Menulis Membuatmu Gendut


Coba deh baca sambil senyum, Menulis Membuatmu Gendut. Loh kok bisa? Entahlah dari mana saya bisa menyimpulkan begini. Sejak dulu impian saya bisa menaikkan berat badan, nyatanya berat badan selalu stabil malah merosot. Empat bulan yang lalu tepat pada acara bazar buku KPMS dan GSM juga beberapa komunitas lainnya diminta berpartisipasi dalam acara pameran agenda rutin tahunan, saya dan teman-teman bisa bertemu, yang biasanya hanya interaksi lewat media sosial.

Lagi

Iklan

Cara Mengejar Sukses, Pertama Bersyukur.


Tak perlu banyak tingkah, saat apa yang sedang kamu perjuangkan itu berada di akhir perjalanan lebih cepat.

Lagi

Emosi Bukan Teman Baikmu ~ Baiq Cynthia


Seringkali ucapan seseorang yang paling dekat pada kita membuat kubangan luka yang sangat dalam, itu mengapa kita terpancing untuk mengeluarkan emosi. Emosi atau rasa marah selalu membawa dampak yang tidak baik kepada kesehatan, misalnya menimbulkan stress, depresi hingga pada ketidakstabilan antibodi berujung sakit.

Lagi

Saat Terjatuh Wajib Bangkit!


Mengapa seseorang bisa down?

Saya bukan pakar psikologi. Tapi, saya punya pengalaman yang mungkin bisa dijadikan bahan kontemplasi bersama.

Lagi

Menulis–Guru Kehidupan


Terkadang apa yang kita harapkan dengan sangat dalam pasti akan terwujudkan. Tidak ada yang instan. Semua butuh proses panjang. Menikmati proses belajar dengan kejujuran dan komitmen.

Lagi

Intip Kepribadian Ambivert 


Malming mah, mendekam dengan buku. Karena ambivert terlalu suka dengan dunianya sendiri. Sampai kadang dia enggak peduli banget dengan dunia luar. Emang sih banyak yang bilang ambivert itu gak peka.

Lagi

Tentang Bisikan Rinai Hujan~Baiq Cynthia


Manik mataku merasa panas saat beberapa kilasan cerita begitu melesat dengan cepatnya. Kaki terus berlari meski bercak-bercak bening mulai berceceran di antara sepasang sepatu yang bergantian berpacu. Mendongak ke atas, langit begitu kelabu dan sepertinya hujan deras akan datang.

Lagi

Perasaan Tak Akan Pernah layu.


Lima ratus lima belas hari yang lalu. Sebongkah hati masih tertanam di sana. Entah berapa hari lagi. Membiarkan terpendam. Hanyut dalam bisingnya hidup. Sebelas purnama lalu aku melihatmu.

Lagi

Jika Hati bukan Jodoh


Permasalahan hati tiap insan tak sama. Ada yang memilih jatuh cinta tiap saat tapi tak sedikit yang memilih untuk tidak mendekati cinta.

Cinta itu rahmat Allah. Setiap hamba-Nya pasti diberikan keteguhan untuk saling menyayangi, naluri untuk membantu dan segalanya. Tapi, saat kita terlalu condong pada hati? Tanpa menyertakan akal dan pikiran. Manusia seakan menjelma makhluk lainnya.

Lagi

Menunda Tugas sama dengan Menumpuk Masalah


Picture from free picture
Terkadang tanpa sadar kita terlalu menyia-nyiakan kesempatan. Kesempatan untuk menyelesaikan sebuah tugas (red. masalah). Harapan dalam lubuk hati biasanya tentang ada lain waktu untuk menyelesaikan tugas. Satu hari membiarkan tugas terbengkalai hari esoknya akan bertambah satu lagi tugas yang belum selesai.

Pernahkah mencoba menyusun sebuah gelas plastik menjadi sebuah menara? Coba ambil satu saja gelas itu di paling dasar (katakanlah: ilustrasi sebuah awal masalah) maka akan berjatuhan semua gelas-gelas kecil. Yang terjadi di akhir hanya lah banyak masalah yang muncul.

