Masak apa pagi ini, Mak? Masak Jengkel!


Masak apa pagi ini, Mak? Masak Jengkel!

Sudah jadi rutinitas emak-emak yang harus sigap menyiapkan sarapan untuk keluarga. Terlebih untuk suami tercinta. Apa jadinya kalau sudah masak susah-payah mengejar waktu pada akhirnya tidak dicicipi walau satu sendok. Kalau ditanya besok masak apa? Masak Jengkel!

Emak itu sederhana kemauannya, cukup dihargai prosesnya. Hanya butuh dipuji atau diberi apresiasi. Ia enggak akan meminta segunung mutiara atau emas yang berlapis-lapis.

Pernah enggak sih, membayangkan posisi jadi emak. Ia memasak untuk keluarga dalam keadaan keroncongan, menahan lapar dan haus. Ia pengin melihat suaminya bahagia, dan kenyang. Punya energi yang cukup saat bekerja nanti. Tetapi, dengan mudahnya sang suami atau anggota keluarga tidak menghargai jerih payahnya. Tidak memakan, kasus ini pasti akan buat emak uring-uringan sambil beraktivitas.

Belum lagi kalau masakannya dikomentari dengan kata-kata yang enggak enak didengar kuping emak. “Ini masakan asin!” Kalau emang enggak suka makanan asin kan bisa makan yang lainnya.
Bagi Emak yang terbiasa masak, dia pasti berusaha menyuguhkan makanan terbaik untuk keluarga. Jangan lantas mencela atau tidak menghargai hasil masakan emak.

Suami inginnya sang istri masak, giliran sudah capek-capek masak tapi enggak disentuh sedikit pun. Percuma pontang-panting di dapur dengan minyak dan gangguan kucing yang mau nyolong lauk. Terlebih masih pagi sudah bikin jengkel.
Esok, kalau tanya lagi. Masak apa Mak? Masak jengkel!

Wahai suami, kalau ingin meja makan selalu terhidang masakan yang lezat. Tolong hargai istrimu yang memasak, cukup beri pujian dan memakan hasil masakannya.

Suara hati Emak.

Sudahkah Merdeka Hatimu : Cermin Diri


Pengalaman Menjadi Ibu Hamil (Cermin Diri)

Saya acungkan jempol kepada para ibu hamil yang masih bekerja di luar rumah. Pasalnya tidak mudah berbadan dua, selain menanggung berat membawa bobot si kecil. Ibu hamil juga mengalami morning sick, nyeri sebagian badannya juga kelelahan sepanjang hari. Meskipun pekerjaan yang dilakoni tidak begitu berat, ia mudah lelah.

Bulan Kemerdekaan sudah di depan mata. Merdeka bisa diartikan bebas dari jajahan. Merdeka bagi saya tidak hanya kebebasan, bebas melakukan pendapat dan mampu bertanggung jawab atas semua yang dilakukan. Merdeka batin maupun fisik juga merdeka atas keputusannya. Bicara soal merdeka, kadang merasa sudah merdeka atas dirinya maupun segala kebebasannya.

Tetapi, apakah sudah merdeka dari tren, ikut-ikutan lifestyle yang bukan budaya kita maupun teperdaya dengan gadget dan medsos? Memberi makan ego setiap saat, entah dengan masalah kebutuhan maupun pemenuhan diri yang kadang hanya ‘pengin’. Oh, ia besok hari Raya Idul Adha, di mana bagi mereka yang mampu menyembelih hewan ternak berkaki empat. Tujuannya selain beribadah juga memotong nafsu yang sering kali terlalu mencintai dunia. Berkurban entah kambing atau sapi, kemudian membagikan potongan dagingnya kepada yang benar-benar membutuhkan. Berbagi kebahagiaan kepada banyak orang tidak mudah, pasalnya ia harus bersusah payah melawan hawa nafsunya sendiri.

Manusia selalu menginginkan kepuasan yang lebih, hasil bagi yang lebih besar maupun profit yang banyak. Tetapi lupa tentang hakikat berbagi, melalui kurban menjadi salah satu hal untuk mempersempit ruang ego.

