Penulis Handal Mampu Jadi Editor


Sejak tahun-tahun lalu, saya punya keinginan untuk menjadi editor di sebuah penerbit. Maka, sebelum itu terealisasi, maka saya coba dengan mengedit naskah orang-orang terdekat. Menerima tantangan mengedit dari penerbit Indie. Bahkan saya pernah ditolak dalam sebuah penerbit. Menjadi editor itu enggak mudah sebenarnya. Kita dikasih tugas untuk reparasi naskah klien. Tidak hanya soal menyunting namun memperbaiki secara utuh.Kesuksesan sebuah naskah terletak pada sang editor, editor sebagai kacamata kedua penulis. Mereka harus kompak dan beriringan.

Mencari lowongan editor ternyata sulit, terlebih harus menetap di pusat kerjanya. Bagai mimpi di siang bolong, bisa bertemu dengan teman kolaborasi menulis tahun lalu. Ia langsung menawari, kerja bareng gitu. Ternyata ada sesi training, ya sudahlah jalani saja. Hitung-hitung bisa belajar. Tapi, untuk memutuskan, diterima atau tidak. Saya harus memutar pikiran, mengingat ambivert itu ya selalu moody, dan mudah bosan. Sementara menjadi editor konsekuensinya dikejar oleh deadline.

Tetiba pikiran soal biaya pernikahan, mungkin ini sudah jalanku. Hanya dengan begini bisa terus mengisi pundi-pundi ATM, apalagi masih punya tanggungan sama penerbit itu. Belum lagi yang keep buku belum membeli, dan buku masih di sana. Satu lagi yang menjadi pegangan hidup. Kalau saya takut, berarti belum pasrah sama Allah. Padahal kalau sudah mau pasrah, tentu saja akan mudah segala sesuatu yang diminta.

Diterima tugas editor, berarti tanggung jawab juga baru dimulai, menjadi pemungut kata. Kalau ditanya bisa enggak, Insyaallah akan terus belajar. Karena manusia memang hanya terus belajar. Tapi kalau sudah menyerah, enggak akan bisa berkembang. Orang sukses ialah yang suka mencari solusi bukan suka mencari alasan.

Dimasukkan dalam grup utama dalam penerbitan, diberitahukan strukturnya. Lalu dimasukkan ke grup kumpulan para cabang. Sungguh kaget, banyak juga yang saya kenal. Rasanya seperti reuni, seru dan tentu sangat bikin baper. Apalagi yang mengaku ngefans sama saya, berkat artikel Menulis Membuatmu Gemuk. Soalnya sebagai penulis jarang banget interaksi langsung paling hanya saling tegur sapa. Kali ini mereka saling menyapa, semakin menguatkan proses untuk menjaga komitmen di dunia literasi.

Kalau disuruh memilih antara menulis novel genre pop, sastra, atau fiksi saya tidak bisa memilih. Tapi, kalau disuruh artikel atau ngeblog pasti saya pilih dua-duanya. Dari ngeblog,dan nulis artikel kita menjadi terbiasa untuk menulis, ya meskipun harus terkantuk-kantuk nulisnya. Menulis di blog selalu akhir prioritas. Karena terlalu sering nulis blog di awal, esoknya enggan untuk menulis lagi.

Satu lagi soal menjadi editor trainingan, selain memperhatikan setiap huruf dari ribuan naskah, dan memperhatikan kelogisan cerita, juga tak lupa memperhatikan kondisi pikiran dan mental. Tidak bisa mengutak-atik naskah dalam keadaan depresi dan banyak fokus. Pasti semerawut hasilnya. Ingat saja, lelah akan menjadi berkah jika kita pasrah kepada yang Maha Kuasa, apalagi kalau motivasinya buat modal nikah.

Situbondo, 13 Sep. 18
Baiq Cynthia

Iklan

Penulis Butuh Istirahat


Memilih profesi sebagai penulis tidak bisa disamakan dengan pekerja kantoran. Terlebih kerjannya hanya dari rumah, penulis yang baik ialah yang mampu memanajemen waktu menulis dengan waktu aktivitas harian. Terlebih ada banyak sebab yang menyebabkan penulis harus bernapas berat karena banyak aktivitas di luar skenario harapan, misalnya Ayah sakit. Itu yang saya alami beberapa hari terakhir. Bahkan ikut menulis di ruangan serba bau obat.

T

Tapi, penulis bukan robot … ketika tagihan naskah sudah diminta oleh penerbit maka penulis harus jujur apa yang sedang dialami. Jangan lantas mengatakan hal yang mengarang cerita, meminta maaf dan mulai mengerjakan. Seperti yang di awal tadi saya utarakan, penulis bukan robot. Is butuh jam istirahat untuk mengembalikan pikiran yang semerawut akibat padatnya kegiatan.

