Senang rasanya bisa membaca buku ini, sejak membaca pengumuman terpilihnya novel ini menjadi juara utama. Saya langsung jatuh cinta. Alhamdulillah, berkat give away yang diadakan langsung oleh penulis dan penerbit. Saya, diberikan kesempatan yang luar biasa–membaca karya Aster untuk Gayatri. 

~*~

Novel pilihan juara pertama lomba Novella Mazaya Publishing House 2017. Membuatku terpikat sejak pandangan pertama. Covernya seolah merayuku, untuk menjamahnya.

Buku yang ditulis dengan bahasa mendayu-dayu, syahdu. Berhasil membuat pembaca terpaku, khususnya saya. Puitis namun berisi. Penulis lihai dalam mengolah kata. Setiap tangkai kata aster seolah mewakili kisahnya. Gayatri.

“Akulah asternya,” bisik Gayatri sarat sakit hati. “Aku selalu mengerti kalau tiada seorang pun yang akan memilih aster di tengah rimbun mawar. Termasuk kau.” (Halaman. 110)

Berkisah tentang Gayatri yang telah membuat Giran jatuh hati. Jatuh hati di antara dua pilihan, ada atau tiada. Persamaan latar belakang—luka, memunculkan petasan-petasan kecil dalam perut saat bertatap muka. 

Kisah romantisme dan drama tersisip dalam buku ringan setebal 160 halaman. Pembaca dihipnotis setiap pergantian bab-nya. Oleh sapuan kata-kata.

Tak hanya suguhan kisah yang menyayat hati. Ada beberapa gambar pendukung yang entah tak paham maksudnya. Karena tak ada caption. Turut membangun suasana. 

Setiap bab pun, bagai diiringi nada dalam kata. Puisi yang mem-baper-i. Beberapa kutipan yang menjadi favorit saya;

Telah kubunuh setiap kamu. 

Dalam setiap harap. 

Dan jeri yang terkumpul.

Pada do’a-do’a.

Tak ubahnya timun-timun Jepang. (Halaman 60)

Mencintaimu bagai membasuh basah bola mata dengan air laut,

Lalu

Kalikan sejuta pedih-perihnya. (Halaman 74)

Cinta seorang gadis yang harus dilepas demi membalas budi? Tetapi, hanya persetan cinta yang didapat. Cinta tak ubahnya transaksi. Tak hanya di era daring. Saat rakus mengikis benih cinta–bahkan menumpasnya.
“Dulu, kaulah alasannya untuk tetap hidup. Kaulah alasan untuk tetap bertahan ketika badai kehidupan menggantikannya.”(Halaman 127) 

Novel ini sukses mengaduk-aduk perasaan pembaca. Di mana tiap bab berisi banyak konflik. Alur yang digunakan maju-mundur. Laksana terombang-ambing dalam rolling coster . Jeri pun menyenangkan

Terlepas dari beberapa kesalahan kata, saya tidak merasa terganggu saat membaca. Malahan, banyak kosakata baru yang mulai tertanam dalam neuron.

Aster untuk Gayatri sangat rekomen bagi pencinta bunga maupun cerita romantisme. Kalau boleh memberi rating dari angka 1-5 saya ingin memberi 3.9.

Blurb: 

Telah kularungkan

Kepada Gayatri

Tiap-tiap kesedihan

Jua

Perih-pedih

Masa Lampau
Dan telah kuwariskan

Kepada Giran

Cerita-cerita luka

Tentang rindu

Yang 

Dipandanginya lama-lama

Pun telah kuhidangkan

Kepada kamu

Seorang 

Kisah-kisah tentang 

Apa-apa 

Yang harusnya

Ada

Dan apa-apa

Yang mestinya

Tiada
Judul : Aster untuk Gayatri

No. ISBN : 978-602-6362-35-3

Penulis : Irfan Rizki

Penerbit: Mazaya Publishing House

Tanggal terbit: Cetakan pertama, April 2017

Jumlah Halaman : 160 halaman
*) Ucapan terima kasih yang mendalam kepada penulis yang memberikan kesempatan kepada saya, untuk bisa menggenggam langsung. Meski seperti mimpi. Semoga produktif. Salam literasi. 

Iklan