Memoar Takdir


Mustahil menolak takdir, engkau hanya bisa menikmati apa yang terjadi saat ini dengan menjalankan apa yang bisa dilakukan secara maksimal.
Terkadang menaklukkan diri sendiri lebih rumit daripada mencari solusi atas masalah yang ada. Terlalu sering terpengaruh dengan iming-iming menggiurkan namun tidak menghasilkan apa-apa.

Keadaan sesulit dan semustahil apa pun akan berhasil ditaklukkan dengan usaha dan doa. Tekad sebagai kunci utama dan pantang menyerah sebagai api penggerak. Cinta menjadi bumbu penyedap kesuksesan, tanpa rasa cinta usaha yang ingin diwujudkan kurang energi. Tidak akan mengubah keadaan maupun hasil.

Solusinya hanya dengan bersyukur dan mulai hidup baru yang lebih nyaman lagi menyenangkan. Nikmati kehidupan dan terus melangkah menuju hari lebih terang. Tidak ada yang mustahil untuk diperjuangkan, selagi terus berproses dan membenahi diri.

Penulis: Baiq Cynthia

Iklan

Ketika Lelah yang Engkau Butuhkan Hanya Istirahat bukan Berhenti


Ketika lelah yang engkau butuhkan hanya istirahat bukan berhenti.

Pernahkah terbetik dalam hati untuk menyerah saat engkau menemukan jalan menanjak dan melelahkan? Semua orang pasti pernah mengalami hal semacam ini. Terlebih hati yang terbagi menjadi berkeping-keping. Rapuh oleh suara-suara mereka yang membisikkan kata untuk berhenti. Ia menjelma ngengat kecil yang berdenging nyaring. Membekap sisa-sisa penyesalan dan kegagalan.

Bukan soal cinta yang kandas, apalagi hubungan yang jauh. Sulit untuk didekap. Ini soal ruas-ruas tulang belakang yang mulai penyot. Menanti melodi rindu yang tak berkabar. Oh tidak, rindu sudah tertunaikan. Hanya saja relung jiwa merasa lelah.

Letih dengan keadaan yang tidak pernah berpihak kepada diri. Saat bertanya kepada rembulan … ia hanya mematung lalu menarik awan. Menutupi dirinya dalam balutan kapas-kapas raksasa. Pernahkan memintal harapan setiap malam?

Harapan yang masih tidak tahu arah jalan pulang. Ia mendekam dalam ruang hampa. Menanti masa tunggu usai, menunggu kesempatan datang. Tetapi kapan peluang kemenangan datang? Tidak ada jawaban dalam dimensi yang kosong.

Andai sebatang ranting tahu, kapan waktunya patah. Mungkin dedaunan siap menggugurkan daunnya. Andai aku tahu kapan kegagalan itu datang, mungkin lebih awal aku meluncur mencari tempat baru. Untuk apa menyesali apa yang sudah terjadi, percuma … sia-sia selain rasa perih.

Untukmu yang merasa lelah dengan keadaan, belum berjumpa dengan berlian yang tertanam di dalam. Terus gali dan cari yang berharga. Mungkin dalam bayanganmu dekat tetapi sebenarnya berlian yang berharga tidak akan mudah didapatkan.

Ketika engkau belum juga mendapatkan berlian yang dimaksud cobalah untuk terus menggali. Saat engkau telah lelah namun belum kunjung terlihat keberadaan berlian. Berhentilah sejenak untuk istirahat. Berhenti bukan berarti engkau menyerah. Namun mulai menyiapkan semangat baru dan jangan pernah menyerah dengan keadaan.

Penulis : Baiq Cynthia

Kata-kata Ini Akan Membuat Lukamu Sembuh


Saat hatimu terluka, mungkin kamu akan kecewa dan tidak akan menerima hati mana saja. Tapi, sampai kapan menutup hati? Setiap orang pasti pernah ‘terluka’, tetapi orang yang menerima dirinya, ikhlas akan luka yang ia dapatkan, lalu memaafkan, esok jika datang luka semacam ini sudah tidak akan terasa lagi. Karena akan menghindar dari penyebab luka, tetapi jangan menghindar dari orang baru yang akan mengobati lukamu. Mungkin sekarang dipertemukan dengan orang yang salah, agar bisa belajar dari kesalahan dan lebih menghargai hadirnya orang baru.

Baca lebih lanjut

Istirahat HATI-Baiq Cynthia


Bukan hanya pekerja yang butuh istirahat, hati juga.
(Inspirasi muncul dari mana saja, termasuk dari satu benda atau satu kata atau satu huruf sekalipun. Maka, sangat lucu kedengarannya jika mengatakan tidak punya ide untuk menulis.
Berhenti cari masalah dengan penulis, atau abadi dalam tulisannya).

#Blogger #Autor #menulis #Situbondo

Baca lebih lanjut

Kata-kata yang Memicu Pecahnya Kaca Jiwa


Bukan salah mereka yang berbeda stigma.
Setiap orang punya rute sendiri menuju jalan pulang.

Kadang mereka yang memilih sepi, bukan berarti antisosial.

Mereka yang memilih keramaian, bukan berarti kesepian.

Mereka yang memilih potret gelap, bukan berarti dunianya pekat.

Mereka yang memilih bingkai brutal, bukan berarti tak memiliki harga diri.

Mereka yang memilih jalan pintas, bukan berarti hidupnya sempit.

Hargailah mereka, pilihan mereka, jalan hidup mereka. Berhenti menyalahkan, berhenti mencampuri hal-hal pribadi mereka.

Mereka juga punya prioritas dan mereka juga berpikir. Karena kita sama-sama memiliki akal untuk menjalankan nalar bukan saling berkomentar dengan lidah yang tak bertulang.

Kita punya dua telinga satu mulut, agar kita lebih sering mendengarkan suara hati mereka. Daripada berceloteh pedas yang justru menghacurkan jiwa mereka.

Diciptakan perbedaan untuk saling mengenal, bukan saling menikam. ☺

#BaiqCynthia