Empat Hal yang Membuat Gurumu Tersenyum


Ini yang sering dilupakan oleh sebagian siswa, mengucapkan terima kasih kepada guru.

Terkadang kesuksesan yang kini kita miliki tidak terlepas dari peran guru. Guru berangkat pagi, pulang siang dan malamnya masih menyiapkan materi untuk pelajaran esok. Ia kadang mengorbankan sebagian waktunya hanya untuk mendidik muridnya agar menjadi orang yang sukses. Guru tetap sabar menghadapi muridnya yang susah diatur, bicara sendiri ketika pelajaran maupun bolos sekolah. Mereka menanggung tanggung jawab besar atas titipan dari orangtua.

Termasuk jika pernah menjadi murid yang nakal, guru berusaha untuk mendidik karakter muridnya agar berubah dan menjadi anak yang baik. Guru tidak hanya mengajarkan soal cara membaca dan menulis, mereka sering membagikan pengalaman hidup, motivasi untuk sukses maupun cerita-cerita lucu yang membuat kita tertawa.

hand-drawn-teachers-day-background_23-2148273554

sumber: Freepik.com

Peringatan hari guru jatuh pada tanggal 25 November besok. Sudahkan menyiapkan kata-kata terbaik untuk gurumu? Sekadar membagikan ucapan yang baik tentu sangat berarti bagi guru. Sejatinya seorang guru hanya ingin anak didiknya sukses dan berkembang menjadi pribadi yang baik. Menjadi generasi penerus bangsa. Guru-guru tidak ingin bangsanya dijajah oleh kebodohan. Mereka berupaya keras menggali potensi siswa dan memberikan hadiah ketika sang siswa menjadi murid teladan.

Kadang kita lupa berterima kasih atas jasa guru yang sudah membuat kita pandai membaca dan menulis. Tanpa guru, tidak cahaya ilmu tidak akan sampai. Karena guru yang mati-matian mengajarkan hal baru, menjadi teladan untuk muridnya. Menegur, memperbaiki saat salah. Ingatkah kapan terakhir mencium tangan guru? Bertegur sapa dengannya.

Empat hal ini bisa menjadi hal terindah bagi guru:

  1. Ketika melihat muridnya sukses, guru merasa berhasil mendidik siswanya.

Guru akan sangat bangga kepada murid yang berprestasi, menjadi orang hebat yang bermanfaat bagi banyak orang. Karena bagi guru siswanya pandai dan sukses sebagai bukti keberhasilan mengajar dan mendidiknya. Jangan lukai guru dengan kenakalanmu, atau bahkan membuat kecewa dengan ujaran kebencian kepada guru.

  1. Ketika muridnya masih mengingat gurunya, bertegur sapa ketika bertemu.

Perasaan senang banget, kalau suatu saat bertemu dengan murid yang sudah dewasa namun masih mengingat jasa gurunya. Bertegur sapa saja sudah membuat guru senang, bahwa ia masih mau mengakui gurunya.

happy-teacher-listening-her-students_1098-2801

sumber: Freepik.com

  1. Ketika muridnya berkunjung ke rumah guru.

Bersilaturahmi ke rumah guru itu menjadi sesuatu yang membahagiakan sang guru. Karena itu menjadi wujud mengeratkan hubungan kekeluargaan. Tidak perlu bawa banyak oleh-oleh, bagi sang guru berkunjung di rumahnya bisa mengisi kekosongan rindu pada murid-murid yang diajar.

  1. Mengucapkan Selamat Hari Guru.

Nah, dengan membuat ucapan selamat hari guru entah lewat media sosial maupun menghubungi langsung kepada beliau. Sebagai wujud kasih sayang murid kepada guru dan bagi guru ucapan tersebut menjadi apresiasi yang berharga.

Sumber:Freepik.com

Guru tetap menyayangi sang murid walaupun dulu pernah memarahi kita, menyobek kertas ujian saat ketahuan mencontek, dan memberi hukuman ketika berbuat nakal. Itu semua demi kebaikan dan masa depan siswa. Menjadi pribadi yang baik dan berkarakter bijak.

Selamat hari guru, kuucapkan kepada semua guru yang banyak berjasa kepada kami. Tanpamu mungkin kami masih belum bisa baca-tulis dan menjadi orang yang sukses.

Ketika Pembajakan Buku Menjamur, Orang Awam Menyebutnya Buku Repro yang Dihalalkan.


 

 

Kalau mau baca buku gratis tinggal pinjam saja!

Miris ketika menemukan istilah repro pada buku yang diduplikat secara ilegal pada lapak-lapak online yang menjual buku dengan harga miring. Lebih murah setengah persennya dari harga pasaran. Dengan santainya penjual menawarkan buku yang dijual dengan sebutan repro alias reproduksi barang tiruan dan disebutkan kualitasnya kw. Pembeli awam berpikir bukunya semacam fotokopian dan tidak mempermasalahkan kualitas yang penting bisa dibaca. Namun, apa? Setelah pesanan datang, buku tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tulisan buram, lem jilid mudah terlepas, halaman terbalik dan cover warnanya pudar. Bagi pecinta buku seperti saya, ini hanya buang-buang duit. Membaca jadi tidak asyik lagi, terganggu dengan font tulisan yang kurang jelas. Apalagi kalau menemukan bagian buku tidak lengkap. Pun jilid buku mudah rusak, hingga bertaburan kertasnya.

