[REVIEW] TELAGA RINDU-Netty Virgiantini


#30HariNgabuburead

#I_Jakarta

Baca lebih lanjut

Iklan

Jodoh Rahasia Allah, Yuk Intip Rahasia-Nya. [REVIEW] JODOH CINTA for Women-Kinoysan


Jodoh memang benar rahasia dari Allah, tetapi jangan menunggu dijemput sama jodoh, karena gak akan datang sendiri. Sama seperti rezeki, semuanya butuh diperjuangkan dan butuh stok sabar yang cukup banyak. Kenapa jodoh gak datang-datang? Padahal sudah mapan, wajah ya gak buruk-buruk amat, masa depan juga cerah.

Baca lebih lanjut

Review Kumcer DARAH oleh Nindya VanHelwill M


Bagi penulis review merupakan bentuk apresiasi yang dinanti. Berikut review yang dibuat oleh penulis “Cinta di Tujuh Keajaiban Dunia” salah satu terbitan Arsha Teen dalam proyek tantangan menulis (TAT S4) yang diadakan kurang dari sebulan.

Nindya VanHelwill M merupakan nama akun media sosial facebook, memiliki nama pena Nindya M. Ia juga salah satu Mahasiswi Institut Pertanian Bogor. Setelah dirasa cukup dengan profil singkatnya, mari kita telaah ulasan singkat darinya, yang sekaligus merangkum dari sepuluh cerita tentang psikopat dalam buku berjudul DARAH.

Review Kumcer “Darah”

Beberapa hari yang lalu gue menerima paket buku kumcer berjudul “Darah” dengan tagline 10 Kumcer Psikopat. Oke, kita garis bawahi kata “psikopat”. Itu adalah alasan pertama gue beli buku ini. Ada 11 cerpen yang ditulis oleh lima penulis berbeda.

Review gue? Hmm.. sejujurnya, gue gak banyak mendapatkan apa yang diharapkan. Ya.. kalo dipersentasikan, tidak sampai 50%. Sebetulnya kumcer ini bagus, semua ceritnya bagus dari segi penulisan yang rapi, mulus dan cantik bahasanya. Tapi kembali ke garis besar tema “psikopat”, gue rasa gak semua cerita sampai ke tema itu. Plus ending yang bisa ditebak (ini relatif sih, tergantung seberapa banyak cerita dengan tema sejenis yang kita sering baca).

Beberapa tokoh yang seharusnya menunjukkan sosok psikopat kurang sampai rasanya. Psikopat adalah sosok yang manipulatif, cerdas, tidak memiliki empati, cenderung anti sosial dan tidak pernah merasa bersalah karena konsep penilaian kemanusiaan yang berbeda dari orang lain.

Contoh karakter psikopat yang ‘dapet’ dan gue sukai adalah : Prakash (Bisikan Batu-Batu). Konsep pemikiran seperti dia yang membedakan antara psikopat dan pembunuh biasa. Lalu Celsa (Celsa) dan Vigra (Jodoh Untuk Papa) yang sosoknya manipulatif, pendendam dan menghanyutkan.

Lalu ada beberapa cerpen yang lebih jatuh ke Dark Comedy daripada thriller, seperti Keluarga Pak Yanto dan Patung (tergantung juga sih, tergantung selera humor kita, kalo dipaksakan selera humor gue, hampir semuanya punya sisi dark comedy, tapi ya dua itu yang menurut gue paling dominan).

Kelemahan sebagian besar di cerpen-cerpen buku itu sebenarnya terlalu banyak mendeskripsikan latar belakang, tapi eksekusi di klimaksnya kurang. Kurang mencekam, kurang ‘dingin’ dan kurang menggambarkan sosok psikopat itu sendiri. Tetapi buku ini ditutup oleh dua cerita yang menurut gue dapetlah feel ‘sakitnya’ yaitu (Daging untuk Rania dan Jodoh untuk Papa).

