Jangan Biarkan Harimu Dirusak oleh BadMood


Tidak semua hari menyenangkan bagi kita, adakalanya ada hari yang membuat hari-hari terlewati dengan segudang permasalahan, hingga membuat kita mengecap sebagai hari sial.

Entah mengapa tepat pada hari ini (Rabu) penulis Daily’s Baiq merasakan selalu mendapatkan kesialan, sejak ia sekolah. Pagi yang buruk akan membuat siang, sore dan malam menjadi tidak menyenangkan. Tetapi, sekarang karena sudah dewasa. Setiap hari itu sama, tidak ada hari sial. Hanya saja suasana hati kita yang tidak bersahabat—katakanlah bad-mood.

Kebayang gak sih? Masih pagi kita dihadapkan berbagai masalah, mulai dari macet, ada barang ketinggalan, atau dimarahi atasan bagi yang bekerja. Masalah serupa yang dihadapi mahasiswa, udah semangat kuliah datang pagi-pagi sampai kelas ternyata kuliah diliburkan. Mungkin juga bagi ibu rumah tangga yang disibukkan dengan aktivitas pagi yang padat, anak rewel dan hal-hal ruwet lainnya yang membuat harus teriak-teriak atau bermuka masam. Apalagi bagi jobless dan jomblo, badmood kuadrat jadinya. Sudah gak jelas hidupnya, kariernya dan masa depannya ditambah sendirian alias jonesjomlo ngenes.

Tetapi, menurut Baiq Cynthia; “Bad-mood memang menganggu konsentrasi pikiranmu, tetapi jangan sampai merusak harimu.”

Benar juga, saat kita tidak bisa memanajemen hati maupun pikiran pasti akan membuat rutinitas kita berantakan yang berujung pada depresi, dan produktifitas menurun. Kalau dibiarkan setiap hari, masa depan akan jauh dari keberuntungan. Status jomlo pengangguran akan terus melekat.

Ada sisi baiknya sebenarnya dari badmood, daya kreativitas akan melejit lebih baik. Sebisa mungkin saat badmood muncul, sesegera mungkin mengalihkan pada kegiatan yang positif dan bermanfaat. Tergantung situasi dan kondisi. Saat kita bad-mood dan lapar, adakalanya buat kreasi masakan yang baru. Atau kalau hobi kita olahraga, mumpung pagi dan badmood coba jogging keliling kompleks yang biasanya lari di treadmil ganti dengan ini. Apalagi musim kemarau cuaca tentunya sangat cerah. Berlaku juga dengan hobi-hobi lainnya.

Tapi, bagi yang suka menggambar atau menulis, nih. Saya punya tips menarik, yang bisa dicoba di mana pun dan kapan pun kamu butuh.

Penasaran kan ya?

Pernah tahu soal typografi? Itu loh yang berhubungan dengan tulisan semacam tulisan-tulisan yang mempunyai seni. Pakar ilmu pengetahuan mengatakan bahwa rata-rata dengan menulis kita bisa meredam stress.

“Kami telah diajarkan selama bertahun-tahun yang berfokus pada hal positif bisa membawa kesuksesan,” ungkap Bryne DiMenichi, salah satu peneliti yang terlibat dikutip dari Newsweek, Jumat (23/03/2018) sumber: Kompas.com

Nah, cara ini kan gampang bisa mengubah mood-mu yang buruk cepat berganti ceria. Kalau kita zaman kecil dulu kan sukanya menggambar dan menulis coretan-coretan. Sekaran coba untuk buat semacam typografi.

Gampang hanya sedia alat tulis, tapi kalau memang enggak ada dan tidak memungkinkan, kita bisa memaksimalkan gadget kita loh, apalagi yang punya Instagram. Bisa banget hanya ngandalkan story-instagram.
Kok gak percaya sih, ini loh buktinya. Terinspirasi dari akun twitter @madariyanhandi kita bisa dengan bebas ekplore apa saja dengan tools yang ada di Story-instagram. Contohnya seperti gambar berikut;

Sumber gambar twitter @madariyanhandi

Nah … di bawah ini hasil dadakan saya, saya juga suka seni grafis maupun typografi. Memang sedikit diperlukan telaten dan sabar untuk menghasilkan karya yang indah dan unik.

Silahkan dicoba mulai sekarang, selain asyik dan gak butuh banyak alat, kita bisa meminimalisir badmood bahkan bisa membuat hari semakin mengasyikkan. Sebab badmood bukan penghalang kita beraktivitas.

Mulai saat ini, yakinkan dalam hati untuk tidak badmood dengan masalah yang engkau hadapi. Lebih baik ubah mindset negatif menjadi positif dengan kegiatan-kegiatan produktif seperti ini misalnya.