Ketika Pembajakan Buku Menjamur

Saya pernah melihat buku bajakan sewaktu kuliah di Malang, ketika mencari buku yang ditugaskan dosen. Teman-teman banyak yang menyarankan untuk datang ke pasar buku yang menjual dengan harga murah, kata teman saya lebih banyak buku bekas yang dijual. Berhubung kebutuhan kuliah tidak hanya buku, terkadang mengeprint tugas dan iuran kelompok. Saya memutuskan membeli ke pasar buku daripada ke mall. “Enggak papa buku bekas asal bisa digunakan ilmunya,” batin saya. Perjalanan ditempuh satu jam dengan angkot, belum lagi macetnya Malang yang membuat supir angkot harus bersabar memegang kemudi.

Sampai di TKP ada deretan kios yang menjual buku, majalah bekas dan lebih banyak buku kebutuhan sekolah daripada buku-buku fiksi. Mulai bertanya satu persatu pada penjual, sebagian hanya menjual buku anak dan peralatan sekolah. Setelah keliling setengah jam saya menemukan sebuah novel yang selama ini diidamkan, namun ketika memegang buku tersebut si penjual langsung mengucapkan, “Itu lima puluh ribu.”

Kaget bukan kepalang, karena setahu saya harganya hampir seratus ribu. Harga yang dilihat di toko buku resmi. Kecuali sudah cuci gudang, lah ini buku baru terbit kok. Saya perhatikan dengan saksama buku yang dibungkus plastik wrapping. Judul buku tidak menonjol seperti buku yang saya lihat di toko buku. Kebetulan buku serupa ada yang tidak disegel, baru buka halaman pertama. Miris! Kertasnya seperti kertas koran, baunya enggak sedap, kualitas cetakannya buram dan cara menjilidnya kurang menarik, ada kerutan-kerutannya. Sudah pasti ini buku bajakan! Saya kembalikan saja buku tersebut dan keluar dari area pasar buku murah. Teman saya yang ikut melihat saya sedih, ia mengajak ke toko buku resmi. Ia pun berkata akan membelikan buku yang saya inginkan. Tentu saja saya senang! Bye-bye pasar abal-abal, batinku. Ini mah bukan buku bekas tetapi lebih ke buku penyelundupan.

Walaupun saat itu saya belum menjadi penulis—karena syarat penulis bagi saya memilih karya yang diterbitkan. Saya sedih banget, sebagai pecinta buku. Buku bajakan itu seperti kutu yang muncul di beras. Kalau dimasak tentunya enggak sehat. Membaca sekilas buku bajakan maupun e-book bajakan sungguh tidak nyaman. Bikin sakit ke mata.

Collage female is reading a book.

sumber : Freepik.com

Mahasiswa sebagai agent of change tentunya sangat butuh dengan asupan ilmu dari buku-buku berkualitas, bukan bajakan. Bagi mereka yang belum paham kalau membeli buku bajakan justru mempreteli peradapan literasi. Pasalnya proses terbit buku penuh dengan jalan, liku dan berdarah-darah. Tentu saja merugikan banyak pihak. Saya di posisi penulis geram pada perilaku pembajak buku. Sebelum menjadi naskah utuh, penulis begadang setiap malam mencari ide. Mengubah huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, paragraf hingga naskah. Belum sampai editing yang bisa revisi berkali-kali. Kemudian tim tata letak buku dan desain kover juga bermain peran. Belum tuntas baru dilayangkan kepada penerbit yang antrian terbitnya sangat panjang. Kalau diterima pun masih butuh waktu lebih lama lagi, mengurus ISBN, mencetak, belum lagi masuk ke toko buku yang butuh dana besar. Pun orang-orang yang terlibat dalam terbitnya sebuah buku tidak hanya penulis dan penerbit, promotor seperti influence dan reviewer sampai reseller.

baiq-bajak-buku-2019

sumber: Freepik.com

Menurut Tere Liye, jika membeli buku bajakan itu memang murah. Namun kualitas cetakan yang buruk, kertas bau, kualitas cetakan buram, jelek sekali, tidak bisa dibandingkan dengan harga yang murah. Membeli buku bajakan membuat pemiliknya umroh berkali-kali. Membeli buku bajakan ikut andil dalam proses pencurian hak intelektual dan mencuri hak banyak kalangan. Seperti yang disebutkan di atas. Jika memang keberatan membeli yang harganya kurang aman di kantong. Sebaiknya meminjam kepada teman, perpustakaan maupun aplikasi perpustakaan digital. Lebih terhormat dan menyelamatkan nasib literasi bangsa.

***

Upaya agar tidak semakin merebak para pembajak buku sebenarnya kembali pada permintaan pasar. Jika pencinta buku sudah teredukasi soal bahaya membeli buku bajakan hingga tidak beli buku bajakan, maka mereka yang menjual buku akan menutup peluang hadirnya buku bajakan.

Tidak hanya itu mengutip dari laman tirto.ID bahwa ikatan penerbit di Yogjakarta sudah melakukan pengaduhan kepada polisi dan membawa kasus ini ke ranah hukum. Sebagai bentuk perlawanan kepada para pembajak buku yang makin ‘ganas’ keberadaannya.

Sebagai masukan kepada Pemerintah agar mengatur regulasi terbitnya sebuah buku di setiap percetakan. Diberikan sanksi yang tegas dan nyata kepada yang melanggar. Pun disediakan layanan untuk melaporkan masalah/kasus pembajakan buku. Agar semakin sempit ruang gerak pembajak buku.