Overall, kumcer ini bisa menjadi alternatif bacaan ringan dengan tema yang ‘berbeda’ dari kebanyakan buku-buku (apalagi di jaman cerita demam CEO tajir dan perempuan kelas karyawan biasa lagi menjamur dimana-mana). Cukup menghibur, tapi lebih ke dark comedy ketimbang thriller itu sendiri.

Oh ya, satu lagi, semua kumcer ini memang menceritakan sisi tergelap manusia, keserakahan, dendam, ilmu hitam, dan kondisi mendesak yang memaksa seseorang untuk ‘memenuhi kebutuhan’nya. Menarik. Terkadang monster itu sendiri memang hidup di dalam diri manusia.

Sangat senang rasanya bisa membaca review singkat yang sangat mendalam pembahasannya. Terlepas dari pemikirannya yang mengambil dari sudut pandang pemikirannya sebagai pembaca. Itu sangat wajar, karena intensitas bacaan tergantung jumlah bacaan yang sudah dinikmati. Kebetulan Nindya M salah satu penyuka buku ber-genre seperti DARAH.

Apa pun itu, itu hak pembaca untuk menilai buku. Penulis hanya ingin menyampaikan pesan tersirat dalam tulisannya.

Alhamdulillah, terima kasih sudah berkenan memberikan review yang KEREN!

Salam literasi.

[MINI REVIEW] JEJAK HUJAN-Hary B Kori’un


Aku tidak benar-benar tahu arti melupakan. Melupakan sama dengan mengingat, bahkan saat seseorang yang sudah susah payah dilupakan akan selalu muncul ke permukaan.

Novel ringan ini sungguh mengaduk-aduk emosi. Penulis begitu pandai bermain sudut pandang aku secara bergantian dalam setiap tokoh.
Tapi, saya merasa ada beberapa bagian yang terlalu mubazir. Seperti pengulangan kisah yang dituturkan dalam sudut pandang ‘aku’ tokoh lain.

Ciamik novel setebal 132 halaman mampu membuat pembaca menerka-nerka apa yang akan terjadi. Ternyata endingnya tidak seperti terkaan saya. Selamat menerka-nerka.
Membaca novel ini hanya butuh satu jam 19 menit. 🙂

Kutipan yang memikat bagi saya, “Jika cinta selalu membuat belenggu untuk kita dan membuat kita tersiksa, saya kira itu tidak baik.”

Terakhir, baca novel Unggulan Sayembara mengarang novel remaja 2005. Novel ini terbit kembali 15 Juli 2014. Sangat rekomendasi bagi pencinta novel remaja.

Selamat membaca. Jangan lupa manfaatkan aplikasi IJakarta. 

#Ijakarta

#bookreviewer

[Book Review] Surviving Canada-Rini Hidayat


Saat bising, ingar-bingar kemacetan mengusik ketenangan. Berbisik untuk melangkah lebih jauh. Saat itu kaki terus berpijak. Meski ribuan kilometer pun akan dikejar. 

Posisi aman, karier mapan, berada pada zona nyaman. Namun, membuat jauh dari pemberi karunia. Itu bukan hanya sebuah dilema. 

Tak selamanya hidup mewah akan membuat harmoni, terkadang kebahagiaan yang hakiki; hampa. Jiwa meronta mencari hakikat kehidupan sebenarnya.

Jannah memutuskan hijrah. Meninggalkan kelakuan ‘jahil’. Memulai semua dari titik nol. Bahkan minus. Pilihannya jatuh pada mengasingkan diri. Mencari Ridho Allah. 

Sebagai istri full-time on job. Bersusah payah berbagi waktu, untuk menjadi teladan untuk buah hatinya. Suaminya yang sakit keras. Mengukuhkan hatinya untuk survive

Duh, berat sekali ya pekerjaan ini. Walaupun aku merasa sudah siap mental, kok terasa juga beratnya. Kalau Ibu, saudara-saudara, dan teman-teman di Tanah Air melihatku, apa kata mereka? Dulu manajer perusahaan raksasa, sekarang jadi tukang cuci baki di toko sayuran, Jannah Membatin. (Halaman 89)

Hukum no work, no money; every second counts. Tak bekerja tak ada uang, setiap saat. Membangun pondasi tawakkal dan ikhlas. Berupaya menjadikan diri selalu dalam naungan-Nya, meski berat tak terkekalkan.