Pengalaman saya kemarin, niatnya itu mau begadang menyelesaikan tulisan secepatnya ditemani dengan segelas kopi. Memang jarang minum kopi bahkan tidak pernah. Tetapi, karena ingin melawan kantuk dicoba dan berujung sakit.

Kepala pening dan demam tinggi, bukannya selesai tugas menulis. Ini malah harus bed rest, seharian pula. Semakin lama proses menulisnya dan tak kunjung selesai. Sedih, kan?

Kalau gak mau sakit maka jaga kesehatan, kesehatan mahal harusnya dijaga benar-benar. Intinya jaga pola makan aku dan keluarga.

Tidur dulu, malam ini. Mata sudah mengantuk kepala pening lagi.

12.9.18

Atur Kembali Rencanamu, Mulai Sekarang!


Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah Buat Perubahan Baru!

Detik menuju detik, mengubah menit menjadi jam dan hari hingga tahun harus kembali berganti. Semalam keseruan malam pergantian tahun baru Islam yang riuh di beberapa sudut jalan dengan karnaval lampu obor maupun lampion.

Menjadi momentum yang membahagiakan sekaligus sebagai refleksi diri untuk selalu berubah menjadi pribadi lebih baik lagi. Karena ada pepatah lama mengatakan, hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik lagi dari sekarang.

Mengawali 1 Muharram 1440 H saya mendapatkan sebuah bingkisan dari Cheria Holiday, berupa kaos bertuliskan #BloggerTRAVELJamanNOW.

Yeay! Dapat bingkisan dari Cheria Holiday

Lagi

Benci Sewajarnya, Cinta pun Gitu.


Jangan bilang Benci, Nanti Cinta loh.

Pepatah ini sangat familiar hampir di seluruh belahan dunia. Judulnya emang mainstreams sih. Daripada blog ini kosong melompong ditinggal terus sama pemiliknya yang super duper sibuq. Ngalahin artis ibu kota sampai gak sempat buka medsos. Jadi wajar lah ya, job dadakan selalu ada. Mulai dari tukang masak, asisten henna wedding sampai jadi calon ibu. Hehehe, doakan saja Baiq segera niqah. Biar gak pasang status galau terus karena gak menemukan sandaran.

Lagi

Kata-kata Ini Akan Membuat Lukamu Sembuh


Saat hatimu terluka, mungkin kamu akan kecewa dan tidak akan menerima hati mana saja. Tapi, sampai kapan menutup hati? Setiap orang pasti pernah ‘terluka’, tetapi orang yang menerima dirinya, ikhlas akan luka yang ia dapatkan, lalu memaafkan, esok jika datang luka semacam ini sudah tidak akan terasa lagi. Karena akan menghindar dari penyebab luka, tetapi jangan menghindar dari orang baru yang akan mengobati lukamu. Mungkin sekarang dipertemukan dengan orang yang salah, agar bisa belajar dari kesalahan dan lebih menghargai hadirnya orang baru.

Lagi

Tentang Sebuah Proses


Tentang Memasak Kambing

Bisa dibilang tidak ada resep khusus membuat masakan enak, semua terjadi karena perpaduan komposisi bahan yang pas dan teknik yang tepat. Selama ini saya tidak pernah suka mencicipi masakan yang saya buat. Karena merasa pasti sudah enak, dan benar saja masakan itu enak menurut keluarga yang mencicipinya. Tapi saya bosan dengan masakan sendiri.

Lagi

Kulit Pisang : Renungkan Sebentar


Pernahkah engkau melihat serat kulit pisang? Seperti itu kerumitan pikiranku saat ini, entah memikirkan pijakan masa depan. Atau memikirkan kapan berhenti masa stagnan, memikirkan kekhawatiran-kekhawatiran kegagalan masa lalu. Menurut seseorang yang akan menjadi teman hidupku, aku terlalu cemas dan banyak memikirkan segala sesuatu. Padahal tidak ada yang perlu dipikirkan terlalu rumit dalam menyongsong kehidupan baru yaitu menjadi seorang istri dan seorang ibu. Fase yang penuh liku-liku kesulitan, petualangan baru dengan biduk rumah tangga.

Saat aku ditanya, “Apakah Nanda sudah siap untuk menikah?

Lagi

Jangan Biarkan Harimu Dirusak oleh BadMood


Tidak semua hari menyenangkan bagi kita, adakalanya ada hari yang membuat hari-hari terlewati dengan segudang permasalahan, hingga membuat kita mengecap sebagai hari sial.

Entah mengapa tepat pada hari ini (Rabu) penulis Daily’s Baiq merasakan selalu mendapatkan kesialan, sejak ia sekolah. Pagi yang buruk akan membuat siang, sore dan malam menjadi tidak menyenangkan. Tetapi, sekarang karena sudah dewasa. Setiap hari itu sama, tidak ada hari sial. Hanya saja suasana hati kita yang tidak bersahabat—katakanlah bad-mood.