Saran untuk Penerbit yaitu lebih gencar lagi menyuarakan pentingnya membaca buku ‘ori’. Memberikan bonus menarik kepada reseller buku maupun pembaca yang membeli buku. Lebih ketat lagi menjaga naskah, karena ada kasus naskah belum terbit namun sudah beredar versi bajakannya. Terus solid hubungan antar penerbit seperti Konsorsium Penerbit Jogja (KPJ).

Saran untuk penulis untuk menuliskan tentang bahaya pembajakan yang imbasnya kerugian pada banyak pihak. Seperti tulisan ini yang saya ikutkan dalam kontes menulis artikel yang diadakan oleh Penerbit Mizan dengan tema Mizan Lawan Pembajakan.

Sebagai penutup, saya mengajak kawan pecinta literasi untuk menyelamatkan peradapan dengan membeli buku yang asli. Laporkan setiap menemukan buku bajakan maupun kasus penjual buku yang masih menyebut buku kw, buku bukan ori, imitasi, maupun repro yang dihalalkan. Lebih baik beli di gerai resmi atau meminjam saja.

#MizanLawanPembajakan

 

Gagal Itu Cara Agar Kamu Lebih Kuat lagi : Baiq Cynthia


Saat gagal yang pernah terpikir dalam benak, aku selalu menyalahkan takdir.

Kenapa kehidupan tidak memihak kepadaku? Kenapa teman-teman yang lain bisa dengan mudah meraihnya, sementara aku tidak bisa bergerak ke mana pun.

Sedih dan terus-menerus menyalahkan keadaan. Tetapi yang terjadi berikutnya tidak ada yang berubah dalam hidupku. Semua seakan menghujani dengan kalimat-kalimat yang justru memperparah batin dan pikiranku. Beruntung tidak berujung pada depresi.

baiq-cynthia-gagal-2

sumber: Freepik.com

Dari pengalaman gagal aku menemukan segudang hal yang terkadang mencengangkan, peristiwa gagal justru menyelamatkan hidup dan pilihan masa depan yang salah. Terkadang kita kalah pada satu bagian, tetapi kita belum tahu di bagian berikutnya. Gagal bukan berarti berakhir segala mimpi, gagal bukan takdir yang permanen. Kita pun bisa memperbaiki gagal dan mewujudkan impian yang terbaru.

Terlebih saat ada orang yang mencibir ketika posisi di bawah, bukan mendukung namun menyalahkan tindakanmu. Seolah kamu menjadi makhluk paling ceroboh, tidak memikirkan dari sudut pandang yang berbeda. Sementara, gagal atau berhasil bukan akhir segalanya. Hidup menawakan segudang pilihan, jika gagal barangkali ada hal yang tidak sempurna. Ada sesuatu yang menghimpit tanpa memberikan kesempatan untuk melebarkan kesempatan.

Aku pernah berpikir kalau orang yang sukses tentu akan mengalami banyak kegagalan di masa silam. Namun, orang itu menyikapi dengan tenang dan terus move up. Bagi mereka yang memijakkan diri pada kesuksesan melihat kegagalan sebagai peluang besar. Gagal sebagai tempat untuk belajar dan gagal sebagai hal yang lumrah. Tentunya dengan adanya gagal berarti ada kesempatan untuk menang.

Pemenang yang luar biasa bukan yang lancar dan mulus jalannya, akan tetapi berliku, menanjak, tajam dan penuh perjuangan. Mereka menaklukan kegagalan dengan memperlajari hal apa saja yang membuat gagal. Mereka lebih memilih mengerjakan sesuatu yang berharga daripada terlalu fokus pada kegagalan. Mereka pun menerima dengan lapang dada, karena dalam hati mereka ada keyakinan besar suatu saat akan mengganti kata gagal menjadi berhasil.

baiq-cynthia-gagal

sumber : Freepik

Belajar dari orang yang sukses bahwa hidup mereka sebenarnya sangat sederhana, waktu mereka pun sama dengan kita. Namun upayanya sangat keras dan mengurangi hal-hal yang menghabat untuk sukses. Mereka tidak terpedaya untuk melakukan drama queen, pun tidak tertarik dengan sanjungan. Mereka lebih sibuk memikirkan strategi untuk sukses, mengistirahatkan diri di kala lelah daripada mengeluh pada dunia. Mereka pun hebat menyembunyikan setiap luka yang didapat saat gagal.

Bagi mereka kesuksesan tidak ada yang instan, segalanya butuh proses, perjuangan dan air mata. Ketika gagal coba lagi, gagal tidak berhenti di tengah jalan, dan saat gagal lebih menyiapkan hati yang tegar. Mereka yang sukses pantang untuk menyerah dengan keadaan, baginya keadaan tidak bisa diubah.

Belajar untuk tidak cengeng saat gagal, dan tidak berhenti mencoba sampai kesuksesan menghampiri. Life is so simple, tinggal kamu saja mau berjuang, bertahan atau menyerah dengan keadaan. Karena kegagalan yang sesungguhnya saat engkau menyerah dan berhenti berjuang.

#BaiqCynthia

Mengecilkan Harapan, Membesarkan Tindakan


Mengecilkan Harapan Membesarkan Tindakan.

Manusia terkadang memiliki banyak mimpi-mimpi dan haus akan reputasi. Tetapi terkadang lebih banyak mengharap impian tanpa mengedepankan langkah-langkah perbaikan.

