Hari Ke-6

Setiap bayi yang dilahirkan di muka bumi ini suci, baik, lucu dan masih bersih. Namun, orangtua yang menentukan masa depan si kecil. Orang tua pula yang membentuk karakter. Setiap orangtua pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Tetapi, Ada 3 pembentukan individu; orangtua, lingkungan dan teman pergaulan. 

source : pic in twitter
Saya rasa setiap orang berhak untuk kebaikan. Karena manusia terdiri dari dua sisi. Baik dan Jahat. Tak bisa dipungkiri. Hanya yang memberikan perbedaan seberapa besar persentase keduanya. 

Saya jadi teringat kepada salah satu film yang populer tahun lalu. Sanam Teri Kasam. Berkisah seorang mafia yang bertahun-tahun di penjara. Lalu bebas, jatuh cinta kepada gadis polos sebagai penjaga perpustakaan dan pecinta buku.

Lelaki yang penuh tato itu meminta rekomendasi buku, buku bagi orang yang baru keluar dari penjara. 

Saya melihat sosok lelaki yang baru bebas dari penjara pun suka memberi susu kepada kucing. Walaupun banyak orang mengecap ‘bajingan’. Mengingat perilakunya diluar tatanan hukum masyarakat. 

Uniknya dalam kisah ini, mereka saling jatuh cinta. Dengan ribuan konflik, sebelum mereka bersatu. 

Satu hikmah yang bisa dipetik, tidak bisa menilai orang hanya dengan tampilan. Kita bisa tahu perilaku orang melalui sikapnya, perilaku dan sudut pandang.

Berikan setidaknya tiga alasan bahwa kamu pantas memiliki pasangan hidup yang baik. #Harikeenam (Writing Challenge #7DaysKF #Basabasi)

Pertama, Saya sedang dalam tahap proses memperbaiki diri. Motivator yang saya kagumi berkata, “Seseorang yang selalu mengupgrade dirinya akan disandingkan dengan sosok yang setara.” Pasanganmu cerminan dirimu. 

Source: Instagram

Kedua, sudah banyak dipertemukan dengan orang tidak baik. Itu pertanda, harus bisa menjadi sosok baik. Setidaknya bisa bertingkah laku yang baik, minimal senyum setiap bertemu orang. Sebuah senyum, sama halnya berbagi kebahagiaan, juga membangun relasi yang baik. Hingga berkumpul dengan orang baik. 
Saya yakin diantara teman saya, pasti ada yang merupakan jodoh saya. Karena jodoh hakikatnya dekat. Dekat di sini bukan konotasi dengan jarak. Akan tetapi, jiwanya yang serupa. 
Terakhir, saya tumbuh dan dibesarkan di keluarga baik. Juga lingkungan yang baik. Bahkan Ayah saya sangat melarang keras pacaran. Demi menjaga buah hatinya. Selain itu pula sejak dini sudah dikenalkan dengan agama.

Source: Instagram

Tanpa Agama hidup terasa kosong. Sehingga saat akan melakukan hal yang kurang baik, bisa diminimalisir. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. 
Saya juga insan yang lemah. Banyak sisi kekurangan. Hanya dengan memiliki pasangan yang baik, bisa saling memperbaiki. 
Saya wanita. Wajib bagi saya mencari pemimpin yang baik. Seorang yang nantinya tak sekedar berstatus sebagai suami, namun kepala keluarga. Seorang ayah yang memberi teladan kepada anak. Membimbing istri, menemani setiap proses perjalanan hidup. 

 source : unname

Kebaikan tak mutlak sebuah kesempurnaan. Namun, kesempatan untuk sempurna selalu tentang kebaikan. Karena manusia tidak ada yang sempurna. Maka kebaikan yang akan menutupi keburukan. 
Penulis : Baiq Cynthia

Iklan