Kamu tak perlu mencicipi, buah pare itu jelas pahit.
Kamu tak akan tahu Nangka itu manis atau tidak, hingga kamu keluarkan isinya. 
Kamu tahu lintah penghisap darah, lantas kamu menghindar.
Kamu juga tahu air laut asin, kamu mendekat bermain dengan ombak.
Tapi kamu lupa … Kamu tidak mengetahui kedalaman palung. Hingga kamu menyelam.
Apa yang kita lihat terkadang perlu dicek kebenarannya. Pun apa yang mereka katakan terkadang perlu mendengarnya.
Tetapi, saat mereka mengucapkan hal yang memang bukan ‘porsi’nya. Sebaiknya mencari ruang yang lebih menenangkan. 
Karena tak semua harus didengarkan, tak semua harus diabaikan. 
Cobalah memberi kesempatan kedua. Kita bukan radar hati. Yang bisa mengetahui perasaan seseorang. Ada yang Maha membolak-balikkan hati.
Karena final test tetap dari ketentuan-Nya.
Bahkan jika ditanya apakah kamu mencintainya? 
Aku tidak benar-benar mencintai siapa pun hingga sosok yang digariskan untuk saya. Benar-benar dititipkan amanah. 
Karena life is like a joke. 
~Celoteh Aiq

Iklan