Ramadhan … sudah empat hari terlewati. Alhamdulillah, sejauh ini masih diberi kemudahan oleh Allah. Hingga rasa sehat yang begitu mahal harganya, masih disematkan bagi mereka yang berpuasa. 

Sebelum Ramadhan Tiba, terlalu banyak waktu yang telah dihabiskan dalam kerugian. Sepanjang bulan, minggu, hari, bahkan jam. Banyak di antara kita yang terjerumus dalam gelombang nafsu syahwat, kegiatan sia-sia dan kenikmatan. 

Hal-hal di luar Ramadhan yang begitu hedonis membuat hati menjadi keras, jauh sisi Rabb. Pemilik langit dan bumi. Kenikmatan dunia yang sesaat membuat lalai dengan akhirat dan lupa akan kematian.

Ramadhan bulan yang penuh berkah, satu-satunya bulan yang Allah limpahkan rahmat. Dibuka pintu syurga selebar-lebarnya. Ditutupnya pintu neraka dan dibelenggu para syetan. Bulan Ramadhan adalah tempat untuk mengevaluasi diri. Melunakkan hati dan menyucikannya.

Hikmah Ramadhan … Agar Bertakwa. Sebagai rukun Islam ke-4. Mewajibkan kaum muslim yang beriman untuk berpuasa. Sebagai mana surat Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Takwa yaitu sifat yang bila ada pada manusia akan membangun gaya hidup yang unik yang senantiasa mendorongnya untuk melakukan kegiatan kebaikan dan ketaatan, sekaligus menghalaunya dari perbuatan buruk dan maksiat, dengan motivasi mendapatkan pahala dari Allah dan takut tertimpa adzannya. (Hal 15, buku Hikmah Ramadhan, Agar Bertakwa). 

Kuncinya menahan diri tidak makan, minum dan bersetubuh. Kuncinya terletak pada hati. Ia harus membersihkan hati dari segala macam kotoran yang menodai seperti dengki, kebencian, iri hati, prasangka buruk dan permusuhan. Kunci lainnya adalah lisan yang menjadi juru bicara ekspresi anggota badan, aparat menyampaikan puasa. (Pujangga Ibnul Mu’tamir: hal 16)

Puasa hukumnya Wajib! Kecuali ada hal yang diperbolehkan untuk tidak puasa (udzur), seperti haid, sakit maupun nifas.

Seperti hadits yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari, Abu Dawud dan Tirmidzi:

“Barang siapa yang berbuka ( tidak puasa) satu hari ( di bulan Ramadhan) tanpa alasan yang meringankan (rukhsah) atau sakit, maka Ia tidak dapat menggantikannya dengan berpuasa sepanjang masa, sekalipun ia benar-benar melakukannya.” (HR. Bukhari, Abu Dawud & ,Tirmidzi)

Bulan Ramadhan juga sebagai ladang meraup pahala. 

Berlomba-lomba dalam kebaikan, menjaga kesehatan, memperbanyak do’a dan dzikir, membaca Al-Quran menjadi momentum yang berharga. 

Selain itu memperbanyak sedekah, mengkaji dan menghayati Al-Quran. 

Akankah Ramadhan, akan kita temui lagi? Kita bahkan tidak tahu kapan ajal menjemput. Hanya dengan berusaha istiqomah. Insyaallah Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terindah dan terbaik.

Semoga kita bisa dipertemukan dengan hari Kemenangan. Aamiin.

Insyaallah. Barakallah fii kum.

Peresume: Baiq Cynthia. 

Situbondo, 4 Ramadhan 1438H

(30 Mei 2017)

~*~

*)Mohon maaf belum bisa menampilkan cover buku. Insyallah segera. 

Iklan