Terkadang, terlalu sering kita membandingkan diri dengan orang lain. Padahal kapasitas orang berbeda, juga kemampuan individu dalam menyelesaikan permasalahan juga tidak sama. Padahal diri kita juga punya hak untuk merdeka. Merdeka dengan melakukan segala sesuatu dengan keterpaksaan. Hati yang selalu tenang dan bersyukur sudah pasti merdeka. Karena ia tidak butuh pengakuan dari orang lain, atau sekadar mencari perhatian untuk sebuah penilaian. Ia sudah tidak membutuhkan. Karena hatinya dipenuhi dengan keindahan dan merasa cukup.

Sebaliknya orang yang selalu sibuk membandingkan dirinya dengan pencapaian orang lain malah tidak memiliki rasa percaya diri. Ia belum bebas untuk menentukan ke mana arah pilihan hidupnya. Hati yang merdeka akan berusaha memperbaiki kualitas diri dari hari ke hari. Ia lebih fokus pada proses dan kerumitan di awal agar setelah selesai urusannya tinggal memetik hasil.

Seseorang yang sudah dikatakan merdeka ia akan sibuk mengerjakan segala sesuatu dengan hati. Karena baginya kompetisi bukan siapa yang lebih unggul dan lebih cepat sukses. Melainkan enjoy atas pilihan hidup yang dijalani tanpa embel-embel ingin menjadi orang lain. Sosok yang produktif jarang yang menyalahkan keadaan maupun alat yang tidak memadai. Ia akan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan segala keadaannya yang dialami. Alat bukan sebuah keharusan, tetapi niat itu harus. Kalau sudah mengakar sebuah motivasi untuk sukses, tentu akan merdekakan diri terlebih dahulu. Sebelum membuat orang lain tertawa.

Masih ada waktu berjuang memerdekakan diri dari belenggu menyalahkan keadaan, iri dengan pencapaian orang lain maupun tidak menyibukkan diri dengan kebaikan. Salah satu caranya ialah memulai menerima diri, bahwa diri juga butuh untuk didamaikan dari ego, amarah maupun kecewa.

Poinnya dimulai dari rasa syukur yang mendalam, memperbanyak beribadah dan rajin mengupgrade diri. Entah mulai dengan menjaga keseimbangan fisik dan jiwa, maupun menambah asupan nutrisi otak dengan bacaan positif. Kurangi menyalahkan diri dengan terlalu sibuk melihat keadaan orang lain yang lebih sukses kemudian memunculkan dengki, hingga mencari jalan pintas yang tidak seharusnya dilewati.

Melalui peristiwa kehamilan ini, saya banyak menyadari bahwa hamil bukan alasan untuk terus mengeluh, merasa tidak mampu dan malas-malasan. Justru ini menjadi momen yang berharga untuk mengupgrade diri sebelum mengalami persalinan yang nantinya akan lebih berat lagi tantangan mengasuh anak. Anak menjadi investasi yang sangat berharga, karakternya tentu orangtua yang membentuk. Memulai dengan memperbaiki diri, memerdekakan pilihan hidup dan mulai belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Buah hati kelak akan belajar dari ibu dan ayahnya, orangtua harus menjadi contoh terbaik untuk sang anak. Because children will always see and do what we do. Karena anak-anak akan selalu melihat dan melakukan apa yang kita perbuat.

Baiq Cynthia.

Dilema Pemenuhan Kebutuhan Vs Keinginan


Kebutuhan VS Keingingan.

Semakin bertambah usia, kebutuhan akan semakin meningkat. Terlebih keinginan yang terus menggebu untuk dituruti. Mobilitas dan lifestyle turut berpengaruh pada peningkatan pemenuhan kebutuhan pribadi. Saya juga mengalami dilema jika diberi keputusan memenuhi kebutuhan atau keinginan yang dibutuhkan. Terlebih sebentar lagi janin dalam kandungan siap melihat dunia.

sumber : pexel.com

Akan bertambah lagi kebutuhan anak. Oh iya, saya sebagai freelancer dan gaji suami hanya cukup untuk pemenuhan selama sebulan. Alhamdulillah, sudah hampir 11 bulan pernikahan. Kami tetap bersyukur dengan nikmat kecukupan untuk pemenuhan sehari-hari.

