Menulis Membuatmu Gendut


Coba deh baca sambil senyum, Menulis Membuatmu Gendut. Loh kok bisa? Entahlah dari mana saya bisa menyimpulkan begini. Sejak dulu impian saya bisa menaikkan berat badan, nyatanya berat badan selalu stabil malah merosot. Empat bulan yang lalu tepat pada acara bazar buku KPMS dan GSM juga beberapa komunitas lainnya diminta berpartisipasi dalam acara pameran agenda rutin tahunan, saya dan teman-teman bisa bertemu, yang biasanya hanya interaksi lewat media sosial.

Baca lebih lanjut

Iklan

Intip Kepribadian Ambivert


Malming mah, mendekam dengan buku. Karena ambivert terlalu suka dengan dunianya sendiri. Sampai kadang dia enggak peduli banget dengan dunia luar. Emang sih banyak yang bilang ambivert itu gak peka.

Source picture : Google

Malas banget buat ngertiin perasaan orang. Bodo amat! Dalam pikiran Ambivert hanyalah dunianya, tenggelam dalam dunianya. Dia pun jarang berinteraksi dengan dunia luar. Itu pun kalau penting saja.

Dalam kamus dia hanya fokus pada apa yang harus diimpikan, yang berusaha menghambat akan disingkirkan. Beda lagi dengan prospek masa depan ambivert, dia cenderung santai tapi punya target yang jelas. Bahkan pohon impiannya cabangnya banyak. Terkadang dia malah tidak bisa mewujudkan karena terlalu banyak yang diprioritaskan.

Ambivert orangnya kalem, sabar dan perhatian. Buktinya banyak orang-orang percaya sama si ambivert sebagai tempat curcol [Curahan Colongan], kadang hanya memanfaatkan ambivert saja.

Tetapi, uniknya dari sisi ambivert ini tidak pernah merasa berhenti untuk berproses, baginya kegagalan ada kesuksesan yang ter-pending. Dia hanya butuh waktu untuk mengobati lukanya. Setelah itu kembali mencoba.

Ambivert sering dibilang makhluk kaku, memang begitulah ciri unik lainnya. Dia akan sulit memulai, tapi saat sudah terbiasa menjalin komunikasi. Biasanya akan sulit untuk berceloteh.

Ada hal yang tidak melulu soal ‘idela’. Terkadang sosok ambivert lebih mengedepankan sisi bermanfaat menyampingkan rasa egonya demi orang lain. Ambivert terkenal dengan sebutan pendiam dan ramai di saat yang hampir bersamaan.

Adakalanya menjadi sisi yang cenderung adem ayem, tapi saat kebahagiaannya terkoyak dia akan menjadi menyeramkan. Bisa melahap apa pun demi harga dirinya. Dia bisa berubah menjadi keras dan agresif. Bila orang tak mengenalnya, lebih cenderung pada hal keras kepala.

Seseorang yang bisa meluluhkan dirinya hanyalah sosok yang manis, pendiam sangat care juga humoris. Tetapi, ambivert lebih suka menyambut teman lama daripada memulai dengan yang baru. Itu mengapa ambivert menjadi sosok yang pantang untuk move on. Butuh waktu lama untuk meyakinkan dirinya, bahwa semua telah berakhir.

Terkahir ambivert tidak pernah sangsi dengan pikirannya. Sekali waktu bilang tidak, maka tidak akan pernah dia lakukan. Tetapi, jika sudah berkata ‘iya’ sesulit tembok China akan dia terobos. Perlu dicatat ambivert tipe yang suka dengan tantangan.

Jangan pernah bermain api dengannya, atau dia tak akan memperdulikanmu lagi.

Salam dari Ambivert.
Situbondo, 20 Januari 2018

Jika Hati bukan Jodoh


Permasalahan hati tiap insan tak sama. Ada yang memilih jatuh cinta tiap saat tapi tak sedikit yang memilih untuk tidak mendekati cinta.

Cinta itu rahmat Allah. Setiap hamba-Nya pasti diberikan keteguhan untuk saling menyayangi, naluri untuk membantu dan segalanya. Tapi, saat kita terlalu condong pada hati? Tanpa menyertakan akal dan pikiran. Manusia seakan menjelma makhluk lainnya.

Baca lebih lanjut