Baiq Cynthia

Iklan

Jodoh Datang Tidak Menunggu Mapan: Sebuah Kisah


Jodoh tidak menunggu kamu mapan.

Jodoh itu unik saat dikejar-kejar tak kunjung datang, namun saat kita sudah lelah mengejar ia menghampiri sendiri tanpa pemberitahuan telebih dahulu.

Mau cerita dikit nih, soal jodoh.
Ada seorang namanya Rapunzell ia selalu bertanya-tanya soal jodoh, setiap bertemu dengan pria ia berharap lelaki itu adalah jodohnya. Ternyata tak satu pun yang ia temui menjadi jodohnya hingga Rapunzell pun depresi berpikir soal jodohnya yang tak kunjung datang.

Lagi

Mengapa Naskah Tidak Kunjung Selesai?


Mengapa naskah tidak kunjung selesai?

Menulis bukan perkara yang sangat sulit, ‘setengah’ sulit bisa dibilang begitu. Kita harus melatihnya setiap hari itu sudah harga mati. Semakin sering menulis dan terbiasa disiplin menulis setiap hari akan memperbaik kualitas tulisan. Apa jadinya jika menulis tidak kunjung selesai.

Kalau kita terus-menerus membiarkan diri larut dengan rutinitas selain menulis, kita hanya sibuk memikirkan tulisan namun tidak kunjung menuliskannya ini sudah keadaan yang sangat membahayakan. Memang apa yang membahayakan, kamu pasti akan bertanya-tanya ya?

Itu sebuah gejala yang sering terjadi kepada penulis pemula, seperti saya. Kita hanya berangan naskah selesai tanpa mengerjakannya, apakah bisa? Tentu saja tidak akan bisa. Jika ingin memasak telur, maka terlebih dahulu kita harus punya telur dan minyak goreng, itu minimal. Selanjutnya jika ingin telur itu masak tentu saja kita harus memasaknya. Sama halnya dengan menulis, jika kita hanya menginginkan tanpa ada inisiatif untuk memulai, maka bersiaplah naskah tidak akan kunjung selesai.

Point berikutnya, jangan terlalu banyak mengatakan, ‘Saya Sibuk’. Semua orang memiliki 24 jam itu sama dengan apa yang kita punya. Bedanya, apakah kita benar-benar mengoptimalkan waktu kita, atau hanya membuang-buang waktu? Sisihkan satu atau dua jam setiap hari untuk menulis, apa saja tanpa ada yang menghalangi lagi. Semakin sering menunda kegiatan menulis, maka tentu saja naskah tidak akan selesai.

Masih asyik dengan media sosial.

Era digitalisasi membuat semua orang berlomba-lomba paling eksis dan narsis untuk menunjukkan profil yang terbaik. Begitupun dengan aktivitas medsos yang kadang memakan waktu untuk menulis, berbanding terbalik, waktu menjadi sia-sia dan semakin tidak tersisa.
Bagaimana tips menyelesaikan naskah tepat waktu?

Pertama, gunakan mind map.

Tentu saja dalam membuat sebuah karya, kita butuh alur cerita yang jelas. Agar tidak bertele-tele dan tulisan kita menjadi teratur. Dengan peta pikiran, ide-ide yang sudah dikonsep sejak awal akan berakhir sesuai dengan prediksi. Tentu saja menggunakan peta pikiran memangkas waktu.

Jangan nanti-nanti. Tapi SEKARANG!

Sama seperti nasi yang panas ingin kau makan, semakin lama menunggu. ‘Nanti, nanti’, maka nasi akan berubah menjadi dingin. Tulisanmu bukan semakin cepat beres, akan tetapi akan semakin lama untuk selesai.
Menulislah apa yang dikuasai, jangan menunggu hasil tulisan menjadi baik. Kita tidak akan pernah puas, tapi menulislah terlebih dahulu sampai sukses di akhir. Baru setelah itu bisa disunting hal-hal yang perlu diperbaiki.

Tidak terpengaruh dengan suasana.

Kita harus konsisten untuk menyelesaikan sampai finish. Jangan tergiur untuk makan-makan enak, atau sekadar jalan-jalan maupun menonton film bagus. Kecuali memang bertujuan untuk riset.

Pasang Deadline!

Buat target sendiri misalnya satu jam sekian kata, dan kita upayakan yang terbaik hingga selesai. Tidak ada yang sulit dalam membuat sebuah karya tulis sampai selesai lalu terbit. Hal yang membuat sulit ialah rasa malas dan tidak ingin sukses.