Lagi

Jodoh Datang Tidak Menunggu Mapan: Sebuah Kisah


Jodoh tidak menunggu kamu mapan.

Jodoh itu unik saat dikejar-kejar tak kunjung datang, namun saat kita sudah lelah mengejar ia menghampiri sendiri tanpa pemberitahuan telebih dahulu.

Mau cerita dikit nih, soal jodoh.
Ada seorang namanya Rapunzell ia selalu bertanya-tanya soal jodoh, setiap bertemu dengan pria ia berharap lelaki itu adalah jodohnya. Ternyata tak satu pun yang ia temui menjadi jodohnya hingga Rapunzell pun depresi berpikir soal jodohnya yang tak kunjung datang.

Lagi

Mengapa Naskah Tidak Kunjung Selesai?


Mengapa naskah tidak kunjung selesai?

Menulis bukan perkara yang sangat sulit, ‘setengah’ sulit bisa dibilang begitu. Kita harus melatihnya setiap hari itu sudah harga mati. Semakin sering menulis dan terbiasa disiplin menulis setiap hari akan memperbaik kualitas tulisan. Apa jadinya jika menulis tidak kunjung selesai.

Kalau kita terus-menerus membiarkan diri larut dengan rutinitas selain menulis, kita hanya sibuk memikirkan tulisan namun tidak kunjung menuliskannya ini sudah keadaan yang sangat membahayakan. Memang apa yang membahayakan, kamu pasti akan bertanya-tanya ya?

Itu sebuah gejala yang sering terjadi kepada penulis pemula, seperti saya. Kita hanya berangan naskah selesai tanpa mengerjakannya, apakah bisa? Tentu saja tidak akan bisa. Jika ingin memasak telur, maka terlebih dahulu kita harus punya telur dan minyak goreng, itu minimal. Selanjutnya jika ingin telur itu masak tentu saja kita harus memasaknya. Sama halnya dengan menulis, jika kita hanya menginginkan tanpa ada inisiatif untuk memulai, maka bersiaplah naskah tidak akan kunjung selesai.

Point berikutnya, jangan terlalu banyak mengatakan, ‘Saya Sibuk’. Semua orang memiliki 24 jam itu sama dengan apa yang kita punya. Bedanya, apakah kita benar-benar mengoptimalkan waktu kita, atau hanya membuang-buang waktu? Sisihkan satu atau dua jam setiap hari untuk menulis, apa saja tanpa ada yang menghalangi lagi. Semakin sering menunda kegiatan menulis, maka tentu saja naskah tidak akan selesai.

Masih asyik dengan media sosial.

Era digitalisasi membuat semua orang berlomba-lomba paling eksis dan narsis untuk menunjukkan profil yang terbaik. Begitupun dengan aktivitas medsos yang kadang memakan waktu untuk menulis, berbanding terbalik, waktu menjadi sia-sia dan semakin tidak tersisa.
Bagaimana tips menyelesaikan naskah tepat waktu?

Pertama, gunakan mind map.

Tentu saja dalam membuat sebuah karya, kita butuh alur cerita yang jelas. Agar tidak bertele-tele dan tulisan kita menjadi teratur. Dengan peta pikiran, ide-ide yang sudah dikonsep sejak awal akan berakhir sesuai dengan prediksi. Tentu saja menggunakan peta pikiran memangkas waktu.

Jangan nanti-nanti. Tapi SEKARANG!

Sama seperti nasi yang panas ingin kau makan, semakin lama menunggu. ‘Nanti, nanti’, maka nasi akan berubah menjadi dingin. Tulisanmu bukan semakin cepat beres, akan tetapi akan semakin lama untuk selesai.
Menulislah apa yang dikuasai, jangan menunggu hasil tulisan menjadi baik. Kita tidak akan pernah puas, tapi menulislah terlebih dahulu sampai sukses di akhir. Baru setelah itu bisa disunting hal-hal yang perlu diperbaiki.

Tidak terpengaruh dengan suasana.

Kita harus konsisten untuk menyelesaikan sampai finish. Jangan tergiur untuk makan-makan enak, atau sekadar jalan-jalan maupun menonton film bagus. Kecuali memang bertujuan untuk riset.

Pasang Deadline!

Buat target sendiri misalnya satu jam sekian kata, dan kita upayakan yang terbaik hingga selesai. Tidak ada yang sulit dalam membuat sebuah karya tulis sampai selesai lalu terbit. Hal yang membuat sulit ialah rasa malas dan tidak ingin sukses.

Ala bisa karena terbiasa, biasakan nulis setiap hari minimal satu lembar, tetapi saat kita sudah terbiasa menulis 1000 kata setiap hari selama 3 bulan. Tentu kita bisa akan menjadi penulis yang handal dan mengerjakan deadline sesuai dengan harapan.

Baiq Cynthia

Previous Older Entries

Follow Daily's Baiq on WordPress.com