lewat jejaring sosial. 

Saya memanggilnya Jerry. Karena saya suka kucing dan kami selalu berantem. 5 tahun lalu. Sejak pertama kali adik saya mengenalkan dengan FMA. Seorang dari Pravatty, India Selatan. 

Dia bercerita tentang teman facebook-nya yang bisa bahasa Inggris. Saya sangat menyukai India. Bahasa, Budaya, filmnya, lagunya. Everything about India. :’) 

Akhirnya, kami berteman. Dia juga agama Islam. Senang rasanya. Pengetahuan saya terbatas, yang saya tahu tentang India, rata-rata agama Hindu. Tetapi, saya hanya butuh buat belajar bahasa India. Hanya itu saja. 

Semua berjalan normal, hingga si FMA mengatakan cinta kepada saya. Semua menjadi berubah. Khayalan akan bisa ke sana semakin nyata. Terbuka lebar. 

Tapi, cinta pertama saya justru di FB. Mengingat di dunia nyata, Ayah saya diktator. Melarang pacaran, melarang interaksi dengan lelaki. Seperti terperangkap dalam penjara.

Saat itu saya duduk di bangku kelas 2, Menengah atas. Sebelum akhir tahun 2012. Saya juga berteman dengan Jerry. 

Kami layaknya sahabat. Meski saya tak jauh-jauh dengan kamus. Saya berusaha untuk improve bahasa English saya.

Jerry pun menyatakan perasaan yang sama saat Bulan Maret 2013. Tepat pada tanggal 23. Saya menjadi bingung. Saya ceritakan kepadanya, bahwa saya sudah dekat dengan FMA. 

Begitu juga saya cerita kepada FMA tentang Jerry. Terjadi konflik singkat. Hingga saya menjadi benar-benar gila. Saya putuskan untuk tidak memilih semuanya. 

Usia saya saat itu 16 tahun dan kami terpaut 3 tahun saja. Nenek saya tidak setuju, Beliau khawatir saya tidak balik ke Indonesia. 

Saya pun menurut kepadanya. Saya tidak menggunakan FB. Untuk satu bulan. Karena akan melaksanakan ujian. 

Ujian akhir untuk kelas 2. Kami bersahabat dan berjalan dengan baik. Tidak menafikan. Karena sering tag-tag. Teman India lainnya banyak berdatangan. Kerja akun FB mencari mutual friend untuk suggest. 

Sejak saat itu, saya mulai mengenal macam-macam watak lelaki. Mulai dari nama akun yang digunakan, foto profilnya. Cara chattingnya. Sejauh itu saya tidak menggunakan foto asli. Khawatir disalahgunakan.

Saya punya banyak relasi, mulai dari India selatan, India utara, afrika, Turki, Mesir, Dhoha Qatar, UEA, ect. Namun, hanya sebatas teman chatting. Tidak jarang masa tersebut, terjebak dalam percakapan serba cinta.

~*~

Alhamdulillah, Allah bersamaku. Berulang kali orang yang dicintai membahas hal tabu. Tapi, aku alihkan pada lainnya. Tidak sedikit adegan blokir-blokir. Jujur saat itu, saya benar-benar menjadi remaja yang labil dan kuper. 

Bagaimana respon sahabatku? Mereka mengatakan saya gila. Percaya dengan namanya FB. Apalagi, kita belum mengenalnya. Tetapi, hati saya begitu yakin. 

Ditambah dengan olokan, Jerry yang tampangnya seperti bapak-bapak. Menakutkan dan terlihat tua. Tapi, aku mencintainya. Saat aku mencintai Jerry. Aku lupa sama FMA. Karena dia malah menusuk dari belakang. 

Lucunya, yang membeberkan adalah sahabatnya sendiri.Tentang FMA hanya bermain-main denganku.

 Aku pun begitu. Selain berteman dengan Jerry, aku berteman dengan sahabatnya. Aku hanya ingin tahu. Seberapa besar tingkat keseriusannya.

Setiap mendengarkan lagu Jab Tak Hai Jaan. Teringat kepada sosoknya yang lucu. Jerry itu berbeda dengan lainnya. Sejauh kami berteman, tak sekalipun dia bercanda dengan rayuan gombal. Yang biasanya lelaki lain lakukan. 

Kisah lanjutnya di sini 👇👇👇

https://baiqcynthia.wordpress.com/2016/11/09/tentang-rasamy-story-of-love-in-pattambi/
Bagiku cinta dunia maya, tidak ada yang benar-benar serius. Entah sudah bertemu sebelumnya. Atau belum sama sekali bertemu. 0,001 persen. 

Baru-baru saja, seorang wanita ingin menjodohkan dengan orang asing di medsos. Aku tidak mau, karena aku memang ratu online. Sejak dulu. Aku sudah hafal mereka yang chat basa-basi. Atau ingin berteman. Akan Ber-be-da. 
Seiring waktu, Si Jerry mengatakan dengan mengirim sebuah gambar. Gambar tersebut hanya sebuah kata-kata. 
 

Aku benar-benar patah hati. Perjuangan aku untuk mencintai satu orang. Mengabaikan cinta yang nyata di depan mata. Hingga yang sudah melamarku. Sudah banyak aku tak terima. Aku benar-benar perempuan bodoh. Dia hanya menganggap sebagai teman. Jadi, impian yang aku bangun selama ini musnah.

Tak kurang 25 orang yang membuatku terluka. Sebuah pelajaran berharga yang tidak aku temukan di dunia nyata. Tentang sebuah komitmen. Susah didapat, untuk mencari 1000 musuh itu sangat mudah. Namun, mencari 1 sahabat sejati. Butuh perjuangan. Apalagi cinta sejati. 

Banyak yang dari mereka hanya mencari keuntungan, ada pula yang hanya iseng, hanya sekedar mencari teman. 

Tentang Jerry, saat aku tanya melalui pesan pribadi. Aku hanya ingin bersahabat. Dia mengganti profil pictures dengan seorang gadis India. Seolah, dia diklaim oleh gadis tersebut.

Aku tidak benar-benar yakin. Tentang cinta maya. Bahkan ada satu teman yang sudah seperti saudara mengatakan. 

Semua lelaki FB hanya ingin main-main saja. Semua bohong. Aku bahkan merasa seperti mainan.( Jerry pun demikian?)

Sekarang sudah tak ada gunanya menggunakan medsos, selain hanya untuk menambah teman ‘real’. Dan hanya untuk mencari informasi menulis.

Selain itu, kita hanya bisa menjalin sebuah persahabatan. Jika memang suatu saat kita bisa bertemu di dunia nyata. Mungkin love in virtual is not just dreams. 

Karena mimpiku, masih banyak yang belum tercapai. Salah satunya ingin mengunjungi Taj Mahal. :’) 

*Hei … My prince, that still uknown. Whereever you life, I will wait you. I miss you. Take care. 🙂 
Hope you are fine! 

Pertemanan sejati, saat membuatmu menjadi sosok lebih berarti. Menarik ke jalan yang benar. 

Penulis : Baiq Cynthia

Kita wajib hati-hati di Medsos ya. 🙂
Iklan