Ketidaknyamanan akan dilewati. Getir yang dirasakan akan tetap dikunyah. Bagi Jannah, untuk pertama kali di Vancouver. Masa adaptasi di bawah zona 0, menjadi pelecut untuk bertahan. 

Kisah Jannah tak hanya tentang kesulitan, novel autoubiografi menghimpun tips Permanent Resident dan survive di Canada. Menjadi imigran yang mengumpulkan semangat dalam dekapan ridho-Nya.

Membaca setiap gulir jejaknya, tak ubahnya membaca kisah Sri pada novel Tentang Kamu-Tere Liye. Sama-sama berani mencoba hal baru, belajar dari kesalahan. Siap mengambil segala konsekuensinya. 

Menyiapkan mental untuk menghadapi hal buruk lebih sulit dibanding menerima hal yang menyenangkan. Prepare for the worst, hope for the best, kata pepatah. (Halaman 120)

Gaya tulisannya santai, tapi penuh dengan gambaran harmonis antara doa dan ikhtiar, ilmu dan amal, serta kerendahan hati. Saya masih menunggu kelanjutannya! (Satriyo Boediwardoyo, Pengajar dan penerjemah lepas Bhs. Inggris)

Saya sependapat dengan beliau, diksi yang sederhana. Sarat makna yang memotivasi. Terlepas dari terlalu banyak menyematkan kalimat berbau Inggris. Bagi yang suka sekali dengan bahasa asing, akan mudah menyerap. Tapi, bagi yang ingin mendalami bahasa Asing mendapat ‘ilham’ membuka kamus. Seperti judulnya yang berbahasa Inggris, menambah semangat untuk mempelajari bahasa Internasional. 

Dikemas dalam sudut pandang orang ketiga serba tahu. Merangkul pembaca mencicipi indahnya survive. Berkelana di padang tanpa mata air. Bernaung pada Kasih Sayang-Nya. 

Terkadang mata hati baru terbuka dan menyadari hikmah dari sebuah kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan lama setelah waktu berlalu. Namun, tak jarang banyak yang kurang peka atau enggan menghubungkan sebuah kejadian sebagai hikmah atas peristiwa sebelumnya, yang sejatinya merupakan takdir yang lebih baik darinya. (Halaman 194) 

Novel setebal 216 halaman mampu menggoncang kesadaranmu. Tentang jatah waktu yang engkau habiskan. Tentang sebuah pencarian diri. Tentang keadaan yang harus disyukuri. Tentang bertahan–Survive.

Blurb:

“Bapak tidak keberatan bila dilakukan tes HIV atau AIDS?” tanya dr. Arief hati-hati dengan suara pelahan. Jannah tercekat, jantungnya serasa mau lepas. Dipandang Ihsan, suaminya yang semakin kurus kering. Bayang-bayang menjadi janda dengan dua anak kecil sontak menari-nari di benaknya. 

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula; begitulah rumah tangga Ihsan-Jannah yang digulung rangkaian cobaan. Keluarga mapan ini akhirnya memilih jalan keluar yang terbilang nekat: pindah ke Kanada, negara maju yang menghargai imigran dan penduduk muslimnya. Mimpi-mimpi dan cita-cita mereka melecut keberanian menjalankan keputusan besar itu. 

Sungguh tak mudah memperjuangkan nasi di negeri orang. Dari seorang chief accountant, Ihsan beralih profesi jadi tukang bersih-bersih di pabrik wafel. Dulu menjabat sebagai manajer perusahaan raksasa, Jannah harus berjibaku menjadi salad bar girl  dan kasir dollar store. Mereka menjalani survival job seraya mencari jalan yang lebih baik. 
Novel yang terinspirasi kisah nyata ini mengusung semangat dan optimisme menghadapi rintangan hidup. Keimanan, keteguhan dan perjuangan tanpa keluhan tersaji apik mengajak kita turut berselancar di atas gelombang kehidupan.