Sumber : freepik.com

Selama masih punya kesempatan untuk berbenah maka mulai menyusun rencana yang baik-baik. Cuek dengan penilaian orang maupun kata-kata yang menjatuhkan saat engkau mencoba merajut hal-hal baru.

Kalau memang ingin menjadi pemenang harus bisa tahan banting dan terus mencoba dari hal yang paling kecil. Tidak perlu terlalu ekstra membuat orang lain percaya bahwa kamu sedang berjuang. Cukup dengan membuktikan sebuah karya dan mendalami lebih rajin lagi.

Menyederhanakan impian, bukan berarti tidak mau bermimpi tetapi memprioritaskan hal-hal yang lebih mendesak dan penting.

Mungkin pilihanmu terlalu banyak sehingga beban dan tanggung jawab jadi menumpuk. Sehingga tidak satu pun yang terselesaikan tepat waktu.

Kalau sudah banyak kerjaan yang tidak selesai tepat waktu bisa menganggu konsentrasi dan bahkan menjadi beban stress. Produktivitas akan menurun dan mempengaruhi keseimbangan kinerja.

Hal sederhana yang bisa dilakukan agar bisa lebih produktif dan mendapatkan banyak hasil dari upaya yang ditargetkan. Salah satunya mulai menggeluti hal yang memang menjadi passion dan hobi. Karena berkaitan dengan sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari biasanya akan mudah untuk memanajemen. Latihan secara rutin akan mengasah kemampuan. Kemampuan tidak hanya didapatkan dengan banyak berlatih akan tetapi butuh untuk diuji coba dengan mengikuti berbagai kontes maupun kegiatan yang setara.

Sebaik-baik pekerjaan yang telah selesai dan sebaik-baik harapan ialah yang dilaksanakan bukan ditunda. Tentunya setiap usaha akan membuahkan hasil sejalan dengan perjuangannya.

Tak Perlu Khawatir Data Hilang, Ada USB OTG SanDisk.


Era digital yang menyuguhkan segala macam kepraktisan membuat pengguna smartphone lebih memilih menyimpan data pada ponselnya daripada di komputer.

Permasalahannya pengguna telepon pintar sering mengalami kehilangan data, entah karena memori telepon yang penuh maupun terserang virus.

Dikutip dari Beritasatu.com menyatakan bahwa berdasarkan hasil survei firma riset DEKA yang bertajuk “Indonesia Consumer Mobile Habit and Data Management Survey” pada Western Digital Corp; 67 persen dari 1.120 reponden pernah kehilangan data di ponsel pintarnya. Kehilangan data saat ini sulit untuk dikembalikan, tentu tidak sama seperti kehilangan uang yang masih banyak wujud lainnya. Kehilangan data pasti membuat perasaan tidak keruan, terlebih data yang dibutuhkan yaitu data penting.

Apalagi data tersebut dibutuhkan sangat mendesak, seperti mahasiswa yang akan melakukan presentasi menyimpan datanya di ponsel. Tidak sengaja kena hapus, melayang nilai yang akan diberikan dosen. Banyak faktor yang menyebabkan data hilang, entah karena memori yang penuh yang otomatis menghapus data, perangkat rusak, smartphone hilang maupun terinfeksi virus.

Satu sepertiga dari responden menyadari pentingnya back up data, karena hal ini sangat krusial terlebih bagi entrepreneur yang butuh data untuk membagikan konten di medsosnya. Pada hasil survei 90 persen responden lebih memilih menyimpan data gambar maupun hasil jepretan lewat telepon pintar.

Terlebih era kini visual sangat menentukan keberhasilan sebuah konten yang dibagikan. Baik tujuan promosi maupun untuk keperluan branding diri. Mereka lebih sering mengambil gambar daripada menelpon yaitu 87 persen dan hampir 90 persen berupa foto dan 79 persen video.

Beberapa pengguna smartphone memilih back up data pada media sosial, tidak jarang ditemukan postingan dengan caption. ‘Nitip simpan foto dulu, memori ponsel penuh’. Padahal menyimpan data secara online sangat rawan disalahgunakan oleh pengguna media sosial yang beragam, tentunya kita tidak tahu siapa saja yang mengintip akun medsos kita. Sudah banyak kasus akun cloning yang mengambil data gambar dari akun kita dengan tujuan yang kurang baik. Beberapa akun juga mencuri gambar demi kebutuhan komersial yang ujung-ujungnya si pemilik gambar yang rugi.

Masyarakat Indonesia rata-rata menggunakan telepon pintar dengan kapasitas penyimpanan internal 16-32 GB (56 persen responden). Namun, banyak yang mengeluhkan tidak cukup untuk menyimpan data seperti video maupun gambar yang setiap hari bertambah. Menurut hasil survei, banyak pengguna smartphone menyisakan 1-3 GB memori yang berpengaruh pada kinerja ponsel. Akhirnya mereka harus merelakan datanya hilang karena dihapus.

Menghadapi kendala semacam ini saya juga merasakan harus mengikhlaskan menghapus memori setiap penuh. Memindahkan data pada laptop namun suatu ketika laptop rusak, data pun ikut hilang. Tentunya menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mencadangkan data.

Kehadiran USB OTG SanDisk sangat membantu mengatasi permasalahan pencadangan memori pada telepon pintar. Ukurannya yang kecil, bisa digunakan secara langsung pada smartphone dan data mudah ditransfer pada smartphone lainnya maupun komputer. Salah satu produk sandisk yang memiliki kapasitas sampai 256 GB. Kecepatan membaca sampai 150 MB/s. Terdiri dari micro-USB dan USB 3.0 connectors.