Masalah muncul terkadang dari faktor pertama tadi, suka menimbun percikan masalah. Memang susah menjabarkan arti masalah. Masalah sebuah keadaan. Terkadang datang tanpa ada yang tahu, juga terjadinya masalah terkadang lebih sering dari sebab-akibat.

Kalau kamu makan cabai tanpa bersama makanan lain, maka sakit perut. Kalau sudah sakit perut muncul masalah. Masalahnya harus menyembuhkan rasa nyeri.

Misal masalah lainnya.
Kalau kita buang sampah di selokan, maka akan terjadi banjir. Prosesnya memang lama, hingga sampah-sampai itu menyumbang aliran air.

Masalah. Semua orang akan merasakan namanya masalah. Masalah ada dua, berupa cobaan dan ujian.

Kalau cobaan merupakan masalah yang kita sendiri yang menimbulkan. Seperti selokan yang meluap dan menjadi banjir.
Kalau yang namanya ujian, sebuah tes untuk kelulusan dari masalah-masalah yang disuguhkan.

Artinya untuk bisa naik tingkat harus melewati ujian-ujian yang memang sudah pasti kita bisa menyelesaikan sampai akhir.

Tidak ada sebuah masalah tanpa sebuah solusi, sudah ada pastinya. Tugas kita hanya sabar dan terus berdoa.

Sabar itu bukan hanya sekadar duduk diam, pasrah. Bukan! Itu tandanya malas.
Sabar itu;
1. Menerima dengan lapang masalah tersebut,
2. Berusaha semaksimal mungkin mencari solusi dari masalah itu,
3. Bertawakal (berserah diri) kepada Allah.

Kok tiba-tiba bahas tentang masalah? Karena gesekan kecil saja antara batang korek api dengan empunya bisa menimbulkan sebuah api. Bagaimana dengan masalah?

Masalah juga akan muncul setiap ada pergesekan arus. Itu mengapa Islam melarang adanya perdebatan walaupun benar. Perdebatan hanya bisa menyulut sebuah masalah baru.

Ngomongin tips hadapi masalah? Dapat banyak bisikan nih!
1. Berbicara yang baik atau diam
2. Menghindari perdebatan walaupun benar
3. Tidak membahas hal-hal yang sudah lalu dan mengorek luka
4. Berhenti merebutkan hal yang hakikatnya (bukan) milik kita.
5. Tidak bercanda berlebihan
6. Memfokuskan pada pekerjaan
7. Hindari kata berbohong.
8. DLL.


Point
ke-7. Penulis menyadari tips di atas akan sulit diterapkan apalagi era sekarang lebih pada milenium (virtual) yang menjadikan kita lebih mudah berinteraksi.

Setidaknya kita bisa berusaha mengurangi timbulnya masalah. Kalaupun masalah itu masih terjadi tanpa ada yang menghalang. Segera mencari akar masalahnya. Karena tanpa akar masalah, masalah itu akan tetap tumbuh.

Mirip dengan dahan pohon yang terus-terus dipotong, sepanjang waktu maka masalah terus akan tumbuh. Beda lagi jika kita sudah mencabut pohon sampai akarnya. Maka tidak ada lagi masalah yang berarti.

Terakhir, kita hanya bisa memetik pelajaran dari masalah yang terjadi dalam hidup kita. Berusaha memperbaiki kualitas kehidupan, membangun relasi yang baik dengan kawan maupun rekan. Karena masalah pada waktunya akan terpecahkan. Meski belum tentu akan segera terjawab dengan cepat.

Hidup adalah teka-teki, sama sepertinya mengusung judul “masalah”. Pasrah kepada yang Maha Memberikan Solusi seberapa pun asalah yang di terminal.
~Baiq Cynthia

Previous Older Entries

Follow Daily's Baiq on WordPress.com