~*~

“Membaca karya Rini Hidayat ini, bagi saya bagaikan membuka lembar-lembar buku Laa Tahzan dalam versi novelnya. Di mana konsep hidup tanpa menyerah, tak larut dalam kesedihan masa lalu, tak gentar menghadapi masa depan, bekerja yang terbaik untuk hari ini, bersyukur, bersabar serta tawakkal dan rida pada Allah mengalir deras tanpa terasa. Dan doa adalah senjata utama kala hidup terasa sempit.” – Ustaz Samson Rahman, M.A. Penerjemah buku fenomenal Laa Tahzan
*) Terima kasih yang tak terhingga, saya haturkan kepada Mbak Rini Hidayat. Yang telah mencurahkan buku inspiratif dengan cover yang Apik! Alhamdulillah, suka sekali dengan kisahnya yang begitu istimewa, Surviving Canada.
Reviewer : Baiq Cynthia

Info buku: 

Judul : Surviving Canada

Penulis : Rini Hidayat

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 2017

Jumlah Halaman : 216 Halaman

No. ISBN : 978-602-03-3693-0

[BOOK REVIEW] Aster untuk Gayatri-Irfan Rizky


Senang rasanya bisa membaca buku ini, sejak membaca pengumuman terpilihnya novel ini menjadi juara utama. Saya langsung jatuh cinta. Alhamdulillah, berkat give away yang diadakan langsung oleh penulis dan penerbit. Saya, diberikan kesempatan yang luar biasa–membaca karya Aster untuk Gayatri. 

~*~

Novel pilihan juara pertama lomba Novella Mazaya Publishing House 2017. Membuatku terpikat sejak pandangan pertama. Covernya seolah merayuku, untuk menjamahnya.

Buku yang ditulis dengan bahasa mendayu-dayu, syahdu. Berhasil membuat pembaca terpaku, khususnya saya. Puitis namun berisi. Penulis lihai dalam mengolah kata. Setiap tangkai kata aster seolah mewakili kisahnya. Gayatri.

“Akulah asternya,” bisik Gayatri sarat sakit hati. “Aku selalu mengerti kalau tiada seorang pun yang akan memilih aster di tengah rimbun mawar. Termasuk kau.” (Halaman. 110)

Berkisah tentang Gayatri yang telah membuat Giran jatuh hati. Jatuh hati di antara dua pilihan, ada atau tiada. Persamaan latar belakang—luka, memunculkan petasan-petasan kecil dalam perut saat bertatap muka. 

Kisah romantisme dan drama tersisip dalam buku ringan setebal 160 halaman. Pembaca dihipnotis setiap pergantian bab-nya. Oleh sapuan kata-kata.

Tak hanya suguhan kisah yang menyayat hati. Ada beberapa gambar pendukung yang entah tak paham maksudnya. Karena tak ada caption. Turut membangun suasana. 

Setiap bab pun, bagai diiringi nada dalam kata. Puisi yang mem-baper-i. Beberapa kutipan yang menjadi favorit saya;

Telah kubunuh setiap kamu. 

Dalam setiap harap. 

Dan jeri yang terkumpul.

Pada do’a-do’a.