Kebutuhan yang diutamakan tentu masalah pangan, pengeluaran wajib bulanan seperti biaya listrik dan paket internet. Kalau menghitung menggunakan logika manusia, uang 500 ribu pasti akan kurang untuk biaya hidup berdua selama sebulan. Belum lagi semasa hamil membutuhkan perawatan, konsumsi susu hamil sehari dua kali, biaya obat dan periksa juga hal-hal lain seperti ngidam.

Atas kuasa Allah, selalu ada saja rezeki yang tidak terduga menghampiri kami. Sehingga tidak pernah sampai merasa kekurangan untuk pemenuhan biaya hidup dengan gaji bisa dibilang pas-pasan. Lalu, bagaimana dengan manajemen pengeluaran yang terbaik? Kalau ingat dengan konsep kepemilikan, segalanya yang kita punya saat ini ialah titipan dari Allah. Namanya titipan, pasti akan diambil kembali sewaktu-waktu.

Allah berjanji akan memenuhi segala kebutuhan makhluknya dan akan menambahkan nikmat jika kita banyak bersyukur. Tentu saja setiap barang atau makanan yang kita miliki ada hak orang lain maupun makhluk lain. Terkadang sering kali kedatangan hewan seperti kucing dan ayam ke rumah. Itu salah satu contoh kasih sayang Allah kepada kita, ini menjadi kesempatan untuk berbagi. Karena sesungguhnya mereka tidak akan datang pada rumah yang pemiliknya galak. Usahakan untuk selalu bersedekah dari bagian yang kita miliki kepada fakir dan miskin.

Rezeki tidak tahu kapan datangnya, semakin sering berbagi akan semakin lancar rezekimu. Konsep rezeki tidak akan habis saat dibagi ia akan tumbuh dan terus berkembang menjadi lebih subur. Jika orang yang selalu meminta kecukupan rezeki pasti akan diberikan rasa cukup dan aman.

Hasil pendapatan yang kita konsumsi, harus berasal dari yang halal. Rezeki yang halal akan menghadirkan keberkahan.

Lantas bagiamana dengan keinginan yang belum terpenuhi? Ujian manusia tidak hanya soal musibah, tetapi diuji untuk bersabar menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Keinginan tentu akan terpenuhi jika itu memang dibutuhkan. Karena sikap boros hanya akan menumbuhkan salah sifat serakah dan tidak pernah puas.

Manusia memang mendapatkan kodrat yang tidak pernah puas semasa hidup di dunia. Ia akan terus mencari dan mencari. Sadarkah, terkadang ujian yang terberat ialah mengekang hawa nafsu dan memperbanyak bersyukur. Untuk urusan duniawi, lebih indah itu menjalani hidup sederhana. Karena tidak akan dipusingkan dengan barang-barang yang dimiliki. Pun hidup sederhana akan menghadirkan rasa syukur yang mendalam. Karena ada bayak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita. Masih banyak orang yang kekurangan untuk memenuhi makan, maupun tidak memiliki tempat tinggal.

Sering melihat ke ‘bawah’ untuk urusan pemenuhan diri dan melihat ke ‘atas’ untuk prestasi agar semakin terpacu menjadi manusia yang terbaik.

Kadang kita menginginkan sesuatu tetapi tidak kesampaian, itu berarti Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Sekali lagi, berbicara soal pemenuhan kebutuhan harus dipertimbangkan sematang mungkin. Jangan sampai menimbun barang-barang yang tidak jelas hanya karena ada promo atau bentuknya yang unik. Lebih baik investasikan dalam bentuk ilmu atau sedekah. Karena setiap barang yang kita miliki suatu saat pasti akan dimintai pertanggung jawaban.