Kelebihan mem-back up data menggunakan Sandisk USB OTG:
1. Menghemat penggunaan memori pada smartphone
Memindahkan data penting, gambar maupun video pada Sandisk USB OTG bisa mengurangi penggunaan kapasitas penyimpanan telepon. Pemindahannya juga cepat 150 MB setiap detik. Senang sekali data aman dan ponsel tetap memiliki banyak ruang kosong. Tidak khawatir lagi kehilangan data maupun harus menghapus kenangan video maupun gambar.

2. Mudah digunakan
Tidak perlu menggunakan kabel data lagi, Sandisk USB OTG langsung dicolokkan pada ponsel. Fitur dual connectors juga memudahkan jika ingin menyalin file ke laptop atau komputer. Ukurannya yang mungil sangat praktis dibawa ke mana pun. Mudah diselipkan pada dompet maupun saku.

3. Data Aman dan Tidak khawatir diakses orang lain
Keistimewaan menggunakan Sandisk USB OTG privasi dan data penting tidak akan mudah bocor maupun dihack oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Biasanya sering terjadi saat mencadangkan data pada penyimpanan awan maupun menyimpan di media sosial.

4. Kapasitas penyimpanan besar harga terjangkau
Keunggulan Sandisk dengan harga yang ekonomis kapasitas penyimpanan besar. Beragam mulai dari 16 GB sampai 265 GB untuk informasi selengkapnya bisa klik link berikut ini. Sandisk Official.

Tidak perlu berpikir dua kali untuk memilih Sandisk sebagai solusi dari mengamankan data pentingmu. Karena data menjadi asset yang tidak ternilai. Sekali hilang sulit untuk mengembalikan dan sebelum itu terjadi. Sedia Sandisk sebelum data hilang. Saya juga pengguna produk Sandisk, rekomended banget!

#DibuangSayang #SanDiskAPAC

Sahabat itu Lebih dari Persaudaraan


Persahabatan bagai kepompong, dari ulat menjadi kupu-kupu. Seperti penggalan lagu yang familiar soal persahabatan yang tidak pernah terpisahkan oleh jarak dan waktu.
Mudah mencari banyak teman tetapi mendapatkan satu sahabat yang sejati itu tidak gampang, pasalnya sahabat akan menemani saat susah maupun senang. Sementara teman mungkin hanya datang saat kita bahagia.

Sahabat tidak akan pernah meninggalkan kita kala berduka dan tidak akan bahagia sendiri.
Pertama kali memiliki sahabat saat duduk di bangku SMP aku mengenalnya ketika ia sendiri di bangku paling depan. Awalnya hanya pertemanan biasa, tetapi kami memiliki banyak kesamaan soal pelajaran terutama bahasa Inggris.

Setiap jam istirahat selalu bersama ke kantin, ke mana pun bersama. Hanya saja dia sedikit tomboy dan tidak jarang menjadi bahan olokan teman karena sifatnya yang sedikit maskulin.

Kami pisah sekolah saat SMA namun jalinan persahabatan tidak terputus. Setiap pulang sekolah ia selalu menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Walaupun kami memiliki kesibukan masing-masing di sekolah baru. Namun, perjumpaan barang sejam setiap minggu atau setiap bulan selalu menjadi hal paling menyenangkan. Bertukar cerita dan saling mengenang hal yang lucu maupun bercanda soal teman sekolah masing-masing.

Oh, iya persahabatan yang kami jalin tidak terasa sampai sudah 11 tahun. Selama itu juga kami tidak pernah berantem, walaupun tidak jarang banyak perbedaan di antara kami. Lalu, bagaimana bisa persahabatan tetap terjalin walau sekarang sudah beda status. Saya menjadi seorang ibu dan dia masih berusaha menyelesaikan gelar S1 yang sedang ditempuh.

Komunikasi yang terbuka dan tidak saling mendominasi itu hal yang pertama. Saling menghormati setiap keputusan yang kami ambil. Pun menjadi pribadi yang luwes dan tidak ngotot ketika pilihannya pun berbeda. Seperti contoh kemarin saat saya berkunjung ke kosnya, kami sempat membahas soal calon pemimpin RI. Kebetulan kami berbeda soal pemilihan calon kandidat, tetapi kami saling menghargai pendapat dan tidak menjatuhkan pihak mana pun. Berbicara secara ilmiah dan secara logika.

persahabatan (sumber:Unsplash)

Hal yang paling penting, saling membantu dan mengakrabkan diri dengan keluarganya. Tidak ada ambisi untuk memanfaatkan siapa pun, namun bagaimana bisa saling membantu dan merangkul saat ia membutuhkan. Agar makin langgeng, setiap hari istimewa kami pun saling memberikan kado.

Kuucapkan terima kasih atas jalinan persahabatan kita, walaupun kita berjauhan namun doa dan harapan selalu diikutsertakan. Mungkin ada banyak jalinan persahabatan yang mencari keutungan, tetapi ia spesial, tak pernah pamrih dan selalu tersenyum di saat bagaimana pun.
Semoga jalinan persahabatan ini akan terus tersambung sampai di akhirat kelak. Aamiin

Tak Perlu Menyesal Masa Lalu, Masih Ada Kesempatan Memperbaiki Masa Depan


Terkadang apa yang dialami saat ini merupakan ikhtiar dari hari kemarin. Pun hasil yang dicapai tidak terlepas dari usaha yang dilakukan sebelumnya.