Tak ubahnya timun-timun Jepang. (Halaman 60)

Mencintaimu bagai membasuh basah bola mata dengan air laut,

Lalu

Kalikan sejuta pedih-perihnya. (Halaman 74)

Cinta seorang gadis yang harus dilepas demi membalas budi? Tetapi, hanya persetan cinta yang didapat. Cinta tak ubahnya transaksi. Tak hanya di era daring. Saat rakus mengikis benih cinta–bahkan menumpasnya.
“Dulu, kaulah alasannya untuk tetap hidup. Kaulah alasan untuk tetap bertahan ketika badai kehidupan menggantikannya.”(Halaman 127) 

Novel ini sukses mengaduk-aduk perasaan pembaca. Di mana tiap bab berisi banyak konflik. Alur yang digunakan maju-mundur. Laksana terombang-ambing dalam rolling coster . Jeri pun menyenangkan

Terlepas dari beberapa kesalahan kata, saya tidak merasa terganggu saat membaca. Malahan, banyak kosakata baru yang mulai tertanam dalam neuron.

Aster untuk Gayatri sangat rekomen bagi pencinta bunga maupun cerita romantisme. Kalau boleh memberi rating dari angka 1-5 saya ingin memberi 3.9.

Blurb: 

Telah kularungkan

Kepada Gayatri

Tiap-tiap kesedihan

Jua

Perih-pedih

Masa Lampau
Dan telah kuwariskan

Kepada Giran

Cerita-cerita luka

Tentang rindu

Yang 

Dipandanginya lama-lama

Pun telah kuhidangkan

Kepada kamu

Seorang 

Kisah-kisah tentang 

Apa-apa 

Yang harusnya

Ada

Dan apa-apa

Yang mestinya

Tiada
Judul : Aster untuk Gayatri

No. ISBN : 978-602-6362-35-3

Penulis : Irfan Rizki

Penerbit: Mazaya Publishing House

Tanggal terbit: Cetakan pertama, April 2017

Jumlah Halaman : 160 halaman
*) Ucapan terima kasih yang mendalam kepada penulis yang memberikan kesempatan kepada saya, untuk bisa menggenggam langsung. Meski seperti mimpi. Semoga produktif. Salam literasi. 

[BOOK REVIEW] Rembulan di Langit Konstantinopel-El Salman Ayashi Rz


Cinta yang hakiki bukanlah cinta yang mudah meraup segalanya sebelum waktunya. Cinta tak pernah salah, hadirnya pun karena fitrah. Kita yang menyalahkan cinta. Mengkambinghitamkan cinta dengan nafsu. Tetapi begitulah cinta. Hadir bagai benang kecil di dada manusia.

Membaca novel karya EL Salman Ayashi Rz, tak lengkap jika tak dibumbui dengan cinta. Gaya bahasanya selalu manja dalam setiap untainya. Beberapa kisahnya hadir dengan konflik yang beragam. Memunculkan tegangan setiap babnya.
Rembulan di Langit Konstantinopel, sebuah novel islami yang dibungkus dengan wadah yang berbeda. Tak melulu tentang kawin-cerai, bukan hanya komitmen sehidup-semati.

Tentang salah satu peradaban islam yang telah pudar. Peradaban yang pernah jaya lebih dari 700 tahun, dibawah perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih. Negara Turki yang pernah menjadi kiblat islam. Kini hanya menjadi buaian dongeng semata. 

Negara yang dulunya berkibar tentang jihad, sudah tak ada jejak lagi. Selain puing-puing bangunan yang megah. Seperti Masjid Biru yang fenomenal. Lokasi yang berdekatan dengan benua lain membuka dunia barunya. Menjadi peradaban islam sekuler yang dominan. 

Dikisahkan sosok pemuda yang mencari Tuhannya, setelah terbuang dibilik kebun oleh mereka yang tak bertanggung jawab. Yusuf Hasan Ali yang telah lama mentuhankan komputer, sebagai pelampiasan atas nasibnya. Terbuang dari keluarganya. Meski tak tahu apa kesalahannya. Tak pernah melihat wajah asli ibu maupun bapaknya. Hidup dalam ketidaksempurnaan, menutup mata hatinya. 

Allah mahaBesar. Kedatangan ke Negeri batas dua benua, membuka sanubarinya. Selain menghindari kejaran interpol. Yusuf mengaku menjauh dari cinta. Cinta yang tak pernah mempertemukan dengan Ibunya. 

