Biasanya si Babe suka sensi, kalau lihat anaknya bahagia. *Ambivert kalau bahagia suka senyum gak jelas.

Tapi, mungkin tadi karena jam sarapan. Juga kebetulan q_time. Aku kasih tahu video mbah buyut, 4 hari lalu. Waktu ambivert masih fit, sempat silaturahmi. Aku ndak sengaja geser foto salah satu sepeda motor *mantan. :v Yang bertanda bintang diabaikan. 

Spechless! Aku biasa aja. Wong juga udah lama end_nya. Tapi gak pernah main blokir-blokir. Musuhan atau balikan. Gimana sih kalau permen dah jatuh? Kan gak mungkin dipungut. Jadi, sebelum buang permen, pikir matang-matang. Perasan bukan permen karet yang elastis. :p

Gak pernah ketemu. Jarang kontak. Ndak penting. :3 Suka aja lihat motornya. Mirip punya Babe. Tapi lebih maco. Knalpotnya mirip sepeda GL.

Jeng jeng … 

👴 : “Bagus!”

👧 : “Punya teman, India.”

👴 : “India?” *Mulai bingung dia. 

👧 : “Iya, India … negaranya.”

👴 : “Sepedanya, buatan India?”

👧 : “Iya, lihat saja plat nomornya aneh, mereknya juga asing.” *Sedikit bolak balik tiga foto yang ada.

👴 : “Suruh bawa ke sini!”

👧 : !@#%&* (Udah end, Beh! Cari yang lokal aja.)

Moment pas buat ngobrol sesuatu. Endingnya, Babe hanya geleng-geleng.

🙊 Pagi-pagi sudah semangat! 😁 

Percayalah Beh, Anakmu gak akan mengecewakanmu. 💕

Komunikasi itu penting, semakin banyak intensitasnya. Makin erat hubungan keluarga. Sayang sekali! Era gadget menumbuhkan serba cepat, serba instan. Bahkan rela ndak pulkam. Gara-gara ada video call.

Ada lagi, era gadget lebih banyak senyum sendiri sama hapenya. *akwawwww

#SelamatBeraktivitas

Iklan