Tanpa disadari air mata merembes jika throwback ke masa silam. Masa zaman polos dan belum mengenal cinta, masa yang lebih fokus pada impuan daripada menghabiskan waktu yang tidak jelas. Masa-masa yang belum pusing dengan masalah yang saban hari selalu ada. Masa remaja yang bebas melakukan apa saja tanpa perlu berpikir dua kali karena jam terbang belum padat seperti ini.

Kini sudah tidak ada lagi kesenangan bersama teman, menghabiskan waktu untuk mendalami hobi maupun sekadar membaca buku seharian sampai tuntas. Tidak ada lagi. Kini sudah meniti rumah tangga dan kehadiran si kecil semakin memangkas waktu untuk me-time. Seakan menjadi blur, impian yang gagal di masa lalu berefek pada masa kini.

Pikiran terus-menerus mengatakan ‘kalau saja-dahulu tidak … begini … begitu’, mungkin tidak akan begini.
Kenyataannya saat masih menjadi remaja segala sesuatu berdasarkan ego dan emosi yang didahulukan, tidak memikirkan masa depan yang panjang. Padahal usia remaja menentukan bagaimana jalur sukses yang akan didapatkan setelahnya.

Mungkin masa lalumu tidak seindah yang engkau harapkan, mungkin masa lalumu membekaskan sebuah luka trauma yang sulit dihapus. Mungkin masa lalumu menyimpan banyak kenangan kelam yang berimbas pada masa kini. Jangan bersedih apalagi menyesal, karena kamu masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depan.

Mulailah menata hidup baru, berhijrah! Meninggalkan kebiasaan buruk di masa lalu, membuang perilaku yang tidak pantas. Selama engkau masih mendengar detak jantungmu, engkau masih punya kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Teruslah belajar, karena sisa waktu yang engkau miliki akan berkurang setiap saat. Bersemangat untuk menjadi sosok yang elegan, santun dan sabar.

Baiq Cynthia

Menulis di Era Digital lewat Blog


Menjadi blogger memiliki kepuasan tersendiri. Apalagi memiliki hobi menulis dan ingin membagikan pengalaman berharga kepada banyak orang dan lewat tulisan menjadi cara paling ampuh ketika lisan tidak mampu memberikan banyak petuah.

Awal ngeblog itu ketika suka menulis cerpen dan membagikan di blog, lama-lama blog menjadi tempat curhat kedua yang lebih nyaman daripada medsos. Awal-awal menyukai blog karena bisa diakses dan dibaca banyak orang. Tidak ada batasan karakter dan bisa memasukkan konten gambar maupun video.

Hal yang disukai dari ngeblog selain bisa berbagi konten dan mudah ditemukan di mesin pencarian, mendatangkan banyak rezeki. Seperti adanya lomba menulis lewat blog, mereview buku maupun lomba lainnya yang medianya bisa ditulis di blog.

Mengenal banyak teman baru dan mendapatkan banyak ilmu yang cukup memadai tentang hal-hal kekinian, mulai dari lifestyle, parenting sampai konten yang sedang menjadi tren.

Menulis di blog tidak terlepas dari kesulitan dan tantangan yang menyertai. Salah satunya berkenaan dengan memaksimalkan viewer dan tentang SEO. Sejak SMA saya sudah mulai terjun belajar menulis di blog, namun kurang maksimal. Beberapa tahun terakhir saya lebih memilih wordpress daripada blogspot sebagai wadah untuk ngeblog. Karena pada wordpress tersedia aplikasi untuk smartphone, menulis terasa gampang dan bisa dilakukan di mana saja.

Hal menyenangkan dari ngeblog dapat banyak reward dari berbagai kompetisi menulis, seperti mendapatkan hadiah buku dari lomba mereview buku. Mendapatkan kenang-kenangan berupa kaos maupun totebag dari lomba kepenulisan. Selain itu, mengasah kemampuan dalam menulis. Hal yang paling berkesan dari ngeblog yaitu bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki passion yang sama dalam menulis.

Hal yang disayangkan, ketika mengeblog tidak terlepas dari haters. Salah satunya mereka membuat blog saya menjadi terindikasi spam ketika membagikan ke laman facebook. Padahal blog sudah domain Ltd. Sehingga berpengaruh pada pendapatan dalam adsense. Beberapa hari setelah itu, pengunjung blog juga mengalami penurunan yang signifikan. Setelah ditelurusi blog saya terkena jingling. Cirinya trafik melonjak dari lokasi yang asing.

Namun tidak patah semangat untuk tetap menulis dan menuangkan ide-ide pada blog ini, menggunakan domain gratisan dari wordpress. Tetapi, trafik dan link tidak bermasalah.

Mengeblog tidak hanya sebagai hobi, tetapi bisa menjadi ladang untuk berbagi ilmu dan mendapatkan rezeki yang tidak terduga.

Mungkin ini Hal Sepele, Pantang Diucapkan pada Mama Muda.


Kadang yang membuat engkau patah hati bukan melulu soal cinta. Terkadang engkau jadi patah hati saat orang yang paling dekat denganmu mengucapkan kata-kata yang mengiris hatimu.

Menjadi ibu muda tidak semudah yang dibayangkan, terutama harus membagi waktu istirahat, masa pemulihan pasca operasi, mengurusi rumah tangga dan merawat bayi.

Tinggal satu atap dengan banyak orang punya tantangan tersendiri, mungkin positifnya bekerja secara kolektif, tetapi negatifnya harus mendengar ocehan, dimarahi dan sebagainya.