Dunia Hacking tak selamanya kelam. Seperti mereka yang hidup tanpa identitas. Tidur menemani kode-kode rumit. Demi membela ketidakadilan. Bagaimana mungkin, kita bisa tidur lelap. Sementara saudara kita merintih. Bayi-bayi tak berdosa menjadi santapan zionis tak punya hati. Sengketa lahan yang berujung terbangnya nyawa-nyawa suci. Geram. Hatinya tercabik-cabik.

Oum@r Mitnick, nama gelap yang membela atas nama jihad. Peperangan besar-besaran hingga mengunci komputer bom nuklir milik Israel. Menjadi buronan 3 negara Sekuler. Tak membuat jiwanya gentar. Atas kerja kerasnya merentas 20 ribu unit komputer. Ya! Peperangan Cyber

Kisahnya sudah pilu, tapi jiwanya tak bisa putus asa. Ingin membebaskan tawanan yang tak bersalah. Meski hidupnya menjadi taruhan. 

Apakah selamanya wanita hanya menjadi bahan pelampiasan lelaki?” (hlm 231)

Sebuah ironi. Bagi mereka yang tidak bisa memuliakan sosok wanita, berarti tak memuliakan seorang ibu. Memilukan sekali, (pernah) besar dalam rahim wanita. Lantas merusak kehormatan wanita. Tak ubahnya pecundang yang penakut. Lari dan melenyapkan diri, bagai ditelan bumi. 

~*~

Blurb

Karena kegemarannya bermain komputer dan mengotak-atik program, Yusuf mulai jatuh dalam dunia cyber crime. Bahkan, ia harus melarikan diri dari kejaran Interpol hingga ke Turki. Tapi, saat berada di negara sekuler itu, Yusuf justru mendapat hidayah. Dia sudah bertaubat dan tidak lagi menggunakan keahliannya untuk perbuatan kriminal. Dia memutar haluan, memanfaatkan kemampuan hacking-nya untuk meretas situs-situs milik pemerintah Israel dan Amerika. Yusuf membentuk sebuah forum hacker muslim untuk membela Palestina yang dia namakan Cyber Jihad for Palestine.

Di negeri dua benua itu pula, Yusuf jatuh cinta pada Syamaa, seorang gadis Turki yang menjadi kasir di Supermarket. Meski Yusuf tahu cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, ia urung menyatakan perasaannya. Sebab, dia menyadari dirinya tengah menjadi incaran interpol, Mossad, dan CIA atas aksi hacking-nya. Bagaimana nasib Yusuf selanjutnya? Apakah dia berhasil meloloskan diri dari agen rahasia Israel dan Amerika? Bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan Syamaa? Temukan jawabannya dalam novel ini.”

Diksi yang disajikan kental dengan bahasa yang lugas, mengalir dan membuat penasaran. Buku setebal 266 halaman menyimpan banyak rahasia. Membuat pembaca seolah membuka kotak-kotak dalam labirin. Penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu, membuat pembaca tidak tersesat dalam cerita. Pembaca tak hanya dihipnotis dengan diksi puitis di bagian awal. Beberapa bab terselip humor. 

Sebuah novel islami, jelas isinya mengandung nuansa Islam. Beberapa kalimat tak jarang terselip dakwah.

Hanya saja, saya merasa beberapa terkesan diulang-ulang. Entah tujuan untuk penekanan. Atau penulis memang mensiasatinya, agar pembaca mengingat pesan penting yang disampaikan. Terlepas dari minim typo.

Tidak terlalu kaku, bahasa santai. Tak terkesan tergesa-gesa membawa masalah. Penuh edukasi dan romantis. 

Satu kutipan favorit saya. 