Refleksi Ulang Tahun: 23 Tahun


Selamat Milad Baiq Cynthia. Usiamu kini berkurang, tetapi engkau masih punya banyak PR untuk menjalani hari-hari berikutnya. Selamat milad, dulu kamu selalu mendapatkan banyak ucapan bahkan kado dari orang-orang tercinta. Semenjak berganti status menjadi seorang istri dan calon ibu, semuanya sudah berubah. Kecuali hanya kerabat terdekat dan sebuah kecupan manis dari suami di pagi hari.

Baca lebih lanjut

Ngidam Laptop ASUS VivoBook Ultra A 412DA


Ngidam Laptop ASUS VivoBook Ultra A 412DA

Ngomongin soal dunia literasi itu tidak ada matinya, terlebih sekarang era sudah makin canggih. Zaman generasi 4.0 semuanya sudah dalam genggaman. Menulis pun tidak perlu repot-repot menghabiskan banyak kertas dan tinta pena. Selama belum memiliki laptop sendiri, kadang kalau keluar kota atau perjalanan harus berlomba dengan baterai ponsel yang mudah lowbat. Kalau pinjam laptop pasti berat dan repot mencari colokan karena tidak tahan lama.

asus-baru

Sumber gambar dari ASUS Channel edited by Baiq Cynthia

Kesal! Padahal ide berseliweran, kalau tidak segera ditulis pasti lupa. Alternatifnya membawa catatan khusus atau menulis di kertas. Tapi, seringkali kertas jadi ikut kena sapu dan terselip entah di mana. Akhirnya tidak ada ide menulis, dan tulisan juga nihil. Ngidam banget sama laptop yang bisa dibawa ke mana saja, ringan dan baterai tahan lama. Tapi laptop yang gimana? Pasti mahal banget! Sementara, job menumpuk, mulai dari editan naskah dari penerbit dan permintaan menyelesaikan novel di salah satu platform. Mustahil kalau menulis lewat ponsel, selain hanya mengandalkan dua jari, mata harus melotot pada teks-teks berukuran kecil. Ditambah lagi sekarang dalam keadaan hamil. Duduk enggak nyaman jika terlalu lama. Cara cepat untuk menyelesaikan pekerjaan ya dengan mengandalkan laptop yang enteng juga slim bisa dipangku atau sambil tiduran dibantu dengan meja portable.

Laptop Asus A412 sumber: Foto pribadi diedit dengan gambar ASUS Channel Site

Baca lebih lanjut

Stop Galau Karena Tidak Punya Web Personal


Kegalauan saya memuncak ketika, blog yang berbayar kena masalah jingling, mungkin tidak asing bagi para blogger dengan domain ltd. Pasalnya domain ltd akan selalu terlihat professional dan bisa mengikuti beragam jenis kontes menulis. Sedih banget, karena baru saja merintis 6 bulan dan didaftarkan adsense. Awalnya kaget melihat traffic pengunjung meningkat drastic hingga berlipat-lipat persen. Anehnya semua pengunjung itu anonim dan asal negaranya dengan IP yang tidak bisa dideteksi—yap! Dari luar negeri tepatnya Israel.

Think Out of The Box

Baca lebih lanjut

[Mini Review] Novel Love at the Rooftoop-Hana Sutresno


Love at the Rooftoop

Jujur memang sangat menyakitkan, ketika melihat pacar sahabat yang selingkuh. Sementara sang sahabat mencintai kekasihnya sudah lebih dua tahun, menjaga komitmen dan ia sulit melepaskannya. Itulah yang menjadi kebingungan Jill. Jill takut sahabatnya frustrasi dan merusak masa depannya sendiri.

Ia pun sulit untuk mengakui perasaan sebenarnya kepada lelaki yang disukai lebih dari delapan tahun itu. Teman SMA yang selalu mengajak berantem dan tidak pernah akur. Delapan tahun berpisah namum berjumpa lagi menjadi teman satu apartemen ketika bertemu dalam acara bulanan yang diadakan oleh para penghuni apartemen di Rooftop.