Baby Born (sumber:pexels.com)

Tidak mudah menjadi ibu muda mendapatkan kritikan, komentar pedas dan bahasa yang kasar. Ia yang baru memperjuangkan nyawa demi kelahiran buah hati tentu tidak ingin buah hatinya kekurangan nutrisi asi. Di samping lainnya, ia pun sudah lelah dan butuh istirahat.

Jika memang peduli dan ingin membantu ibu muda yang habis melahirkan sebaiknya hindari pengucapan kata-kata semacam body shaming, maupun omelan. Sebab ibu muda yang melahirkan secara SC masih drop dan butuh perawatan yang lama, belum lagi efek menyusui membuat badan pegal-pegal dan energi terkuras.

Ketika baru saja terlelap, setelah sepanjang malam begadang. Lalu, si kecil menangis meminta ASI, sementara engkau masih belum sadar dari tidur yang hanya hitungan jam.
Patah hati itu saat ada yang berkomentar,

“Jangan bikin anak kalau enggak bisa merawat!”

Mungkin bagi orang yang normal tidak masalah perkataan itu, menurutnya itu hanya sebuah nasihat. Kalaupun kalimat di atas dikategorikan dengan kata-kata kritikan, lebih baik memilih untuk mengabaikan saja. Berbeda dengan ibu muda yang baru melakukan operasi sesar, proses pengeluaran bayi yang ‘memakan’ banyak energi. Pikiran dan kesehatan jiwa belum benar-benar pulih.

Untuk mengobati patah hati semacam ini, hingga hilangnya semangat dan motivasi untuk melanjutkan pilihan jalan hidup.

Ada banyak cara agar hati yang patah kembali bahagia, salah satu caranya ialah:

  1. Tidak perlu memusingkan ucapan mereka yang terkadang membuat bekas ‘luka’ di hati, lebih baik memaafkan perilakunya. Lupakan ucapannya, anggap hanya angin lewat.
  2. Lebih baik memaklumi saja karena mereka yang mengucapkan belum tahu kondisi kita sebenarnya, mereka berada di luar lingkup kita. Jadi wajar mereka mengomentari sesuai apa yang dilihat saja, bukan sebelumnya.
  3. Minta dukungan suami, hanya suami yang mengerti keadaan kita baik lahiria maupun batinia. Dukungan suami dalam bentuk ucapan maupun gerakan fisik bisa mengurangi ketegangan psikis.

Itulah cara yang bisa dilakukan saat kamu mengalami keadaan down setelah melahirkan. Kadang butuh dukungan dari dalam diri berupa semangat demi membesarkan buah hati.

Karena jika kita terlalu sensitif menghadapi permasalahan, bagaimana dengan keadaan si kecil?

Baiq Cynthia

Hal yang Dinanti pada Ahirnya Datang : Baiq Cynthia


Bismillahirrahmanirrahim. Dengan doa saya memulai menulis lagi, setelah vakum selama sebelas hari karena harus menjalani persalinan. Melahirkan buah hati ke dunia menjadi impian yang ditunggu selama ini. Sembilan bulan mengandung bayi yang akan menjadi teman bermain dan bercanda. Menunggu momen yang bersejarah, sulit tuk dilupakan seumur hidup.

Sumber : pexel.com

Seorang wanita akan menjadi sempurna ketika statusnya berubah menjadi seorang ibu. Ketika usia kandungan sudah melewati batas perkiraan lahir, saya mulai bingung. Janin yang dikandung tidak ada tanda-tanda akan keluar, padahal sudah lima belas hari gejala akan melahirkan sudah muncul. Seperti kontraksi palsu dan keluar lendir. Bimbang tak menentu, hingga sulit tidur dan nafsu makan berkurang.

Pertanyaan demi pertanyaan menyusul bagai deru ombak, ‘Kapan lahiran?’ Itu hanya menambah beban pikiran juga khawatir dengan keadaan janin. Belum lagi menjadi wanita hamil trimester tiga, harus kuat dengan sering kencing, sakit pinggang, tendangan adek, membawa beban yang kian berat hingga kaki membengkak. Sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Hari menjelang melahirkan, aku menggigit jemari, mulai cemas. Terlebih saat periksa ke puskemas. Lewat USG tidak bisa menemukan hari perkiraan lahir (HPL) yang tepat. Bidan pun membuat perkiraan berdasarkan diameter lingkar kepala dan perut. Ternyata hasilnya malah tambah mundur pada tanggal 25 September. Aku gundah, sedih dan tidak percaya. Karena rasa sedih, aku mulai murung dan enggan untuk makan maupun minum. Padahal wanita hamil harus selalu makan makanya bergizi, ceria dan lapang dada.

Manusia bisa merencanakan namun segala keputusan ada dalam kebijakan Allah yang Maha Kuasa. Mengalami pendarahan pada hari Selasa, 10 September dari pagi sampai malam. Namun, tidak ada kontraksi yang kuat. Kembali periksa kepada bidan UGD saat malam tiba, hasilnya pembukaan 1. Harus pulang lagi dan menunggu bukaan selanjutnya. Hati berbunga, tidak sabar menanti kehadiran buah hati. Masih petang dan berkabut, aku pun berjalan ke bakul sayur untuk membeli kebutuhan dapur. Kulakukan olahraga berharap bisa menambah bukaan. Ibu mertua sudah sangat berharap bisa menambah bukaan. Kembali periksa pagi, dengan kondisi belum sarapan dan tidak memasak.