“Senantiasa berjuanglah di kala sempit maupun lapang.”(hlm 103)

Judul                            : Rembulan di Langit Konstatinopel
Penulis                          : El Salman Ayashi Rz

Editor                           : Ahmad Asrof Fitri

Penerbit                       : Semesta Hikmah

Tahun Terbit                : Pertama, 2017

Jumlah Halaman          : 266 halaman

ISBN                           : 978-602-6210-20-3

Book Reviewer : Baiq Cynthia    

Saat Cinta-Nya Lebih Sempurna~[Book Review’s KDKD]


           Kutinggalkan dia karena Dia

Pernah diposkan : Blog Indonesia Membaca

Sebuah kumpulan cerita inspiratif, menghimpun kisah mereka yang ingin meninggalkan pacaran. Tujuannya ingin mendekatkan diri kepada Allah. 
Pacaran jelas dilarang oleh agama. Taaruf yang lebih diutamakan. Itu pun ada tata cara tersendiri.
Buku karya @duniahijab & Ririn Rahayu Astuti Ningrum benar-benar membuat saya tersentuh. Ada banyak kisah yang menjadi inspirasi, bagi mereka yang benar-benar ingin hijrah. Kisahnya yang diangkat dari kisah nyata menjadi sebuah hikmah.

Pelajaran yang bisa diambil untuk lebih menjaga diri, menjaga pandangan dari hal yang dilarang. 

Ada banyak kisah yang menjadi tanda, bahwa Allah menyayangi hamba-Nya. Buku yang ringan, pembahasan yang mengingatkan yang pacaran, untuk benar-benar muhasabah diri.
Bagi kaum ‘Jomloh’ seperti saya, dengan membaca buku ini. Bisa sadar dan makin mantap akan pilihannya. Karena tidak ada yang benar-benar positif dalam pacaran. Kecuali positif maksiat. Naudzubillah.
Semoga dihindarkan. 

Bagi yang sudah siap untuk menikah, memang segera mungkin untuk menikah. Namun, saat belum siap diajurkan berpuasa. Itu perintah Allah.
Allah dengan segala Rahmat-Nya, masih peduli pada hamba-Nya, tak perlu baper saat melihat mereka yang lebih dulu menikah.
Urusan takdir yang satu ini, memang sudah ada ketentuan tersendiri. Di samping buku yang penuh cerita inspiratif, setiap berganti judul selalu disisipi kata bijak. Yang ‘ngena‘ sekali.

 
Saat masih belum ada bahu untuk sandaran, masih ada Dia untuk bersujud.
Memang sudah lama saya mencari buku pinjaman ini. Alhamdulillah, saya menemukan dengan mudah di rak Perpusda. Seolah bukunya melambaikan tangan. Tetapi, perbedaan cover dengan terbitan terbaru. Tidak menyurutkan saya untuk membacanya. 
Terlepas dari minim typo, buku bertabur cerita remaja yang patah hati karena percaya kepada dia daripada Dia. 
Memunculkan sebuah hidayah setiap ending. Hal ini membuat pembaca lebih mawas diri. Bisa berkaca pada peristiwa yang telah terjadi (khususnya) di buku bersampul menarik. Mengingat diadaptasi dari kisah nyata.

Hikmah terbesar yang saya peroleh dari buku kumpulan cerita inspiratif. 
Jodoh adalah cermin diri, semakin memperbaiki perangai. Sang jodoh pun akan lebih baik. Insyaallah, jodoh menjemput pada waktu yang tepat. Di saat hati siap menerima belahan jiwa. 

Selain itu, buku ini memang mudah dipahami tanpa menggurui. Ditulis dengan gaya bahasa popular dan lugas. 
Terakhir, pesan yang saya dapat, “Allah tidak pernah menutup kesempatan bagi mereka yang ingin mempebaiki dan mendekat.”
Peresume : Baiq Cynthia

Situbondo, 30 Mei 2017

Judul: Kutinggalkan Dia Karena Dia   

No. ISBN : 9789797959586

Penulis: @DuniaHijab & @ Ummu_Raisha81

Penerbit : WAHYUQOLBU 

Tanggal terbit: Januari – 2015, cetakan 1

Jumlah Halaman : 252

Berat Buku : 250 gr