Kembali bertemu dengan teman bertengkar semasa SMA bukan berarti mudah untuk bersahabat, lelaki itu bernama Vian memiliki perawakan tinggi dan lebih berisi. Ia juga disukai oleh sahabatnya sendiri. Namun kotak kenangan Jill tidak pernah menghapus memori masa SMAnya, walaupun hari-hari dipenuhi dengan hal yang menyebalkan dan bertengkar dengan urusan sepele. Tetapi mereka berpisah setelah masing-masing memiliki kekasih. Delapan tahun sudah berlalu, sulit untuk melupakan kenangan manis. Kata orang cinta pertama sulit dilupakan ia terkenang pada lubuk hati yang terdalam.

Jill memang tidak memiliki pamor yang ‘wah’ ia hanya wanita sederhana yang giat bekerja dan tidak peduli soal penampilan. Dalam benak Jill, mana mungkin Vian akan mencintai seorang wanita biasa tidak seperti mantannya.

Liku-liku novel ini tentang sebuah berharganya arti kejujuran, kalau saja mereka tidak dipertemukan lagi mungkin mustahil untuk menemukan kebenaran.

Cinta selalu memiliki jalan untuk kembali, dan kisah Love at the Rooftop salah satu cerita yang ringan dengan konflik seputar perasaan yang berliku dari seorang gadis keras kepala yang bisa luluh karena cinta.

Baca kisah lengkapnya di aplikasi membaca Ijakarta, selain gratis, mudah diakses dan asyik! Menyenangkan membaca bisa kapan saja dan di mana saja.

Judul buku : Love at the Rooftop
Penulis : Hana Sutresno
Penerbit : BIP
ISBN : 978-602-249-815-5
Tahun : 2015

REVIEW FILM Notebook-India (2019)


Review film Notebook 2019 India

Sebuah kisah melankolis yang berbalut drama romantis. Cerita dibawakan oleh sudut pandang orang pertama namun tertuang dalam buku catatan (notebook). Alur yang dibawakan sangat ciamik, meskipun maju-mundur dan begitu cepat, namun mudah dipahami oleh penonton. Latar tempat sangat mendukung dalam pembuatan film yang berdurasi 115 menit.

Dibuka dengan perjalanan seorang pria mantan perwira yang ingin terjun dalam dunia pendidikan, namun ditempatkan pada sebuah pulau terpencil. Pulau yang jarang sinyal, krisis air bersih maupun listrik.

Sumber : bollywoodlife.com

Sebagai seorang yang tinggal di kota sangat tidak terbiasa dengan lingkungan baru yang notabene kumuh. Sekolah Wular hanya memiliki 7 orang siswa yang terdiri dari beragam kelas. Kabir sebagai guru baru merasa kesulitan memanggil muridnya. Ia pun harus mencari satu persatu murid yang akan kembali sekolah setelah ditinggalkan oleh guru lamanya.

Baca lebih lanjut

Momen Lebaran: Tolong Jangan Merokok dulu!


Dari dulu saya enggak suka dengan asap rokok, karena punya riwayat alergi (asma). Kalau sudah kena paparan asap rokok gak perlu nunggu lama pasti mulai sering bersin-pilek, esoknya pasti batuk dan tengah malam sesak. Sampai hafal dengan siklus tesebut. Tidak hanya asap rokok sebagai alergen, debu, bulu kucing dan minum es maupun makanan berbumbu kacang.

Hari raya banyak yang takut dengan pertanyaan bully-an semacam kapan nikah, kapan punya anak dan segala pertanyaan lainnya. Namun yang saya takutkan hanya para perokok aktif.

Sumber: pexel.com

Sehingga untuk antisipasi membawa masker. Hari Raya tentunya momentum yang membahagiakan karena berkumpul dengan keluarga maupun menjalin silaturahmi. Tepat sore hari saya juga mengikuti kebiasan ini, sowan ke tetangga-tetangga.

Karena ini pengalaman pertama di desa, apalagi list yang dikunjungi juga banyak tentu tidak akan berlangsung lama. Entah karena terburu-buru saya lupa membawa masker. 😷
Benar saja baru 2-3 rumah sudah ada yang merokok, malah tuan rumah langsung menyodorkan rokok kepada tamu pria.
Saya lantas menutup hidung dengan ujung kerudung, salah satu saudara saya sangat peka dan perhatian langsung berujar, “Rokok ya? Di luar dulu.” Segera keluar ruangan itu, namun asapnya seolah mengekor ujung hidung. Masih terendus sangat tajam.
Karena tempat silaturahmi dekat dengan rumah, suami pun berlari untuk mengambilkan masker. Saya pun menyusul karena ingin kencing. (Semenjak hamil sering bolak-balik kencing).