Hatiku kembali menciut, ketika bukaan tidak bertambah. Tetap bukaan satu, pun bidan melarang pulang karena ada riwayat penyakit asma. Wajahku tegang, tekanan darah meninggi, pun dada ikut sesak. Entah perasaan ikut tidak tenang.

Mendengar kisah wanita hamil muda dengan riwayat sesak harus berakhir kehilangan calon bayinya. Pihak puskesmas tidak ingin mengambil resiko, sehingga diberi rujukan ke rumah sakit di Jember.

Aku harus diinfus dan menggunakan selang oksigen. Perasaan makin tidak karuan. Mereka mengatakan akan menyiapkan ambulan, berangkat pagi itu. Sungguh aku tidak suka adegan ini. Pasalnya, perut sudah lapar dan kerongkongan terasa kering.

Menunggu sampai semuanya siap, pukul sepuluh sudah berbunyi sirine. Pun aku ditidurkan dalam bangku yang selama ini menjadi momok. Sejam kemudian sudah tiba di rumah sakit yang dirujuk. Seumur hidup aku sering merasakan sakit, tapi baru kali ini sakit yang dialami luar biasa.

Masuk ruang obsevasi dan semua serba dicek, mulai dari mengambil sampel darah. Mengukur tekanan darah, memberikan suntikan tertentu, mengecek kondisi jantung, paru-paru dan VT.

Aku makin patah hati, tidak ada tambahan bukaan. Padahal medan yang ditempuh aspalnya banyak yang berlubang. Seharusnya setuap guncangan akan menambah bukaan, tetapi tetap bertahan pada bukaan satu. Saya dipindah pada ruangan bersalin, debar-debar perasaan. Ada pasien yang juga berbaring dengan mengeluh rasa sakit. Satu ruangan berisi tiga pasien, dan mereka akan melakukan operasi Caesar.

Mendengarkan saja, rasanya perut nyeri. Aku optimis untuk normal.
Menunggu hasil USG, sungguh di luar perkiraan. Air ketuban sudah menipis, kondisi bayi Alhamdulillah normal. Akum akin panik, pasalnya seminggu sebelumnya air ketuban masih normal. Menanti tanda-tanda melahirkan, itu menyakitkan. Di satu sisi aku mengingikan normal di sisi lain tidak ada penambahan pembukaan. Menjelang sore, kembali cek VT tetapi hasilnya kurang meyakinkan. Tetap bukaan satu!

Mereka yang bertugas pun memberikan opsi yaitu disuntik perangsang/induksi. Setiap menit yang berlalu seperti sejam, dengan kontraksi nyeri dan keluar bercak makin menjadi. Toleransi induksi akan berakhir pukul delapan malam.

Harusnya bayi mau bergerak setelah dites kondisi detak jantungnya yang makin menurun. Aku harus kuat, begitu afirmasi yang terus digaungkan dalam benak.
Kenyataan tidak selalu sama dengan harapan, dokter menyatakan aku harus siap menjalani operasi SC.

Pecah tangisku, selama ini berusaha untuk normal jadi tiada hasil. Perut makin kempes, berad badan bayi menyusut namun harus menjalani operasi juga.

Setelah beradu argument dengan perawat dan bidan yang bertugas, aku pun luluh. Demi keselamatan bayi maupun diriku. Padahal dalam feelingku masih tiga hari lagi si kecil akan lahir. Maka ini upaya yang paling berat kulakukan, mengingat perawatan sehabis melahirkan lewat SC akan lebih susah dan lama pulihnya. Seorang ibu akan melakukan apa saja demi buah hatinya, bahkan nyawa jadi taruhannya.

Malam itu juga saya harus menjalani operasi sesar, meskipun harus menahan nyeri disuntik bius pada tulang punggung belakang dan sakit perasaan merasa gagal memprogram lahir secara normal. Dilema saat menjalani operasi, saat mendengar tangisan si kecil dan teriakan dokter dengan lantang mengatakan cewek.

Aku pun senang tak terkira. Tetapi badan sudah tidak tahan dengan derita yang dijalani. Sesak napas pun kambuh, karena tubuh menggigil dan serasa tinggal di kutub utara. Aku pun sulit berbicara, dokter mengganti selang oksigen yang kecil menjadi besar. Tetapi aku tidak mendapatkan oksigen. Berulang kali mengatakan kepada dokter untuk mempercepat proses operasi, dengan santai dokter mengatakan proses menjahit lima menit lagi. Bibirku bergetar dengan zikir, tetapi yang keluar justru gumam tidak jelas.

Tiga belas jam harus terpisah dengan keluarga dan sang buah hati. Pada ruangan perawatan intensif ada enam pasien yang juga dirawat, suara mesin monitor berpacu dengan detak jantung. Aku benar-benar merasa mati rasa, kedinginan dan seolah maut siap menjemput. Mata dipaksa terpejam, namun telinga bisa mendengar apa yang dibicarakan perawat. Aku tidak sabar menunggu pagi. Sementara efek bius perlahan pudar, dan nyeri bekas jahitan mulai terasa.

Seorang ibu tentu berjuang mati-matian untuk keselamatan si buah hati, karena sosok ibu yang benar menyayangi buah hatinya tidak akan menyia-nyiakan kado terindah dari Allah. Ibu rela jika tubuhnya sakit, asal buah hati tersenyum dan tertawa. Pelajaran yang kudapat dari operasi sesar ialah tidak mudah mengeluh dan panik, sabar semua akan indah pada waktunya.