Ala bisa karena terbiasa, biasakan nulis setiap hari minimal satu lembar, tetapi saat kita sudah terbiasa menulis 1000 kata setiap hari selama 3 bulan. Tentu kita bisa akan menjadi penulis yang handal dan mengerjakan deadline sesuai dengan harapan.

Baiq Cynthia

Sepercik Rindu~Baiq Cynthia


Pada rentangan jarak lebih dari seribu kilometer, cinta kita diuji. Pada waktu lebih dari 50.000 menit rasa rindu itu diuji. Terkadang hati ingin menggelayut manja pada sosok yang membuatku jatuh cinta berkali-kali pada waktu yang sama.

Malam ini aku berbagi kasih pada langit yang menyimpan rahasia cintaku, ia melebarkan pelukan yang hangat. Membuatku betah pada rengkuhan rindu yang selalu berbisik tentang ingin bertemu.

Aku bingung dengan penantian yang tak kunjung berujung. Sudah ribuan kali musim kemarau berlalu disapu oleh hujan. Tapi hati yang terus menyimpan sebuah nama tidak kunjung terjamah oleh pemiliknya. Ia merintih dalam kedukaan yang tak berarti apa-apa.

Seperti serpihan dandelion yang tertiup angin. Menyusup di antara udara dan tanah. Lalu tumbuh dari benih-benih yang berkembang menjadi cinta.
Cinta yang pada akhirnya meregenerasi cinta baru dan cinta yang lebih indah lagi.

Membentuk ikatan yang lebih berarti. Tentang Bahagia dunia meraih Surga.

Situbondo, 7 Agustus 2018

[Review Mini] MANTAN karya Bey Tobing


Review Mini Novel “MANTAN” karya Bey Tobing

Holla, Baiq kembali menyapa kalian, nih. Sebenarnya hiatus 33 hari itu tidak membuat kita benar-benar bahagia. Pasalnya selalu pengin stalking medsos mantan, cie … karena mau mantau status manten juga jadi manten. Gara-gara status yang lagi viral nih. Mereka yang pasang status jika komentar tembus 1000 akan mengganti profil medsos dengan foto mantan. Yakin sudah move on?

Lagi

AGUSTUS: Terlalu Lekas Juli Berlalu


Lembaran Hari Baru dengan Semangat Baru.

Bulan Juli sepertinya berlalu terlalu cepat, atau saya yang mengalaminya begitu padat? Padahal post di blog sederhana ini tidak begitu banyak. Lantas kemana saja penulisnya?

Tidak semuanya yang kita alami bisa di-share pada media sosial, khususnya blog. Hal ini menjadi dilema pada para penulis. Kita dituntut untuk selalu jaga image juga harus humble dengan pembaca maupun teman media sosial. Akhir-akhir ini mungkin kalian akan merasakan perbedaan pada postingan saya.
Biasanya akan menjumpai status slenge’-an tetapi kini jarang buat status bahkan nyaris tidak membuatnya. Mengapa?

Baru tiga hari yang lalu saya menginjakkan pada pilihan hidup yang baru. Usia manusia semakin bertambah berarti tanggung jawab yang dipikul akan banyak lagi. Terkadang saya ingin membagikan beragam momen manis di bulan Juli. Lagi-lagi saya pertimbangkan secara matang, apakah tujuan memonsting hal-hal yang bersifat individu itu penting? (tidak layak konsumsi publik, entah itu kebersamaan dengan family member atau rutinitas yang baru).

Saya memilih menyimpan saja, meminjam kata-kata Tere Liye. Orang yang bahagia tidak akan sibuk untuk pamer, justeru mereka yang sering pamer tidak benar-benar bahagia. Pada postingan yang lain juga berujar soal hal-hal manis bersama keluarga cukuplah kita yang menikmati, orang lain jangan. Mengapa? Kita tidak tahu siapa saja teman di media sosial, menghindari dari kejahatan yang bisa saja terjadi di masa saja. Apalagi perilaku netizen yang akhir-akhir ini lebih menyukai sebuah fenomena yang menurut mereka lucu meskipun harus bertingkah ‘bodoh’ di media sosial. Semacam kemerosotan pikiran.

Tiga hari ini saya mencoba untuk menonaktifkan media sosial, mengurung diri pada pertanyaan-pertanyaan seputar langkah apa yang akan dilakukan pada usia 22 tahun? Terlebih sebentar lagi sudah menginjakkan kaki pada biduk rumah tangga. Semua orang pasti bermimpi soal menikah. Tentu saja, begitu juga dengan saya.

Menikah mengubah status sosial, dari yang sebelumnya hanya sebagai anak kemudian menjadi seorang istri maupun ibu. Otomatis kalau sudah menikah menjadi sebuah keluarga di mana keluarga adalah unik terkecil dari masyarakat. Menjadi seorang istri sekaligus penasihat yang baik untuk suami. Menjadi seorang ibu sekaligus contoh yang teladan bagi anak.