Pada rumah-rumah berikutnya masih ada saja yang merokok. 😥 Sedih banget, karena reaksi pada alergen lebih cepat. Sehingga bersin-bersin dan singkat cerita malam juga diajak silaturahmi, bukan makin berkurang. Tamu-tamu lainnya yang lebih awal datang sudah merokok dengan santainya.
Kadang saya harus duduk di luar untuk mencari udara, terlebih hidung sudah mulai mampet dan berair. Benar saja keesokan hari pilek melanda.
😢
Kadang saya bertanya sendiri kenapa orang-orang sulit menahan untuk tidak merokok dulu saat bercengkrama dengan keluarga.
Siklus puncak tentunya batuk dan makin sering kram perut, karena janin dalam perut merasa ada trampolin.
Semalaman mati-matian untuk menahan tidak batuk dan mengatur napas agar lebih panjang. Tetapi malah bikin perut nyeri. Giliran sudah terlelap, tengah malam harus bangun mendadak. Bukan karena mimpi buruk, perut bagian kanan seperti ada yang melintir. Nyeri banget.
Karena semasa lebaran para bidan tidak beroperasi, bahkan ada yang mudik saya tidak tahu harus bertanya kepada siapa selain mesin pencarian.
Alhasil itu namanya kontraksi. Banyak penyebabnya selain gerakan bayi yang aktif, karena efek hormon sampai karena paparan asap rokok. 😔
Racun dalam rokok bisa menimbulkan kontraksi, kehamilan terganggu, bayi lahir prematur sampai cacat. Naudzubillah.
Mungkin para perokok malam hari bisa tidur dengan tenang, namun penderita alergi asap rokok harus melawan rasa sakit karena sulit bernapas. Begitu juga dengan penderita sesak napas pada ibu hamil. Double sakitnya.

Tolong jangan nodai hari Raya dengan merokok tidak pada tempatnya atau minimal menghindar dari orang-orang yang tidak merokok.

#CelotehBaiq

Review Film Hanum dan Rangga : Faith and The City (2018)


Review Film Hanum dan Rangga : Faith and The City (2018)

Sebuah cerita romantis islami yang benar-benar mengaduk perasaan, dengan latar Negara yang minoritas agama Islam yaitu Amerika Serikat. Peristiwa yang fenomenal di Amerika tentu pernah menggemparkan dunia 18 tahun lalu, yaitu tragedi WTC yang memakan korban 3000 orang tidak pernah hilang dari ingatan. Imbasnya citra orang muslim memburuk di Negeri Amerika Serikat.

Hanum sebagai seorang jurnalis yang memimpikan menjadi seorang produser acara di GNY TV. Sebuah program acara yang meliput tentang orang muslim dan Amerika Serikat. Ia sangat mengidolakan Andi Cooper dalam program tersebut. Hanum memiliki seorang suami yang pengertian dan sabar, ia selalu mendukung program dan impian istrinya. Namun Rangga memiliki tugas utama di Eropa sehingga mereka harus terbang saat itu juga. Di saat akan berangkat ke bandara, Hanum mendapatkan tawaran untuk mengisi program di Global New York Tv.

Antara tuntutan dan kesempatan, sebagai seorang istri tentu Hanum menjadi dilema. Ia tidak akan meninggalkan tugas dan kewajibannya yang menjadi bukti bakti seorang istri yang taat. Rangga sudah tahu karakter Hanum yang pantang menyerah pada impiannya, tentu saja ini kesempatan yang baik untuk bisa membahagiakan istrinya. Akhirnya Rangga memutuskan untuk menunda jadwal keberangkatan, ia membiarkan Hanum ikut training di GNY Tv.

poster-film-hanum-dan-rangga

Untuk mengisi kekosongan waktu, Rangga menawarkan diri menambah waktu bekerja di sebuah perpustakaan milik Philipus Brown tempat kerja yang sama dengan Azimah Hussain. Ia juga meminta tolong kepada Philipus Brown untuk memberikan surat rekomendasi ke Universitas di Eropa tempat Rangga melanjutkan studi. Ia juga tidak ingin membiarkan istrinya sendiri di Amerika Serikat. Philipus Brown pun memahami situasi tersebut, ia mengatakan akan membantu dan mengatakan kepada pimpinan Universitas bahwa Rangga masih dibutuhkan di Amerika.

Rangga sangat senang dengan keadaan ini, tetapi di sisi lain ia mulai kehilangan waktu bersama dengan istrinya. Istrinya berangkat pagi dan pulang larut, terkadang hanya memasakkan sarapan sekadarnya. Namun, Rangga memaklumi karena tuntutan bekerja di Negeri itu harus profesional dan tepat waktu.

Andi Cooper seorang redaktur perusahaan sangat ambisius dengan rating dan citra media GNY Tv, ia meminta Hanum bekerja dengan keras hanya membuat berita yang heboh walaupun minim gagasan. Bahkan tidak segan memaksa beberapa narasumber untuk menceritakan kisah kelamnya terkait tragedi yang menimpa keluarganya. Sang produser Hanum pun tunduk dan patuh pada atasannya karena dalih pemecatan sebagai acaman.

Sungguh Hanum menjadi semakin dilema ketika ia sibuk dengan merintis karir, sementara dalam pandangan Hanum Rangga memiliki hubungan yang dekat dengan Azima Hussain—sahabatnya. Hanum berusaha menghindar dari Rangga. Begitu juga dengan Rangga saat mengajak makan siang dengan Hanum, namun istrinya beralasan sedang ada meeting. Tetapi saat berada di lokasi kantor Hanum, Rangga melihat istrinya berjalan dengan Andi Cooper.

Kecamuk dalam batin Rangga, sudah berkali-kali dihubungi oleh Rektornya, ia pun diminta untuk segera kembali ke Eropa. Antara cita-cita, tugas dan cinta sejati. Akhir-akhir ini Rangga memang sering mengajari anak Azima sering datang ke apartemennya. Membuat Hanum terbakar api cemburu, terlebih saat makan siang bersama Andi Cooper. Ia mendapatkan bisikan bahwa menjadi single itu lebih mudah untuk mengejar karir daripada bersama keluarga. Karena tanggung jawab dan tuntutan membuat ruang gerak jadi makin sempit. Namun Hanum terus mengelak, bahwa suaminya pasti akan mendukung pilihan hidupnya. Andi Cooper yang ambisius pun menantang Hanum untuk menjadi produser acara secara live dalam waktu dekat. Ia pun meminta narasumbernya yaitu Philipus Brown dan Azimah padahal mereka sudah pernah mengatakan tidak ingin diliput dari media mana pun.

Dugaan-dugaan selalu mengarah pada Rangga bahwa berselingkuh dengan Azimah, karena saat mendatangi rumah perempuan yang akan menjadi narasumbernya Hanum mendapati Rangga di sana. Konflik makin memuncak dan menegangkan, karena Hanum tetap dengan pendiriannya menggapai impian sementara Rangga juga harus kembali ke Eropa.

Bagaimana kisah lanjutannya? Tonton film Hanum dan Rangga: Faith the City durasinya satu jam tiga puluh menit. Film dengan drama islami romantis yang memiliki makna yang menyentuh tentang cinta yang harus saling mengorbankan dan memperjuangkan.

Saya sudah menonton film ini, tidak terasa air mata merembes. Bukan karena filmnya yang melodrama namun pesan yang disampaikan dari film ini mengingatkan tentang kodrat wanita yang wajib patuh dan tunduk pada suami selama dalam batas wajar. Tentang media era global yang sering membuat orang-orang awam terlukai karena wacana dan hoaks yang sering diviralkan. Tentang hidup tidak bisa diukur dengan materi namun karena saling mengerti.

Review 3,5 dari 5