Semacam dilema jika dihadapkan pada pilihan pernikahan yang serba dadakan. Jika tidak mengambil kesempatan, apakah masih ada harapan yang lain? Itu adalah kesempatan untuk memijak hidup yang terbaru. Siap-tidak siap harus selalu sigap. Hidup seakan sebuah mimpi, ia hadir hanya untuk membuat kenangan, indah maupun buruk tersimpan pada lembaran-lembaran hari.

Selamat datang Agustus! Kamu adalah alasanku untuk tidak berhenti, tidak menyerah maupun frustrasi. Tentu saja kita hidup pada hari ini, maka persiapkan yang terbaik untuk hari esok. Semakin berusaha memperbaiki, masa depan kita akan lebih cermelang.

Tidak jadi off bukan berarti saya akan terus-menerus memantau beranda media sosial. Justru saya sedang berusaha untuk meminimalisir penggunaan ponsel dan internet. Sebisa mungkin mengalihkan pada kegiatan yang lebih produktif membaca lebih banyak buku dan menulis lebih sering.

Sangat bersyukur di bulan yang baru, mendapatkan ‘pinangan’ dari sebuah penerbit pada naskah yang sempat saya posting pada sweek. Inilah salah satu langkah baru dan semangat baru.
Optimis dan semakin banyak bersyukur.

Salam Literasi.
Baiq Cynthia

Esok Lebih Baiq


Detik menjadi menit menjadi jam menjadi hari menjadi tahun. Tahun ini menjadi kesempatan hidup yang luar biasa bagi saya, karena bisa dipertemuka dengan orang-orang baik dan tentu saja dengan pengalaman hidup yang baru dan lebih baik.

Lagi

Akan Datang yang Terbaik, di Waktu Tak Terduga.


Jika Engkau Dikecewakan, Maafkanlah. Akan Datang Pengganti yang Lebih Baik di Waktu yang Tak Terduga.

Lagi

Tidak Ada (Halo-Halo Bandung)


Tidak ada yang bisa dipikirkan lagi, selama di Bandung. Semua pikiran tentang tugas atau deadline seakan sudah macet total. Mungkin karena efek terlalu lama jalan-jalan dan family time, gak ada zona bebas untuk menulis selain di perjalanan atau di tengah malam. Sedikit menyesal enggak bawa laptop. Banyak tugas-tugas yang akhirnya tercecer.

Rencana awal di Bandung hanya 3 atau 4 hari. Eh ternyata lebih dari seminggu ini, prediksi seminggu di perjalanan melenceng menjadi hampir dua minggu. Jalan-jalan di Bandung hanya buat berkunjung pada rumah saudara dan menikmati kuliner, juga mengetahui tempat-tempat bagus. Seperti Trans Studio Bandung. Bandung itu dingin di pagi, bikin menggigil tetapi pas udah siang panasnya mencekam.

Libur panjang sudah usai, hari ini semua orang kembali beraktivitas normal. Eh tidak semua orang, ada beberapa yang tidak bekerja di kantor mereka di antaranya freelance yang di rumah. Seperti saya, yang bekerja kalau ada garapan tulisan, herannya kalau di luar kota menulis tidak bisa lancar seperti di rumah.
Liburan atau masuk bagi saya sama saja, terlebih saat berpikir mengapa harus bekerja? Mengapa harus berlibur? Mengapa harus ada tuntutan?

Alhamdulillah semua yang sudah digariskan tidak akan pernah tertukar lagi, seperti saya yang Alhamdulillah bisa berpetualang terus menerus selama ini. Melihat dunia tanpa harus pusing karena menganggur. Terkadang juga iri dengan mereka yang berpenghasilan setiap bulan, tetapi saya bersyukur karena tidak semua yang berpenghasilan bisa berlibur seperti saya.

Hari ini saya banyak berpikir lagi, mengapa saya tidak bekerja. Ada orang-orang yang harus saya tulis dalam sebuah kisah yang utuh. Entah kapan saya bisa menulisnya. Semoga saja kelak saya bisa menuliskannya.

Bandung, 16 Juli 2018

Melancong Dadakan Edisi Bandung (Spesial Juli)


Tengah Malam di Kota Kediri yang katanya penuh sejarah perjuangan presiden pertama Indonesia. Ternyata di sini cukup dingin 26 derajat. Lokasi saya di Kesamben saat ini, di rumah family juga. Kurang paham di mana tepatnya.

Lagi

Previous Older Entries

Ikuti Lomba Menulis Kreatif, Hadiah Liburan Ke Turki

Follow Daily's Baiq on WordPress.com